Sabtu (Tidak) Kelabu

Hell yeah, bagaimana nggak tidak-kelabu? Jokja masih setia dengan puanasnya, padahal aku sendiri sudah menanti-nanti mendung menggantung di Jokja. Tapi entah kenapa awan kelabu tersebut nggak muncul-muncul di Jokja. Jokja tetap panas dan lumayan mengganggu tidur siangku.

Maka dari itu, gara-gara hari Sabtu kemarin, 27 Oktober 2007, tiada angin tiada hujan, aku memutuskan untuk hadir di acara kopdaran “Blonjo Kupat”, kopdaran blogger-blogger (yang niatnya) seluruh Jokja. Aku berangkat ke lokasinya, di Puskom UPN, nebeng Honda Supra adiknya Kudzi yang lagi dibajak sama Kudzi. Tidak lupa Gentho juga menyertai dengan Mega Pro-nya.

Nyampe di sana, keadaan betul-betul rame. Peserta membludak dan memaksa kami semua bersesak-sesakan di dalam ruangan. Ada Ngadimin, Arya, Kailani, Satyo, Nico, Pepeng, Annots, Aad, Pras, Peter, Ijal, Yahya, Didit, dan Eko, juga tentu saja Antosalafybilang

.

Tapi celaka! Celaka sungguh celaka, ceweknya ternyata cuma 3 (Cyapila, Rini, sama Zazi). Kampret! Aku dibohongi si Gun yang katanya mau menampilkan sexy dancer dari gadis-gadis Hubungan Internasional UPN “Veteran” 2007. Semprul. Sungguh semprul. Pesta syahwatnya batal padahal Kudzi sama Gentho sudah bela-belain bawa kamera digital. Alhasil Gentho jadi batal mengeluarkan Nikon D40-nya. “Ini kamera khusus buat motret cewek-cewek cantik,” katanya. Alhamdulillah, Kudzi masih mau nyumbangin kameranya buat jeprat-jepret, meskipun hasilnya amatiran sekali, nggak jelas motret apaan. (Ketidak-jelasan hasil jepretan Kudzi bisa dinikmati sepanjang tulisan ini. Itupun sudah ta’seleksi yang gambarnya nggak kabur aja)

Acaranya sendiri, isinya apalagi kalau bukan pembukaan oleh Mas Zamroni yang selanjutnya disambung dengan obrolan dan guyonan tidak jelas arahnya. Pokoknya waton ngakak. Puji Tuhan, di sana banyak makanan. Kalau nggak gara-gara gigiku yang lagi bermasalah, tentunya aku bisa berpesta-pora dengan liar dan binal.

Sambil makan dan minum-minum (tapi nggak sampai mabuk. Lha cuma minum Nutrisari rasa jambu sama soft-drink, kok), tiap-tiap blogger memperkenalkan diri masing-masing dan alamat blognya. Oho, ternyata banyak juga blogger-blogger yang skripzione-nya tak kunjung rampung. Aku terharu. Ternyata aku masih memiliki banyak teman… Hikz…

Nyaris jam 1, Gentho ada acara yang nggak bisa ditinggal. Entah sebagai wujud solidaritas almamater atau apa, blogger-blogger Ilkomp UGM yang lain – seperti Yanwar, Alle, John Angga, juga Kudzi – mendadak ikut-ikutan minta pamit. Ngakunya pada ada janji lain. Aku, sih, manut-manut aja berhubung nebeng. Tidak lupa kami berpesan dan bertekad kepada para seksi sibuk acara “Blonjo Kupat” (maturnuwun, Dab!), bahwa kopdaran di masa depan haruslah lebih seru dan rame daripada yang sekarang. Jangan lupa juga harus ada sesi untuk sexy dancer-nya. Lumayan, buat tombo ngantuk kalau-kalau mood peserta mulai tidak kondusif. Ayolah, dirancang yang gede-gedean. Nanti ta’bantuin nganterin proposal-proposal ke sponsor, deh. Pokoknya untuk kegiatan yang memungkinkan dijadikan ajang berkumpulnya cewek-cewek cakep, aku selalu bersedia melakoninya.

