Ngilmu Komputer Secara Gadjah Mada

Pengumuman: Tulisan ini adalah tulisanku yang dimuat di buletin Read IT-nya Himakom UGM pada edisi khusus menyambut mahasiswi baru yang terbit hari ini. Isinya boleh dibilang tips dan trik untuk mahasiswa baru supaya bisa survive di Ilmu Komputer. Jelas tulisan ini sangat valid. Sudah terbukti! Buktinya adalah aku tetap bertahan di Ilmu Komputer Gadjah Mada selama 5 tahun sampai sekarang, bahkan ketika teman-temanku satu-persatu berguguran karena tidak tahan untuk kemudian memilih meninggalkan kampus rodo kampret ini!

Suatu menit, sekitar tahun ketiga kuliah saya, saya pernah ditanya oleh seorang adik kelas yang waktu itu masih boleh berbangga diri dengan statusnya sebagai mahasiswi baru tentang kebingungannya mengikuti kuliah di bidang teknologi informasi (TI) ini.

“Mas, gimana, sih, caranya supaya bisa pintar kayak teman-teman yang lain? Kalau aku lihat, mereka semua kelihatannya sudah pada menguasai komputer. Lha, aku, kan, masih awam banget di sini. Bingung mau mulai dari mana. Tiap mau belajar, selalu ada aja hal yang lebih baru. Nyentuh komputer juga baru sekarang,” tanyanya.

“Kamu sudah punya pacar?” tanya saya balik.

“Ehm…”

“Kalau teman atau saudara laki-laki?” lanjutku nggak sabar dengan jawabannya.

“Ya ada, sih, Mas. Kenapa? Kok nanyanya jadi aneh gitu?”

“Gini, kamu tahu nggak kenapa cowok yang pada hobi sepakbola bisa hafal nama-nama pemain yang bertebaran begitu banyaknya, mereka ditransfer sama klub mana, daftar prestasinya apa, bahkan pemain mana yang baru kena hukuman dilarang bermain, mereka juga bisa tahu?

“Ya karena mereka menyukainya,” lanjut saya, “karena mereka menyukainya, semuanya bisa dihafal dengan begitu cepatnya. Informasi sebaru apapun mereka pasti tahu. Mereka nggak mulai belajar sepakbola sejak zamannya Pele, karena mereka memang nggak lahir di zamannya Pele. Tapi toh mereka bisa mengikuti perkembangan dunia sepakbola sekarang ini. Kuncinya cuma satu, mereka menyukai sepakbola. Sama seperti komputer. Untuk bisa menguasai bidang ini, kamu harus menyukainya lebih dulu.”

“Harus gitu, ya?”

“Idealnya memang kayak gitu. Yang mengetahui akan kalah oleh yang menyukai, dan yang menyukai akan kalah oleh yang menghayati,” jawab saya menutup pembicaraan.

Dan memang, kekhawatiran para mahasiswi (serta para mahasiswa juga) ketika ingin mendalami bidang TI lebih banyak didorong oleh rasa minder melihat kenyataan bahwa di sekelilingnya ternyata banyak teman-teman yang terlihat lebih expert dibanding dirinya. Ditambah fakta bahwa mereka baru berniat mendalami bidang ini, maka segala kekhawatiran itu komplitlah sudah.

Kebanyakan dari mereka, memilih untuk kuliah di bidang ini – mengkin – hanya didasari faktor coba-coba saja. Bidang TI memang terlihat keren dan mendongkrak gengsi, soale. Itu nggak salah. TI bahkan bisa dipakai sebagai alasan seorang cowok untuk bludhusan di kos-kosan cewek. Mbenerin komputer, alasannya. Seperti saya sendiri, misalnya.

Awam jangan dijadikan suatu kehawatiran. Asal kita bisa menyukai bidang ini, keawaman kita bakal hilang dengan sendirinya. Pada awalnya, paksakan saja untuk menyukai. Temen-teman yang (kelihatan) lebih pintar di sekitar kita bisa jadi sarana untuk itu.

Bergaul saja dengan mereka, otomatis kita bakal terbawa arus pada bahasan TI yang biasanya jadi topik obrolan mereka. Pada akhirnya, untuk bisa nyambung dengan obrolan mereka, kita akan terpaksa untuk meng-update pengetahuan TI kita. Tidak update, ya tidak nyambung. Kalau tidak nyambung, resikonya kita bakal dijadikan bahan guyonan oleh mereka. Dikucilkan? Ah, di sini nggak sampai kayak gitu, kok.

