Selamat Natal, Dab*

Perdamaian untuk semuanya!

Continue reading

Posted in The Battle of My Life | 14 Comments

Model Resepsi yang Pengen Kuhindari

Bapak dan simbokku datang ke Jokja! Dan setelah shalat Idul Adha kemarin, berlalulah kami sekeluarga buat pulang ke rumah jaman mudanya bapak di Solo. Pulang buat hari Sabtunya balik lagi ke Jokja beramai-ramai bareng pakdhe, budhe, bulik, mas sepupu, dan adik sepupuku sehubungan ada famili yang mau nikah.

Familiku yang mau nikah itu sebenernya lebih tua dari aku. Cuma ya gara-gara orang Jawa itu suka banget mendasarkan hubungan kekerabatan berlandaskan faktor silsilah, jadilah familiku itu kupanggil sebagai “Dik Wawan”, dan dia harus menghormati aku sebagai “Mas Ditto”, hohoho! Continue reading

Posted in The Battle of My Life | 36 Comments

Trilogi The 10 Greatest Football Number 10′s

Sampeyan suka sepakbola? Yakin suka? Entah itu sebagai pelaku ataukah sekedar penikmat, apakah sampeyan suka sepakbola? Aku suka. Sampai akhir masa esemaku aku adalah seorang pelaku dan penikmat sepakbola. Meskipun lebih sering (dan hampir selalu) duduk di bangku cadangan Smansa All-Stars, tetap saja hitungannya aku ini seorang pelaku sepakbola, tho?

Dan aku juga seorang penikmat. Jaman dulu, selain Liverpool FC, klub manapun yang saat itu dibela Roberto Baggio selalu kudukung habis-habisan, mulai dari eranya Baggio di Juventus, AC Milan, Bologna, Internazionale, sampai akhirnya Brescia. Yeah, Baggio memang dewa buat aku – selain seorang tokoh fiktif yang bermerek Kubo Yoshiharu. Baggio yang mengubah hidupku yang waktu itu masih kelas 5 esde menjadi seorang penyuka sepakbola. Continue reading

Posted in The Battle of My Life | 30 Comments