Mereka Mulai Menua

Hari Minggu kemarin aku lagi seneng. Pertama, Liverpool menang di Anfield, setelah serentetan partai tandang yang mengecewakan. Kedua, ada makan-makan gratis temen-temen seangkatan di Maguwo, syukurannya Hanung, Rustam, Haikal, Ndoro Fajar, yang berhasil diwisuda periode November ini.

Baru nyadar setelah liat foto, ternyata kami mulai menua. Beberapa yang udah menikah perutnya semakin membuncit (perut istrinya juga), rambut mulai menipis (kebanyakan mikir skripsi), tapi cocot kami ternyata masih handal untuk mengungkap aib orang lain.

Jarang banget kami bisa ngumpul lagi kayak kemarin. Di kampus udah nggak pernah ketemu. Udah banyak yang nggak beredar gara-gara cuma ngurusin skripsi, kecuali aku tentunya yang masih bersenang-senang dengan angkatan-angkatan muda (terutama gadis-gadisnya). Alhasil kami ngumpulnya cuma kalo ada acara makan-makan, atau tantangan main sepakbola.

Yah, lagi-lagi aku ditinggalin sama mereka. Pengen secepatnya nyusul, sih. Tapi (kalo nggak mau dibilang alasan) masih banyak tugas yang harus kulakukan dengan statusku sebagai mahasiswa. Aku masih dibutuhkan di kampus. Doain aja Sistem Informasi Geografis-nya Denpasar versiku cepet selesai, dan aku akan memakai toga sambil membatin, “Selamat tinggal, Gadjah Mada.”

This entry was posted in The Battle of My Life. Bookmark the permalink.

3 Responses to Mereka Mulai Menua

  1. aunk says:

    Fotoku mana????Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…….

  2. lha, koen ra melu pas mangan2, unk, kekekekeke :D

  3. joesatch says:

    Ralat:Kayaknya antara foto dan keterangannya Welly sama Achlif kebalik, deh. Mohon maaf atas ketidak-nyamanan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>