Bertemu Salafy, Bantai Salafy

Ini sebuah cerita tentang wawancaraku dengan Majalah Bobo (BOhong-BOhongan, -red.) beberapa jam yang lalu. Jadi ceritanya, tiba-tiba saja wawancara ini dilakukan sehubungan dengan keuring-uringanku beberapa waktu terakhir ini. Ternyata teman-teman pers berhasil mengendus keganjilan pikiranku meski berusaha kututup-tutupi. Begini wawancaranya:

Mas Joe, Mas Joe, bisa minta waktunya sebentar?

Eee… Bisa… Bisa. Ada apaan? Wawancara? Tapi ndak lama-lama, ya! Saya lagi ngantuk, capek, mau tidur siang. Duh, padahal saya udah terlanjur bilang pamit sama teman-teman di blogosphere.

Oke, Mas. Jadi begini, beberapa waktu terakhir ini kayaknya Mas lagi banyak problem. Kalau boleh tau, Mas, sebenarnya ada masalah apa? Bukan apa-apa, Mas. Soalnya biar bagaimana pun, kami pikir, uring-uringannya Mas ini merembet kepada performa panggungnya Mas sendiri.

Ndak ada apa-apa, kok, sebenarnya. Tapi memang betul kalau ada pikiran yang lagi mengganjal di otak saya. Ya berkaitan dengan hubungan saya dengan Pencipta saya yang akhirnya merembet ke hubungan saya dengan sesama manusia…

Lho, saya pikir juga gitu, Mas. Hubungan dengan Pencipta saya pikir juga berbanding lurus dengan hubungan antar sesama manusia. Jadi?

Ya itu tadi, hubungan saya dengan beberapa manusia kayaknya lagi kacau…

Cewek?

Oh, bukan… Bukan. Untuk kali ini bukan. Yeah, meskipun saya rasa situ juga tau kalau saya ini jarang bermasalah sama cewek, tapi kali ini memang bukan benar-benar karena cewek.

Tidak ada masalah dengan gadis-gadis di kampus itu?

Nggak. Nggak ada. Mereka semua sehat, kok. Yang di Jakarta juga sehat. Lha wong kemarin saya malah baru aja keluar sama teman cewek di kampus. Makan bareng. Biasa. Tapi jangan mikir yang ndak-ndak. Rame-rame, kok. Berlima.

Lha, terus?

Oke, oke, saya ngaku. Tapi, maaf, Mbaknya ini muslim?

Iya, Mas. Saya muslim. Lha kok?

Nggak. Nggak bermaksud menyinggung SARIP. Bukan itu. Maksud saya, Suku, Agama, Ras, dan Indeks Prestasi. Tapi memang kayak yang saya bilang itu tadi, saya lagi ada masalah dengan beberapa manusia yang dibungkus koridor keagamaan.

Lanjut, Mas.

Mbaknya tau tentang manhaj salaf, kan? Harusnya iya, dong. Nah, masalah saya ini berhubungan dengan beberapa oknum yang mengaku menganut manhaj salaf tapi kerjanya suka menghujat dan mencacat orang lain. Hobinya mengklaim orang lain – bahkan yang sama-sama muslim – sebagai ahli bid’ah atau bahkan al-kafirun. Padahal, setau dan menurut saya, hal itu nggak sesuai dengan akhlak yang diajarkan Nabi, karena juga, ternyata dalam dakwah versi mereka, mereka nggak jarang menggunakan kata-kata kasar dan caci-maki.

Jadi Mas Joe merasa akidahnya Mas Joe selama ini disalah-salahkan?