Detik demi detik pun berlalu. Tidak kerasa hari Sabtu itu sudah sampai pada waktu lewat adzan Isya’.

Suriph sama Winda, alias Nyonya Suriph, datang ke rumah. Kemudian berjurus-jurus selanjutnya Bram

juga datang. Rencananya malam itu kami mau nonton Padmanaba Japan Festival, acaranya anak-anak SMA Negeri 3 Jokjakarta, di Monumen Serangan Oemoem, sekaligus nonton si Gentho yang malam itu didapuk sebagai MC acara band-band-an ala Jepang itu. Setelah sebelumnya kami nyamperin Septo yang nunggu di kampus tercinta, meluncurlah kami berlima ke lokasi acara.

Di situ kami ketemu sama Aphip dan pacarnya. Maka bergerombollah kami berlima duduk di depan panggung (lha iya, masak mau duduk di belakang panggung? Priben pan nonton acarane, John?). Sebelumnya sempat juga ketemu sama ketemu sama Betty yang kepergok gandengan dengan seorang brondong yang diketahui juga sebagai adik kelasku di kampus. Dasar Betty kampret! Kemarin katanya minta dicarikan cowok dewasa yang siap nikah. Lha, nggak taunya sekarang malah jalan sama brondong. Alhasil anak-anak pun misuh-misuh. Tapi kami juga sempat ketemu sama Amek, guitar hero-nya Ilkomp 2004, yang kayaknya lagi nonton bareng seorang cewek. Cuma berhubung kayaknya mereka-mereka itu lebih nyaman berduaan, yang duduk bergerombol pun tetap pada formasi awal plus ketambahan Aphip dan nyonyanya.

Gentho ngemsi seperti biasa, nggak mutu dan sedikit jayus (sempat juga teriakan “racun” alias “ra lucu, nyuk” kembali terdengar mengudara). Cuma saja malam itu dia boleh berbangga. Pasangan ngemsinya lumayan manis. Namanya (kalau aku nggak salah denger) Mia, anak SMA Negeri 3 Jokjakarta juga. Manis dan mematikan, menurutku! Habisnya judes. Semakin malam Mbak Mia ini gaya ngomongnya semakin sinis kepada penonton juga kepada pengisi acara. Wealah, kayaknya cewek ini perlu ditatar dulu bagaimana menjadi MC yang baik sebelum didapuk jadi pembawa acara beneran. Asli, gaya ngomongnya bikin ilfil (padahal anaknya manis). Mungkin gara-gara Mia itu jadi MC tanpa dibayar, nggak kayak Gentho yang statusnya MC sewaan.

Iya lho, aku suka ilfil kalau sama cewek sinis dan judes. Mbok cantiknya kayak apa, aku lebih memilih mundur teratur daripada bela-belain ngejar-ngejar cewek model gitu. Aku lebih semangat ngejar cewek manis yang minim tanggapan, yang kalau digodain nggak ngasih respon, ketimbang ndeketin cewek judes (setidaknya cewek pasif itu masih bisa bikin penasaran). Makan ati. Yeah, selera orang, kan, berbeda-beda. Tapi aku nggak munafik, hati dan syahwat adalah 2 buah perkara yang berbeda :twisted:

Acaranya ngeband-nya sendiri, aku pribadi nggak terlalu tahu lagu-lagu apa aja yang dibawain sama pengisi acaranya. Aku bukan seorang penggila musisi-musisi dari Jepang. Cuma 1 lagu Jepang yang tiap sedang sentimentil selalu kudengerin: “Crucify My Love”-nya X-Japan. Aku lebih akrab dengan Phil Collins, Joe Satriani (pakdheku! Ente pikir dari namanya siapa also-known-as-ku diambil?), atau justru Didi Kempot. Tapi musik adalah musik! Selama sang pengisi acara menampilkan harmonisasi permainan instrumen yang bagus, aku selalu bisa menikmatinya.