Banyak hal yang bisa kita manfaatkan untuk menambah perbendaharaan pengetahuan kita. Akses internet gratis yang disediakan kampus ini, misalnya. Sekedar obrolan ringan di kantin juga bakal menambah pengetahuan kita, sedikit-banyaknya. Itulah enaknya kuliah di sini. Iklim komunitasnya kompetitif. Menunjang buat kita untuk selalu update di bidang ini. Hei, ternyata kita sudah punya modal begitu besar, kan?

Yang kedua, kalau kita sudah pintar pada akhirnya, untuk bisa eksis di dunia TI, tetaplah bergaul. Jangan sampai kita aseek menggauli komputer kita di kos/rumah, sampai-sampai kita lupa kalau di dunia nyata kita juga punya teman. Jangan sampai kita kehilangan kesempatan menambah uang jajan dari sebuah proyek TI hanya gara-gara kita tidak punya koneksi. Kalau itu sampai terjadi, sesungguhnya kita termasuk dalam golongan kaum yang merugi. Sayang sekali.

Teman, koneksi, dan channel itu amat-sangat penting. Percuma kita punya kemampuan programming dahsyat selevel dewa tapi nggak ada yang memanfaatkan kemampuan kita. Tetap pelihara teman dan koneksi. Itu bakal sangat berguna di hari akhir kita nanti.

Yang ketiga – walaupun tidak mustahil – untuk memiliki kemampuan all-round di dunia ini, itu hampir nggak mungkin. TI itu luas. Sulit buat kita untuk memiliki kemampuan programming, networking, multimedia, ataupun hardware dengan sama tangguhnya. Jika memang demikian, pilih satu yang kamu senangi untuk kamu dalami. Dan biarkan sejawatmu yang lain mendalami bidang yang mereka sukai. Suatu saat kalian bakal berkolaborasi demi menambah ongkos dugem kalian masing-masing..

Dalam 1 tim bal-balan, nggak mungkin susunan pemainnya terdiri dari tipe pemain sayap kanan semua. Kita tetap butuh bek, gelandang, striker, dan juga kiper. Proyek TI juga demikian. Butuh macam-macam sumber daya. Tapi ingat, untuk menjadi bagian dari tim yang akan memenangkan sebuah pertempuran, kita butuh sebuah spesialisasi. Karena itu, daripada waktu kita habis untuk memperbaiki kelemahan kita, lebih baik perkuat keunggulan kita. Suatu saat, hal itu akan jadi senjata kita yang mematikan!

Tentang jam kuliah sendiri, nggak ada yang perlu dikhawatirkan. Toh dosen-dosen di sini nggak killer semua. Sesuaikan saja – jika kita ingin bolos – jadwal kita dengan tipe dosen kita masing-masing. Kadang-kadang, kita nggak selalu harus hadir di ruang kelas untuk mengikuti mata kuliah. Ada saja hal-hal yang lebih krusial untuk kita lakukan bahkan untuk masa depan kita sendiri. Nggarap proyek, misalnya.

Tenang saja, dari pengalaman saya selama 5 tahun kuliah di sini, saya beranggapan bahwa kemampuan saya di sini lebih dibentuk oleh komunitas ketimbang kultur akademis. Hal-hal di luar sana ternyata lebih mengasah kemampuan daripada “sekedar” tatap muka di kelas. Yakin! Percaya, deh, sama abang. At the real world, teori yang kita dapatkan di kelas tidak jauh lebih berguna dibanding nongkrong di kantin sambil membincangkan sebuah konsep proyek TI.

Jadi, sambil menutup cuap-cuap saya kali ini, izinkan saya mengucapkan, “Selamat datang di MIPA Selatan, Gadjah Mada!” kepada kalian semua. Masa depan Indonesia dikalungkan di leher kalian semua, mahasiswa. Bravo!

Anindito Satrianto,
Part-time student, part-time worker, full-time blogger. Sekarang masih sibuk merampungkan skripsi sambil tetap menulis untuk joesatch.wordpress.com

This entry was posted in Sok Keminter. Bookmark the permalink.

55 Responses to Ngilmu Komputer Secara Gadjah Mada

  1. zam says:

    wakakaka,,,

    sip-sip, joe.. :D

  2. aRdho says:

    wah artikelnya membuat semangat gw.. hehe.. thx.. :)

  3. jejakpena says:

    Waww… *geleng-geleng takjub*
    Beneran bisa bikin adek2 baru itu semangat Joe, :)

    Part-time student, part-time worker, full-time blogger [...]

    Uwaaah… keren. :cool:

  4. sezsy says:

    jadi dari suka jadi tau, atau dari tau jadi suka??