Kasarannya begitu, Mbak. Ya, memang saya ngaku kalau shalat saya sendiri belum jejeg. Tapi ini ternyata bukan sekedar penyerangan kepada akidah, saya pikir. Sebelumnya, saya juga berpendapat kalau mereka itu hobi banget memecah-belah dan mengkotak-kotakkan umat. ‘Kami ini golongan salafush shaleh, kamu bukan. Hanya golongan kamilah yang bakal selamat, kamu tidak. Kalau kamu mau selamat, masuklah kepada golongan kami.’ Biasanya mereka mengkotak-kotakkan umat muslim seperti itu. Merasa paling benar sendiri dan dijamin masuk surga. Belum lagi ditambah pemikiran-pemikiran mereka yang sangat konyol, misalnya dalil versi mereka tentang matahari mengelilingi bumi

.

Nah, lanjutannya, ketika ada yang mencoba berpikir dari sudut pandang lain untuk membantah argumen mereka, biasanya jawaban mereka tidak elegan, bahkan lebih cenderung bersifat personal-attack. Yang diserang bukan pemikiran si pembantah, tapi justru ke pribadinya, disertai hujatan-hujatan dan caci maki. Sangat tidak sesuai dengan gembar-gembor mereka yang mengaku sebagai penegak sunnah Nabi. Mereka, menurut saya, jauh sekali dari akhlak Nabi, bahkan akhlak Khulafaur Rasyidin dan sahabat-sahabat Nabi yang lainnya.

Menurut Mas, shalafush shaleh ini sesat, begitu?

Nggak. Bukan itu poinnya. Shalafush shaleh, kalau menurut pengertian mereka sendiri adalah orang-orang yang berusaha mengikuti jejak generasi terdahulu, generasi yang diklaim sebagai generasi terbaik dalam Islam.

Kalau pengertiannya seperti itu, ya artinya nggak ada yang salah dengan salafush shaleh-nya. Bahkan setiap muslim yang benar-benar berniat muslim pastilah salafush shaleh, pastilah berusaha mengikuti jejak generasi terbaik itu. Tapi menurut mereka, hanya merekalah yang termasuk golongan salafush shaleh. Orang lain, meskipun dia juga muslim, bukan berarti shalasuh shaleh kalau belum tunduk kepada paham mereka.

Sebentar, Mas. Kenapa, sih, kok tiba-tiba ada kecelakaan seperti ini yang melanda Mas. Kronologisnya gimana?

Panjang kalau diceritakan. Inti ceritanya, suatu hari ada seorang dari mereka yang mencacat orang lain, saya yang kebetulan melihat jadi sedikit terusik. Maka mencobalah saya untuk berargumen dengan mereka. Tapi hasilnya ya itu tadi, bukan pemikiran saya yang diserang, tapi pribadi saya. Mana menyerangnya pakai keroyokan lagi. Keroyokan orang itu bareng teman-temannya.

Dikeroyok banyak orang gitu jadinya?

Nggaklah. Cuma sekitar 3 orang rasanya.

Boleh tau siapa aja?

Ehm, bolehlah. Ada yang nama aliasnya Abu Maulid, lalu Abu Aqil, terus ada juga Abu Bakr Ahmad.

Lanjutin ceritanya, dong, Mas.

Ya gitu. Pertama kali saya mencoba berargumen dan berargumen dengan Abu Maulid itu. Lalu datang kawannya yang Abu Aqil itu. Nah, si Abu Aqil ini yang menurut saya sedikit kampret dalam hal personal-attack-nya.

Nama saya kan Joesatch. Nah, sama Abu Aqil, ketika saya mencoba berargumen dengannya

, nama saya ditambahin kata “bang” di tengahnya, jadinya “Joebangsatch”. Tapi kayaknya, sih, sekarang barang buktinya sudah dilenyapkan sama dia. Mungkin gara-gara saya jadi sedikit terprovokasi sama kata-katanya. Yah, untunglah masih ada pihak ketiga yang ikut berargurmen yang sempat saya simpan komentarnya:

pertama buka, sepertinya komentar di sini ada banyak. ada yang pakai bangsat-bangsatan segala ^_^
kok sekarang begitu di refresh jadi hilang ya?
sedang dimoderatori mungkin?