Aku selalu terkagum-kagum kalo ngeliat band-band yang bisa menampilkan aransemen bagus dengan harmonisasi yang cocok dengan seleraku: kecepatan melodi gitar dan variasi pukulan drum, sehubungan dengan memang cuma 2 alat musik itu yang bisa kumainkan, meskipun untuk gitar sendiri aku cuma bisa main alakadarnya dengan 3 jurus. Lagu yang bisa kumainkan dengan fasih cuma 2, “Last Kiss”-nya Pearl Jam sama “Jatuh Cinta”-nya Base Jam. Lumayanlah, wong cuma modal 2 lagu itu aku sudah bisa ngerayu berjenis-jenis gadis (kecuali ya itu tadi: cewek yang judes!) sampai mereka kejet-kejet menggelinjang.

Ada sebuah band yang tampil dengan vokalis yang penampakannya mirip Jaiko, adiknya Jaian dari serial Doraemon. Aku sempat geli aja ngeliatnya. Tapi begitu dia nyanyi, ah, suaranya ternyata bagus. Gaya panggungnya juga lucu. Tapi teteup… Aku nggak tahu band-nya dia itu nyanyiin lagunya siapa :( Aku cuma bisa ngangguk-nganggukin kepalaku tanpa ikut bernyanyi sambil sekali-sekali 2 telapak tanganku mukulin 2 pahaku sendiri ngikutin ritme musiknya.

Sebelum acara berakhir, Suriph dan nyonyanya, juga Aphip dan nyonyanya, pamit duluan. Jadilah aku cuma tinggal bertiga bareng Septo dan Bram. Penonton-penonton dari jenis kelamin wanita juga pada memilih bubar. Band bintang tamunya, Restu Ibu, tampil dengan sedikit penonton. Untungnya penonton-penonton yang tersisa itu semuanya adalah J-Music freak. Aku, Septo, Bram, dan Gentho akhirnya sempat berhasil ikut berteriak juga ketika mereka memainkan lagu dari OST-nya Sailor Moon, Crayon Shinchan, Doraemon, dan, wow, “Pegasus Fantasy” dari OST-nya Saint Seiya!

Sayang, aku sempat agak kesal juga ketika sampai acara benar-benar bubar nggak ada 1 band pun yang memainkan lagu dari dorama favoritku jaman esde, “Tokyo Love Story” :evil:

Di hari itu dan di tempat itu
Bila kita tak pernah berjumpa
Mungkin kita tak akan percaya
Kau dan aku saling suka
Dan cinta…

Bah!

Aku, Gentho, Septo, dan Bram, yang kebetulan adalah alumni SMA 3 sendiri sekaligus administrator padmanaba.or.id, masih tetap diam di lokasi tempat ketika panitia-panitianya sudah sibuk membongkar atribut-atribut acaranya. Rencananya kami mau nagih traktiran dari Gentho hasil bayaran ngemsinya. Tapi karena 1 dan lain hal, kok ya panitianya kayaknya nggak tanggap buat nyerahin haknya Gentho. Sebenarnya bisa dimaklumi, panitia-panitianya kan masih pada esema. Mungkin mereka masih terperangkap pada euforia karena berhasil mengadakan sebuah pesta. Tapi ya jadinya sedikit melupakan kewajibannya.