  5. Luthfi says:

    kapan lulus (TM)?

  6. Luthfi says:

    wah, gmn gak dimuat di himakom
    scr yg pegang kunci gemboknya dirimu

  7. Ingin menyemangati MahasiswiGenerasi – generasi penerus, Joe ? :mrgreen:

  8. danasatriya says:

    pakar IT? aku yo tau nginstall windows di kostan nona, apakah diriku sudah tergolong pakar IT *tentu saja saya suka ampe menghayati nginstall windows di kostan nona* :mgrgreen:

  9. aad says:

    we e e e e e koe yo iso nulis rodo nggenah toh ???

  10. Joe aku sedang belajar untuk mencintai skripsi. Kuyakin dirimu juga? :D

  11. Dateng ngasih semanget, neh.

  12. zam:::
    hooo…gue gitu loch… :P

    aRdho:::
    you’re welcome

    jejakpena:::
    ah…biasa aja kok, hihihi…
    *jadi kepengen malu*

    jejakpena:::
    kalo aku sendiri, sih, suka dulu. waktu suka sepakbola pertama kali, aku juga cuma tau kalo roberto baggio itu pemain dari italia. lainnya blank :P

    Luthfi:::
    kapan2… :mrgreen:

    Mihael “D.B.” Ellinsworth:::
    iya. biasanya yang bermasalah memang mahasiswi, kok :)

    danasatriya:::
    oh tentu saja. wong yang suka ngawur2an tentang IT aja boleh mengaku sebagai pakar kok :D

    aad:::
    jadi bagemana, mbah darmo? :P

    Michael Andreas:::
    hahahaha…begitulah! :mrgreen:

  13. Majalah “Dewa Dewi”:::
    terima kasih. semoga dibaca juga sama adik2 kelas saya, hehehe

  14. sora9n says:

    Yang penting itu kenal dulu, baru suka. Kalau udah begitu, mengenal lebih jauh lagi itu soal gampang… :D

    *perhatian: konsep di atas berlaku dalam pacaran dan mengeluti dunia IT* :lol:

  15. Belum tamat aja kamu dah ebat kayak bgene Joe…
    Gmana kalo sudah tamat nanti ? :mrgreen:

  16. danalingga says:

    satu lagi kelupaan joe, ngeblog tuh penting juga. :lol:

  17. imcw says:

    kebanyakan memang yang jago komputer tuh cowok…cewek hanya sebatas pemakai komputer…

  18. cK says:

    joe, pesen iklan…

  19. belumngantuk says:

    Terima kasih… Terima kasih

    Jadi semangat nih buat Moles Nilai.
    :D :D :D

  20. Itu diartikelnya mas pajang foto, nggak? :P

  21. vend says:

    bener2 berpengalaman kamu joe, tepat sasaran :)

    jangan2 saking betah dan cinta-nya kamu sama kampus, ntar habis lulus, langsung jadi dosen *bayangin joe jadi dosen*

    @ imcw :
    ya iyalah, kan ayam jago itu jantan :P -lha?-
    kata siapa cewek cuma sebatas jadi pengguna?
    ndak tu, di tempatku sini lho buanyak cewek yang pinter ‘ngapa2in’ komputer : programming, networking, database, linux, dll :roll:
    ya kata joe itu tadi, menyukai & mencintai menghayati..

  22. vend says:

    *baru kelar bayangin joe jadi dosen* :lol:

  23. dobelden says:

    seorang kakak yg baik, bagi adik2nya… :)

  24. mbelgedez says:

    Betul banget JOE, yang penting menyukai dan menghayati TI, tolong sampaikan pada adik-adik mahasiswi, kasih contoh yang riil, misalnya itu KRMT Roy Suryo cuma kuliah karawitan (itupun nggak selesai), tapi sekarang bisa menjadi pakar multimedia yang dikagumi banyak orang….

    (mbakar kompor…)

  25. uwiuw says:

    Ya, mencintai ilmu komputer itu dgn mempelajarinya tanpa tau mau dibawa kemana pengetahuan itu, apakah bisa jadi uang atau tidak, apakah berguna atau tidak…hal itu jadi tidak penting krn kita telah mencintainya

    itulah mengapa anak-anak software kadang otodidak belajar hardware, bahkan sub-bidang lainnya krn mereka cinta

    romantis juga ya ?

  26. kudzi says:

    Ayo joe ngecengin anak baru….