Iya, kami hanya menampilkan komentar yang tidak disertai foto atau gambar makhluq hidup.

saya menyesalkan kalau sampai pemilik web ini memakai kata makian seperti bangsat. sungguh tidak sesuai perilaku nabi seperti yang anda gembar-gemborkan.

Anda mungkin pernah mendengar kisah tentang Khawarij, Rosululloh pernah mengatakan tentang mereka dengan, Anjing-anjing Neraka. Dan tentunya hal ini merupakan jalan akhir setelah upaya menasehati mereka namun tidak diambil pelajaran bahkan mereka bertambah parah dengan kelakuan mereka, semoga kita diberikan petunjuk kepada jalan yang lurus, yakni jalan orang-orang yang telah diberi nikmat atas mereka, mereka para pendahulu kita yang shalih.

Terus ada juga, Mbak.

Emang susah kalo aqal udah ndak mau tunduk ama Ayat. Kalau aqal emang loe-loe pada pake sebagai dalil, kalao udah berwudhu loe kentut maka jangan basuh muka loe, tapi pantat loe…!! pantat loe tu yang salah, kenapa udah wudhu kok kentut,
nah, kalao loe basuh muka juga ya gak masuk aqal ?

Wekz, Mas disamakan dengan anjing neraka. Terus, waktu Mas dibilang bangsatch gimana reaksi Mas?

Waktu itu, sih, saya jelas kepancing sedikit. Saya bilang ke dia, kalau mau bangsatch-bangsatchan datang aja ke Jokja sekalian. Biar tau gimana rasanya dibangsatchin beneran sama orang bangsatch kayak saya. Gitu, Mbak. Pokoknya rasanya pengen saya bantai aja waktu itu.

Meh gelut, Mas? Yakin po?

Wehehehehe… Lho, situ meragukan saya, ya? Mbak belum tau ya kalau saya ini Kyu IV Shorinji Kempo?

Elelhah… Kyu IV? Dahsyat berarti…

Wah, Mbak’e ngawur. Kyu IV itu tingkatan paling rendah sebagai seorang kenshi. Urutannya kalau di kempo justru dari yang besar ke yang kecil. Jadi, Kyu IV-Kyu III-Kyu II-Kyu I-Dan 1-Dan 2-Dan 3-dan seterusnya. Gitu lho, Mbak. Mbaknya hobi ngawur, ah!

Wooo… Jebule mung atlit rendahan. Lha kalau gitu, misalnya Mas nanti didatengin beneran terus dikeroyok, digorok lehernya, terus darahnya Mas dihalalkan, bahkan diminum gara-gara dianggap berkhasiat kayak darahnya Biksu Tong, kepriben ceritane?

Wew, kalau gelagatnya bakal kayak gitu, apa boleh buat, saya ya mending lari saja.

Eh, lari?

Lho, Mbak meragukan saya lagi, ya? Asal tau aja Mbak, jaman esema dulu, waktu paru-paru saya belum degerogoti racun tembakau, saya punya rekor lari cepat 11,7 detik untuk 100 meter.

Halah, angel ngomongan karo Mas’e kie. Gini aja, Mas, balik ke topik kita tadi tentang mereka-mereka yang bangsatch-bangsatchin Mas.

Oke!

Jadi, Mas sekarang merasa terganggu dengan si Abu Aqil ini?

Wah, nggak 100% bener. Nanti saya dianggap nggak solider sama mereka, dong, kalau saya nggak ikut serta melibatkan teman-temannya Mas Abu Aqil ini juga.

So, jadi mereka juga nyolot? Mbok udahlah Mas, jangan berantem terus. Ndak baik. Apalagi Mas Joe ini kan cuma kenshi kelas rendah. Nek digorok beneran gimana hayo?

Ehehehe, si Abu Bakr Ahmad tinggalnya juga di Jokja, kok. Jadi kalau dia mau nggorok saya, dia bisa nyegat saya di jalan kapan aja.

Dia juga nyebelin tho, Mas?