Sampai bermenit-menit kami masih setia nongkrong menanti kesadaran dari sang panitia. Lama. Lumayan lama. Akhirnya Gentho berinisiatif untuk pamit pulang aja, dengan harapan panitianya ngeh kalo Gentho belum dibayar. Tapi gawat, panitia yang bertanggung-jawab atas pembayarannya Gentho malah sudah pulang duluan! Alhasil kami bertiga minus Gentho (yang kayaknya agak nggak enak juga) berteriak-teriak protes dengan melakukan sindiran satir. “Piye, dadi emsi kok ra dibayar? Kowe kie piye e, Tho? Kok gelem-gelem dadi emsi gratisan? Ra profesional! Awak’e dewe priben pan pesta saiki?” teriak kami nggak karuan. Pertanyaan-pertanyaan sejenis kepada Gentho masih tetap kami teriakkan sampai dengan tempat parkir. Gentho misuh-misuh pada kami bertiga. Kami ngakak, hahaha.

Syukurlah, untuk mengobati kekecewaan kami bertiga, akhirnya kami ditraktir minum-minum di angkringan samping Stasiun Tugu. Dengan tidak tahu adat, kami juga tetap mengancam Gentho untuk mentraktir kami makan-makan setelah dia dapat bayaran :mrgreen:

Update: Jokja sudah hujan lho. Ini aku lagi terjebak di warnet buat nunut ngeyup

This entry was posted in The Battle of My Life. Bookmark the permalink.

51 Responses to Sabtu (Tidak) Kelabu

  1. agiekpujo says:

    Pertamax!!!

    *amankan posisi dulu* :mrgreen:

  2. funkshit says:

    keduak.. amankan posisi dulu

  3. funkshit says:

    hari minggu nya tidak kelabu om .. . .

  4. funkshit says:

    poto kaos kaki nya kok nda ada tho ???

  5. agiekpujo:::
    *report as SPAM* kekekeke

    funkshit:::
    lho, di bawahnya kan udah ta’update kalo ujan. yeah, artikel ini aslinya ta’tulis minggu pagi :P
    foto kaos kakinya dibawa si zam. mbuh ada di mana skrg, kekekeke!

  6. annots says:

    Foto kaos kakinya siapa toh? kakinya Mbak Nana? Aku ga mudeng….

  7. Zazi says:

    aku gak nonton padmanaba :cry:

  8. beratz says:

    sabtu-ku kelabu cah cah
    ditinggal lembur bojo eh anakku loro(baca:sakit)
    jadi yah… gitu dech (baca:momong anak)

  9. alle says:

    nyesel gw boling malem minggu,.. mending ke Japan Fest yah?

  10. celotehsaya says:

    halah lagoe matjam tokjo lo[e story toeh bagoesnja kalo jang njanjiin tante-tante….kalo anak remadja mah larc aja dagh :evil:

  11. Sayang, aku sempat agak kesal juga ketika sampai acara benar-benar bubar nggak ada 1 band pun yang memainkan lagu dari dorama favoritku jaman esde, “Tokyo Love Story”.

    Tabah ya… :lol:

  12. hah???

    Pegasus fantasy??!!

    Iri…

  13. GRaK says:

    asyik banget deh :)

  14. Siw says:

    ganti hedermu Joe…
    sebelum marabahaya yang sebenernya datang padamu…

  15. Siw says:

    eh, Sabtuku kemaren, yang awalnya kukira akan kelabu, ternyata…
    :oops:

    *bertahan untuk gak membocorkan pada khalayak*

  16. :lol: ngakak moco tulisan nang punggung kuwi :lol:

  17. yudi says:

    jelaslah…. ga da yang bawain lagunya joe satriani, wong temanya bukan dangdut ko…. kekekekeke I LOVE PEACE :-)

  18. snydez says:

    oot
    heading image nya, bikin sendiri? ;)

  19. Wong Buyer says:

    wakakakak
    tumben artisnye cuma jadi penonton

    */ngelirik ke arah joe

  20. Pingback: sparring partner « wak AbduLSomad

  21. saniroy says:

    Samang niku alumni 3B Mas Joe? Cocok, pantes, dan ikut bangga, ha..ha..