  27. must_zen says:

    Part-time student, part-time worker, full-time blogger. Sekarang masih sibuk merampungkan skripsi sambil tetap menulis untuk joesatch.wordpress.com
    Nasib kita sama :D
    Tapi kayaknya nasib u lebih beruntung dari pada aku :cry:

  28. TI bahkan bisa dipakai sebagai alasan seorang cowok untuk bludhusan di kos-kosan cewek.

    huakakkk….setidaknya inilah alasanku mau belajar IeTi. :lol:

  29. mardun says:

    Yang mengetahui akan kalah oleh yang menyukai, dan yang menyukai akan kalah oleh yang menghayati

    wah joe, kamu juga doyan baca Kungfu Boy ya. Itu kan penjelasannya biksu kepala waktu Chinmi ngalahin Jintan di episode pertama :P

    btw kamu beneran mau jadi dosen?

  30. almas says:

    tips ampoh 1000 prosen pokoknya hehehhehe

    saya beranggapan bahwa kemampuan saya di sini lebih dibentuk oleh komunitas ketimbang kultur akademis.

    kalo gitu minta dosennya gaul aja ya biar bisa tambah pintar n jago oi… :mrgreen:
    btw tipsnya bisa buat gaet si dian sastro ga?
    *kabur*

  31. deking says:

    pada edisi khusus menyambut mahasiswi baru yang terbit hari ini

    Ternyata kamu masih normal Joe :mrgreen:

  32. pada edisi khusus menyambut mahasiswi baru yang terbit hari ini

    Ternyata kamu masih normal Joe :mrgreen:

    Salah ketik kali :roll:

    *kabur pake skuter*

  33. #deking

    Ternyata kamu masih normal Joe

    ah, itu kan propaganda Joe buat mengelabuhi umat manusia para blogger aja…
    *ikutan Geddoe*

    yang pasti, Joe tetaplah Joe…yang akan selalu dan selalu setia pada si dia
    :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

  34. sora9n:::
    eh, tapi kalo sama cewe, biasanya aku suka dulu baru ngajak kenalan, lho…wekekekeke

    Herianto:::
    wahahaha, kalo ebat, saya udah lulus dari kemarin2, pak :P

    danalingga:::
    betul! bisa dapet temen juga, sama…errr…musuh… :mrgreen:

    imcw:::
    makanya adik2 saya yg mahasiswi mau saya arahkan biar jadi jago komputer juga. harus mrivat mereka ke kamar kosnya pun tidak masalah. saya senang berbagi pengetahuan kok :mrgreen:

    cK:::
    iklan opo?

    belumngantuk:::
    kembali kasih :D

    vend:::
    sebenernya sempet pgn juga jadi dosen. tapi setelah beberapa pertimbangan, guru sma kayaknya lebih afdol :)

    Kopral Geddoe:::
    aku sudah wanti2 sama redakturnya supaya fotoku dipajang. tapi dasar kampret, fotoku ga dipasang! katanya, ga punya stok fotoku. bajindal…padahal googling kan juga bisa. pancen alasan yang nggak mutu!

    dobelden:::
    adik2nya yang berjenis kelamin wanita, lebih tepatnya :mrgreen:

    mbelgedez:::
    hwakakakakakakakakakakakakakakaka!!!
    selama roy suryo masih sering bikin statement, pesona saya di depan mahasiswi tidak akan pernah pudar :P

    uwiuw:::
    saya kalo sama adik2 mahasiswi memang romantis kok, mas. setidaknya itu kata mereka sendiri ;)

    kudzi:::
    ayolah. aku selalu siap!

    must_zen:::
    wah, lebih beruntung dari segi mananya, mas? biasa aja kok. semuanya butuh perjuangan dan pengorbanan. dalam hal ini, masa studi saya yang terpaksa dikorbankan :P

    Sugeng Rianto:::
    sudah ngumpulin korban berapa? :D

    mardun:::
    bukan cuma Biksu Kepala, lho. kata2nya Junji Iwagami dari komik “Shoot” juga ada. hayo…yang mana hayo…?! hwekekekekeke!
    ah, saya mau jadi guru sma aja, kok

    almas:::
    masalahnya, ndak ada dosen yang bener2 gaul di sini. temen2ku yang baru merintis karirnya sebagai dosen muda kebanyakan akhirnya juga jadi ikut2an jaim sama mahasiswanya kayak para dosen lawas. ah, seandainya saja saya tertarik dan berbakat jadi dosen :P

    deking:::
    lho, dari dulu juga

    Kopral Geddoe:::
    tidak kok :P itu sengaja. sumpah! yaqin!