Buat orang yang pernah dicacat sama dia mungkin iya. Tapi buat saya dia justru menggelikan. Dia pernah komentar kayak gini soale:

Tobat ya akhi…
Takutlah terhadap siksaan Allah…
Kamu pikir kamu bisa lari dari siksaannya?
Tidak, bahkan tidak satupun yang luput dari pandangan-Nya

Wakakaka, padahal tau nggak, apa penyebab dia komentar kayak gitu?

Ya ndak tau, Mas. Wong saya di sini itu niatnya nanya sama Mas, kok malah balik ditanya? Dening Mas’e goblok, yak?

Waktu itu saya nulis, yeah, bisa dibilang resensi buku yang judulnya “Iblis Menggugat Tuhan” karangannya Daud Shawni. Cuma, untuk judul resensinya saya pilih kalimat yang saya rasa bakalan bikin orang-orang geblek kebakaran jenggot! Saya pakai judul “Salahkan Saja Allah”. Nah, saya rasa si Abu Bakr ini cuma nonton judulnya aja, ndak dibaca isinya, tau-tau udah nyuruh saya tobat. Tipikal orang yang nggak teliti tapi ngeyel. Cuma menilai komputer dari casing-nya aja.

Itulah, padahal cuma gara-gara judul resensi buku, kalau nggak mau dibilang bajakan, soalnya isi resensi saya cuma berisi kutipan-kutipan dialog yang saya senangi dari buku itu yang isinya sama persis.

Wew, Mas membajak juga berarti. Wooo… Dasar tukang mbajak!

Lho, ndak pa-pa tho? Toh saya sudah dicap sebagai ahli bid’ah, bahkan mungkin darah saya memang sudah dihalalkan, hehehe. Wong mereka-mereka itu ketika saya tanya apa hukumnya pakai barang bajakan juga pada mingkem nggak njawab. Saya nggak yakin mereka bersih dari barang bajakan dalam hidupnya yang berarti sama-sama mengkonsumsi barang haram. Saya nggak percaya kalau sistem operasi komputer mereka bukan bajakan. Saya juga nggak percaya kalau browser mereka, software-software mereka itu original semua. Mereka teriak-teriak nggak ridho kalau misalnya karya mereka dibajak, tapi menutup mata apakah orang lain yang mereka bajak karya-karyanya itu ridho atau tidak. Payah! Maling teriak maling. Masih mending saya kan, yang di rumah pake Open Suse 10?

Udah tho. Jangan gelut.

Yeah, dokter gigi pribadi saya juga bilang gitu.

Dokter gigi pribadi?

Eh, maksud saya dokter gigi kita semua, ding. Hehehe…

Cinta damai aja, Mas.

Lho, saya ini selalu cinta damai. Cuma ya kosik-kosik kalau saya didhisik’i. Saya masih sama, kok, kayak jaman esema dulu, cuma meradang kalau diserang!

Iya, ya. Serangan yang lainnya lagi emangnya apa aja, Mas?

Lhah, ini dia, Mbak. Kuantitas serangannya yang paling banyak memang si Abu Maulid. Tapi dia masih bisa sedikit lebih elegan dari Abu Aqil. Caciannya nggak langsung pakai kata-kata kotor, misalnya aja yang ini:

To: Joesath dan yang lainnya yang sepaham/yang netral

Kalau sesepuh itu mbahmu ya mungkin saja. Hahaha. Kalau kita hidup di zaman Rasulullah, tepat dan cukup kalau bilang saya Islam. Tapi bergulirnya waktu dan penyimpangan yang dilakukan manusia setelah zaman tersebut, maka muncullah aliran-aliran baru dalam Islam, seperti Khawarij, Jahmiyah, Mu’tazilah, Qadariyah, ada lagi Syiah. Mereka ini juga mengaku Islam. Bagaimana kamu akan membedakan diri dengan kelompok mereka? Khawarij, ibadahnya masya Allah, puasanya, shalatnya, saya yakin kamu kalah dibanding mereka. Tapi meskipun “dahsyatnya” ibadah mereka,panutan kita Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tetap menjuluki khawarij dengan “Khawarij adalah anjing-anjing neraka.” (HW Ibnu Majah)Mengapa demikian? Maukah kamu disebut kelompok Khawarij?