  22. annots:::
    kaos kakiku yang selen kemarin :D

    Luthfi:::
    mmmhhh…

    Zazi:::
    menyesal? semoga! :mrgreen:

    beratz:::
    wah, itu malah ibadah!
    sekaligus pencerahan untuk memahami posisi istri, kekeke!

    alle:::
    kamu cuma ngabisin duit aja, le. kalo nonton japan fest mah gratis…
    aku cuma mengepalkan tangan ke udara aja lho waktu ditagih tiket masuk sama panitianya (seolah2 menunjukkan kalo sudah beli karcis dan tanganku sudah dicap)

    kekeke, tapi aku memang beneran udah dicap. sorenya sempat kesitu soale. lha, yang belum dicap malah anak2 yang lain, yang tiba2 ngikutin gayaku dengan menyingsingkan lengan bajunya pura2 udah dicap.

    dasarnya malam hari, mata panitianya pada sliwer semua :P

    celotehsaya:::
    wah, itu sih cuma karena ente tidak mengalami jaman2 keemasan tokyo love story :mrgreen:

    Mihael “D.B.” Ellinsworth:::
    tentu saja

    calonorangtenarsedunia:::
    lho, kenapa? :D

    GRaK:::
    begitulah…
    masuk ndak bayar, ngeliatin gadis-gadis manis, dan ditraktir minum2

    Siw:::
    cerewet! headerku ta’ganti setelah ada gambar lain yg lebih menarik hati

    Sugeng Rianto:::
    itu kaos buluknya si zam :P

    yudi:::
    tentu saja juga tidak menampilkan paul gilbert dan irama gambusnya, kakakakakaka!

    snydez:::
    50:50 :D

    Wong Buyer:::
    beda pangsa pasar, mas. kalo keroncongan barulah saya manggung, kekeke!

  23. saniroy:::
    sapa? saya?
    kalo saya sih lulusan sma 1 denpasar. yuhuuu!
    karmany eva dhikaraste ma phalesu kadacana!
    ole!

  24. asem iki, wis ngentek2-no benwit, postingane ngene wae!! :D
    Bcanda-la bang Joe.Smoga gigi ente gak cenut2 maneh nek ngono, dan slamet berrburu ceweq.mangkane cpt-an lulus, kekeke!

  25. celotehsaya says:

    heh kata siapa ik ndak mengalami djaman keemasan mereka…

    ik poenja kaset kompilasi ost dorama djepang 90-an…hasil njipoen dari kakak ik…dan ik pribadi lagoenja enak kok walaoepoen rada norak kalo didenger djaman sekarang

    jang ik bilang kan anak sekarang ndak panten njanjiin…soulnja ndak bakalan dapet soalnja ;)

  26. ekowanz says:

    panjang banget :(
    lha situ sih pulang duluan….padahal setelah situ pulang kita pada rave party mpe njengking2 :) ))))

  27. toim the shinigami:::
    nek lulus aku malah ra iso berburu mahasiswi seleluasa skrg, bol :P

    celotehsaya:::
    tetap saja! :mrgreen:
    tidak sedramatis kalo sempat nonton serialnya. ough…aku sampe terharu lho…

    ekowanz:::
    lha isine lanangan, thok. jadi ya pulang buat tindakan preventif aja. soale ndak bawa panci :D

    benbego:::
    salam kenal juga

  28. arya says:

    baju kuning gambar spongebob, frame kacamata pink…
    wes, seko adoh wae wis konangan: iki mesti Joe Satch!
    selamat merenungkan S****** Joe… (aku juga)hahahahaha

  29. alex says:

    Tukeran aja, Joe…
    Di sini hujan melulu nih. Sampe banjir lagi.
    Ayo… kirim cuaca panas di Jogja kemari :lol:

  30. celotehsaya says:

    satu kata oentoekmoe mas….