  35. Mrs. Neo Forty-Nine:::
    masya allah…antum telah memfitnah ana dengan keji

  36. Suluh says:

    spirit motivation :nice post:

  37. cool ratton says:

    mas, kapan traktiran lulusnya?
    suwe nunggunya ni…
    wah dari tulisannya kayaknya udah jadi pemain veteran ni di MIPA
    apa mau jadi ikon MIPA kayak maldini di milan?
    nanti kalo kelamaan ntar no punggung mas yang di MIPA bisa diabadikan loh, dan baru bole dipake lagi kalo ada keturunan si mas yang masuk MIPA lagi :-)

    sukses skripsine joe, madak pang enggal ci lulus, amin!

  38. sandal says:

    tukang IT memang enak bisa bludhusan di kost cewe. tapi untuk mencari cewe? alamak susahnya :D :D

  39. vend says:

    @ Shelling Ford :
    guru SMA, aku tau ‘niat’-mu joe.. :mrgreen:
    ternyata, seleranya daun muda :lol:

  40. nieznaniez says:

    wah, ini bisa diterapkan buat jurusan lain ga ya ??

  41. Suluh:::
    terima kasih

    cool ratton:::
    lho, harapan saya memang di MIPA tidak ada yang bisa mengenakan nomer punggung 29 lagi

    sandal:::
    lho, mbludhus itu sudah langkah awal, lho…
    selanjutnya ya tergantung strategi kita. kalo ga bisa diajak cara baik2, ya kekerasan aja, kekekekeke

    vend:::
    pada faktanya, pacarku malah lebih tua 362 hari :(

    nieznaniez:::
    bisa. sepakbola itu universal, kok :P

  42. Fadli says:

    Hehehe, saya tunggu komentar Pak Khabib aja dech :lol:

  43. nieznaniez says:

    klo di arsitektur ?? bisa juga ?? gimana ??

  44. lambrtz says:

    telat 500 hari, bingung mau comment apa…

  45. faizal says:

    tips itu akan membuat mahasiswa-mahasiswi bertahan minimal 5 tahun di kampus (terbukti <– Joe sendiri yang bilang)…dengan tips lain bisa minimal 3.5 tahun. hehehehehe…

  46. astikirna says:

    walah joe.. makasih… kok makrab’e larang tenan joe neh bayar 65rb…
    wah aku wes tuwo ra sah melu wae yoo… mending nggo mangan² dewe…

    huehehehehe… aku milih mlebu ke mulut MIPA lagi karena….?!! Gengsi?!! Hmmm… sek tak pikir sek?!! Hmmmm…. Golek nilai joe… target kudu cumloude huehehehhe…. lulus 1 th (mungkin ga ya) kayak nya engga deh… :P

    Trus apa lagi ya…. wes wae lah mumet aku bar ngurus KRS sing pating njlimet…. :D

  47. astikirna says:

    Oh iyo lali kok kowe mung nyebut MIPA Selatan tok?! Bukannya kamu juga berurusan juga ma MIPA Utara… apa lagi pas masa2 KRS… Cuapeee deee….

  48. antobilang says:

    promosi blog karo maba? :lol:

  49. fikriana says:

    Selain mencintai ilmu, saya rasa kita perlu juga memanfaatkan ilmu. Salut sama tulisannya.

  50. hue hue… seprofesi kita ternyata…

  51. nice post..

    kadang aneh juga ya, aku ki apal squad Juve dari tahun 1994-skrg plus transfer pemainnya, tapi nek meh programming koq kangelan yo

    memang harus pake cinta kali ya?

  52. Fadli:::
    wah, pak khabib belum komen sampe skrg :P

    nieznaniez:::
    bisa, kok. sepakbola itu universal

    lambrtz:::
    lho, implementasinya bisa buat hal lain juga kok, brtz. nyari cewek, misalnya :P

    faizal:::
    tapi aku nggak yakin outputnya bakal sedahsyat aku, kakakakakaka!

    astikirna:::
    wis ngerti mipa bosok yo tetep wae dibaleni meneh :D

    antobilang:::
    sedikit kok :mrgreen:

    fikriana:::
    terima kasih :)

    Heri Setiawan:::
    ahahahaha, tapi saya yakin kalo saya nggak sejago situ

    nyamukbingung:::
    betul! kalo cuma pake nafsu aja rasanya ada sesuatu yang hilang. nggak ada perasaan intimnya, kekekeke

  53. yuan says:

    Hue hehehehehe… analogi yang keren. Tak jiplak ya… kalo ada yunior yang tanya kaya gitu… :)

  54. Pingback: Anak Kesayangan Dewi Fortuna « The Satrianto Show!

  55. domain says:

    Thanks for sharing your thoughts on Amerigo.
    Regards

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>