Kemudian, kelompok Syiah juga mengaku Islam. Tapi, mereka ubah-ubah Alquran. Mereka mengkafirkan para shahabat Rasulullah, kecuali beberapa saja. Mereka juga menganggap imam mereka ma’shum dan derajatnya lebih tinggi dari para nabi. Mereka ini seperti Yahudi. Para ulama mengkafirkan kelompok Syiah ini. Maukah kamu disebut penganut Syiah?

Belum lagi kelompok Jahmiyah, Qodariyah, dll banyak sekali. Mereka ini mengaku Islam, pegangannya juga Alquran Hadist. Apa mau kamu disebut/dicap dengan kelompok-kelompok sesat ini. Sekarang, pertanyaannya: “Cukup berpatokan pada cara beliau berdakwah (ikon mringis) nggak perlu salafush shaleh. Lalu, pertanyaan saya: Apa dan bagaimana cara Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam berdakwah? Mungkin, kamu yang nggak kelar-kelar kuliah komputer ini bisa menjelaskan dengan dalil Alquran dan Hadist shahih melalui keahlian komputermu? Wallahul musta’an

Perlu diketahui bahwa shalafush shaleh adalah para pendahulu yang shaleh, yakni para shahabat Rasulullah yang hidup di zaman turunnya wahyu, tahu kapan turunnya wahyu, mengerti bagaimana ayat turun, tahu di mana ayat turun, paham bagaimana maksud ayat itu, kemudian mereka langsung mempraktikannya di depan Rasulullah, ketika salah Rasulullah menegur dan membetulkannya, dan Rasulullah ridha kepada mereka para shahabat sehingga beliau shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian…dst.” (HR Ahmad shahih). Kalau dikatakan sebaik-baik manusia, berarti baik dari segala sisi, yakni akidahnya, manhajnya, dakwahnya, ibadahnya, akhlaknya, muammalahnya, dst. Berarti, kalau kita ini ingin baik dan bener serta ingin lurus jalan kita, ya mau tidak mau harus kudu wajib mengikuti para shahabat (shalafus shaleh). Allahu yahdikum

Al Imam Al Albani dalam diskusinya dengan seseorang (Abdul Halim Abu Syakkah, yang direkam dalam kaset yang berjudul “Ana Salafi”, dan inilah sebagian hal yang penting dari diskusi itu:

Syaikh Al Albani berkata: “Jika dikatakan padamu, apa madzhabmu, maka apa jawabanmu?”
Abdul Halim Abu Syakkah: “Muslim”
Syaikh Al Albani: “Ini tidaklah cukup”
Abdul Halim Abu Syakkah: “Allah telah menamai kita dengan muslim (kemudian dia membaca firman Allah), ‘Dia lah yang telah menamai kalian orang-orang muslim dari dahulu (Al Haj 78)’”
Syaikh Al Albani: “Ini merupakan jawaban yang tepat, jika berada pada saat Islam itu pertama kali muncul, sebelum firqah-firqah bermunculan dan bersebaran. Tapi jika tanyakan, pada saat ini, pada setiap muslim dari berbagai macam firqah yang berbeda dengan kita dalam masalah aqidah, maka jawabannya tidaklah jauh dari kalimat ini. Mereka semua, seperti Syi’ah, Rafidlah, Khawarij, Nusayri Alawi (dan lain-lain), akan berkata ’saya muslim’. Oleh karena itu, penamaan muslim tidak cukup pada saat ini.”
Abdul Halim Abu Syakkah: “Kalau begitu, (saya akan berkata) saya adalah muslim berdasarkan pada Al Qur’an dan As Sunnah”
Syaikh Al Albani: “Ini juga tidak cukup”
Abdul Halim Abu Syakkah:”Kenapa?”
Syaikh Al Albani: “Apakah kamu menemukan dari mereka yang telah kita sebutkan tadi, akan mengatakan ,’kami adalah adalah muslim yang tidak berdasarkan pada Al Qur’an dan As Sunnah?’ atau seorang dari mereka berkata “saya adalah muslim yang tidak berdasarkan pada Al Qur’an dan As Sunnah?”