    DJADOEL

  31. almascatie says:

    hanya gara2 itu dikaw lansung ga ada semangat?? :lol:

  32. pppaaaaannnjjjjaaaaannnnggggg amat joe :?
    eh ini mirip iklan “Jeruk Makan Jeruk” aka “Seleb Nonton Seleb” yaks :lol:

  33. hoek says:

    HWAAAAAAA………FENGEN……………

  34. restlessangel says:

    lho, yg di upn itu minim cewe tho ??? walah. ini bukti bhw cewe haru mulai memikirkan poliandri *dilempar botol cola*

    ga ada golongan abu2 ?? wah diskriminasi nih…..

    hhmmm….akhirnya cah2 padmanaba kmbali menggebrak pangung hiburan jogja. setelah ditinggal kakak2nya ini kok sempet sepi. dulu tiap tahun pasti pas pensi ngundang band keren, spt gigi, pas band. tp…jaman sebelum krismon yaaa….

  35. kurtubi says:

    rame sekali bos…

  36. arya:::
    tobat ar…tobat. ojo nyambut gawe terus

    alex:::
    kemarin udah ujan deres dan atap rumahku bocor!

    celotehsaya:::
    lho, tokyo love story itu memang cerita jaman dulu, kok. jamanku esde, huehe

    almascatie:::
    gara2 apa? mia atau ga ada tokyo love story? atau malah gara2 pas kopdar cewenya dikit? kekekekeke!

    extremusmilitis:::
    ah, saya sih seniman, kang. bukan pesohor, apalagi pesolek. nggak usah dandan juga dasarnya udah ganteng, kekekeke

    hoek:::
    pengen apa? pasangan emsinya gentho? silakan jalan2 ke padmanaba kalo itu :mrgreen:

    restlessangel:::
    alumni padmanaba juga kah? hohoho
    saya alumni smansa denpasar. karmany eva dhikaraste. ole!

    kurtubi:::
    iyalah, pak. namanya juga kopdar plus band2an anak esema, hehehe

  37. wib says:

    yak, dan akhirnya saya dibayar juga…
    mudah-mudahan besok-besok kita bisa kerjasama lagi…
    dan….., dapet bayaran lebih banyak lagi…
    huahahaha….

  38. Adi Nugroho says:

    zzz..z.z.z…z…
    woh, dah selesai to?
    wah mas, dowo banget kayak skripsi.
    hehe. sorry kemarin mudik jadi ga isa ikut acara pembantaian kupatnya

  39. PeTeeR says:

    besok2 klo kumpul bloger lagi, di daftar panitia harus ada nama JOESATCH.

  40. baliazura says:

    met kenal,kaos yg seperti di pic paling ats tu nyarinya dimana ya?

  41. wib:::
    saya ndak mau kalo panitianya anak sma yg ndak prof, kekeke

    Adi Nugroho:::
    skripsiku malah lebih panjang lagi lho

    PeTeeR:::
    kenapa? kebelet nonton sexy-dancer ya? :P

    baliazura:::
    hubungi sang pemilik aja coba :)
    jengjeng.matriphe.com

  42. yanworks says:

    saya juga suka tuh mas, tokyo love story, saya punya kaset soundtracknya dulu, tapi sekarang dah gak tahu dimana.
    oh,iya, permission pasang di blogroll ya. thanks.

  43. krisosa says:

    wew… saya mah malah ke pameran industri daerah se-indonesia!
    dapet salam tempel dari paman! :D

  44. leksa says:

    Tokyo Love Story Mas??

    Musim hujan kok jadi pada melow yak?

    mbikin TLS, versi Joe Satriani wae…

  45. Karim Al Tahir says:

    koe maho nek ra seneng MIA…
    maho koe…
    maho…
    maho…

    cangkeman!

  46. Wawan says:

    INI BLOG SAMPAH!!!

  47. As some people pointed out, romance was never one of Bakuman’s solid points. Gratefully the romance is kept to a minimum and Moshiro and Azuki’s relationship is a source of motivation for them to follow, although I consider it is likewise a source of impediment.

  48. fotos bodas says:

    I am grateful for this collaboration.. The post is exactly what I wanted. I subscribe to the blog and I am aware of new developments.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>