Kemudian Syaikh Al Albani menjelaskan dengan jelas akan pentingnya berada di atas Al Qur’an dan As Sunnah dengan cahaya pemahaman Salafush Shalih.

Abdul Halim Abu Syakkah: “Kalau begitu, saya akan menyatakan bahwa saya adalah muslim yang berdasarkan pada Al Qur’an dan As Sunnah dengan mengikuti pemahaman salafus shalih”
Syaikh Al Albani: “Jika seseorang bertanya padamu tentang madzhabmu, apakah ini yang akan kamu katakan?”
Abdul Halim Abu Syakkah: “Ya”
Syaikh Al Albani: “Bagaimana pendapatmu, bila kita menyingkat kalimat ini (muslim yang berdasarkan pada Al Qur’an dan As Sunnah dengan mengikuti pemahaman salafus shalih), bukankah sebaik-baik perkataan adalah yang singkat namun mempunyai arti yang sangat bermakna, maka kita katakan ini dengan ‘Salafi’”. (Selesai penukilan)

Maka intisari dari percakapan itu adalah penamaan muslim atau sunni tidaklah cukup, sebab semua orang akan menyatakan demikian. Dan Imam Al Albani telah menekankan pentingnya Al Haq untuk membedakan diri dari kebathilan, dengan berdasarkan pada aqidah dan manhaj, yang diambil dari salafus shalih, yang merupakan lawan dari macam-macam firqah dan hizbi yang memahami dien ini dengan berdasarkan pada pemikiran guru-guru mereka atau pemimpin-pemimpin mereka dan tidaklah mereka mengambilnya dari salaf, secara fundamental.

cari juga sumbernya di: www.salafipublications.com, artikel ID: SLF010007

SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN TAUFIK DAN HIDAYAHNYA KEPADA KITA SEMUA. AMIN

Waduh, masalah kuliah Mas disinggung-singgung tuh!

Lha iya. Padahal Mbak tau sendiri, kan, biasanya saya selalu sumeh, gampang senyum-senyum. Tapi kalau saya ditanya masalah kapan saya bakal wisuda, saya pasti bakal ngamuk, hehehe. Overall, sebenarnya ndak pa-pa, sih. Toh yang ngomongin saya kayak gitu belum tentu juga punya kemampuan untuk lolos seleksi buat kuliah di Ilmu Komputer UGM. Saya paling cuma mesam-mesem, kok, kalau yang ngerendahin saya ternyata adalah orang yang tidak punya kemampuan seperti saya, kekeke!

Ada lagi, Mas?

Ada, Mbak. Tata bahasa saya dinilai kacau.

Buat J: Belajar lagi, linguistiknya masih payah.
Buat AB: Belajar lagi, semantiknya amburadul.

Hehehe, menurut saya nggak kacau, Mas. Beliaunya aja yang nggak paham gaya tulisannya Mas dan beberapa teman Mas yang punya gaya tulisan satire.

Itu dia, Mbak. Wong pelajaran makna satire, denotasi-konotasi, majas-majas seperti hiperbola, ironi, litotes, eufimisme, totem-proparte, pars prototo, sinekdok, metafora, dan lain-lain, juga penyempitan dan perluasan bahasa yang kita dapat waktu esempe dulu aja dia ndak paham, kok coba-coba ngomongin linguistik dan semantik? Aneh, tho?

Makanya kadang-kadang saya judeg, Mbak. Maklum dong, meskipun tampan, saya kan juga manusia. Bisa sedih, bisa judeg, bisa marah. Apalagi kalau sampai nama ibu saya dibawa-bawa.

Eh, bawa-bawa kanjeng ibu panjenengan, Mas?

Iya, Mbak

Buat Joe:
Kamuflase! Kalau nggak terima, mengapa engkau menyulitkan ibumu dengan tindak-tandukmu yang kurang terpuji? Bukankah ibumu yang paling utama yang harusnya engkau jaga perasaan dan kehormatannya. Dengan menjadi anak yang baik (nggak slengek-an), patuh (nggak ngecengin cewek yang bukan mahram di kantin karena nasihat ibu untuk belajar bukan untuk nongkrong dikantin-kantin), dan selalu mendoakan ibunya (dengan menjadi anak shaleh, taat agama, dan selalu sibuk dengan majelis taklim) berarti telah memberikan kebanggaan kepada sang ibunda. Allahu yahdikum

Padahal dia kan ndak tau ibu saya kayak gimana. Dia nggak tau karakter ibu saya. Dia mana tau kalau ibu saya nggak suka anak slengekan, ya kan? Nyatanya, kalau saya pulang ke Denpasar, begitu ketemu ibu saya, saya pasti dipeluk dan diciumi meskipun celana jeans saya robek-robek dan rambut saya gondrong kayak John Taylor jaman dulu.

Ibu saya lebih tau juga kalau saya dari kecil akrab dengan teater. Jadinya dia pasti paham dengan karakter saya yang cenderung nyentrik, kata anak-anak.

Dia juga mana tau kalau ibu saya mesenin saya buat belajar dan nggak boleh ngeceng. Dia kan nggak tau kalau ibu saya merestui saya di Jokja buat belajar hidup, bukan sekedar kuliah. Sama ibu saya, saya dipersilahkan bergaul dengan siapa pun, asal saya bisa bertanggung-jawab pada diri saya sendiri. Ibu saya itu hebat. Ibu saya sudah percaya dengan bekal agama yang beliau tanamkan kepada saya sejak saya kecil bakal mampu mengontrol diri saya, setidaknya untuk saya sendiri. Ibu saya, waktu saya esema, nggak pernah ngelarang saya ke Hard Rock, Kamasutra, dan pulang malam. Yang penting saya harus pulang sebelum adzan subuh, punya rumah soale. Shalat subuh harus sudah ada di rumah.

Kok malah curhat, Mas?

Hikz… Maaf, Mbak. Saya kangen ibu di Denpasar…

Ya, Mas. Sing sabar wae, Mas.

Iya, Mbak. Doa’in saya cepet wisuda juga makanya, Mbak.

Udah enakan tho, sekarang?

Much better, Mbak. Lagipula, dari blog yang mengklaim sebagai salafy sesungguhnya, dan dari blog yang lain juga, saya jadi tahu sedikit-banyak kenapa dan latar belakang mereka begitu ekstrim dan fanatik.

Mungkin memang pengaruh imam mereka, sih, Mbak. Konon imam mereka itu memang kharismatik sekali. Bahkan sudah beribadah dan taat kepada Allah sejak 6000 tahun sebelum Adam diciptakan, gyekekeke!

6000 tahun sebelum Adam diciptakan? Oh, saya paham maksud Mas. Mas ini bisa aja. Ngawur, ah, si Mas ini.

Hahaha, saya kan memang suka ngawur. Mbak kayak baru pertama kali wawancara sama saya aja. Nah, ada lagi yang mau ditanyain?

Ndak, Mas. Dah cukup. Gara-gara Mas, saya juga jadi kangen ibu. Udah, Mas. Makasih. Dah cukup. Kan katanya Mas mau bobo siang? Disambung kapan-kapan lagi aja, Mas.

Sama-sama, Mbak.

This entry was posted in The Battle of My Life. Bookmark the permalink.

149 Responses to Bertemu Salafy, Bantai Salafy

  1. antobilang says:

    waw!
    PERTAMAX….

    nanti deh komen lagi kalo slafy2 udah nongol disini…

  2. Evy says:

    Walaah Joe sudahlah maafkan kekasarannya, mas Antosalafi nya sudah tobat kepada Allah dan sudah capai, udah damai2, sikat gigi bobo…

  3. joesatch says:

    antobilang:::
    ohohoho..pancen tukang tawur! :P

    Evy:::
    wah, kecuali perkara bawa2 ibu saya, lainnya saya fine2 aja kok, mbak. yang masalah ibu, waduh susah…ndak bisa melupakan secapat itu :) ehehehehe…

  4. Evy says:

    Yang penting ibumu bangga to punya anak kamu, aku aja bangga kok dadi dokter gigi pribadimu hahahaha… tosss…,cuma kok cuman ga lulus2 iku rodo bikin mumet juga kali hehehe… namanya ibu Joe kasih sepanjang jaman, wis ojok mewek.. anakku yo ngamuk nek ibune di sentuh… maklumin sajalah Joe…

  5. Mr. Geddoe says:

    Uh, absen dulu sajalah… :P

    Hati-hati, mas Joe… :o

  6. sora9n says:

    Waduh Joe…

    Judulnya kok gitu sih? Isinya beda lho dari semangat tulisannya… :P

    Kayak nggak tau aja, ada lho orang yang menilai komputer dari casingnya? :D

  7. Iya, lho. Padahal Oom Wadehel saja sudah mulai memperlunak titel-titel entry-nya tuh… :P

  8. calm joe…kita2 dibelakangmu, ini lho alasan kenapa saya dibelakangnya si joe Joe aku gabung nang Counter Strike koq kebagian senjatane mung bambu runcing seh?! piye arep menange kuakakkkakkk… :lol:

  9. deking says:

    Komentar sing siji mau dihapus wae Joe. Thanx
    Maaf Mas Joe, saya juga punya satu pertanyaan untuk Mas Joe berkaitan dengan perkataan sang kyai. Bagaimana pendapat Mas Joe tentang pendapat beliau yang ini:

    Iya, kami hanya menampilkan komentar yang tidak disertai foto atau gambar makhluq hidup.

    bukankah tumbuhan juga merupakan salah satu makhluk hidup ciptaan Alloh? Lalu kenapa ada salah satu ogolongan mereka yang selalu memakai avatar gambar bunga? Bukankah bunga itu termasuk makhluk hidup juga?Tetapi kenapa komentar dengan avatar bunga itu tetap dimuat? Apakah karena itu gank yang selalu membantu ya?
    Bagaimana pendapat Mas Joe tentang hal ini?

    Catatan:
    1. Aku pernah berkomentar seperti pertanyaan2ku tadi tetapi juga dihapus.
    2. Sepertinya pak kyai sudah mengedit komentar beliau tersebut karena aku pernah baca ada émbél2 kata go to hell
    Jadi tanggapan beliau awalnya seperti ini:

    Iya, kami hanya menampilkan komentar yang tidak disertai foto atau gambar makhluq hidup….. go to hell

  10. Ntar mas.. saya copy dulu, trus saya telaah dulu di rumah beserta link-link-nya, sambil minum jeruk anget, plus roti bakar.. biar badan saya tambah guemukk.. :)

  11. peyek says:

    Sabar… kalo begini terus, kapan selesainya? debat kusir, saling menyumpal mulut dengan ayat & hadist, sabar joe, ayo ngopi karo ngerokok dhisik.

  12. joesatch says:

    sora9n:::
    waduh, gimana ya…kadang2 saya memang kepengen mengajak kepada budaya teliti, hehehehe.

    Mr.Geddoe:::
    nah, itu dia. sama kayak jawabanku di atas. biar nggak kebiasaan gitu lho

    Sugeng Rianto:::
    koen neng dapur umum bae. amankan wanita dan anak2, sementara saya “berjuang di jalan dakwah” :P

    deking:::
    kalo aku sih tetap pada prinsipku semula yang menganggap gambar itu tidak haram. selain karena alasan keharamannya nggak cetho dan terkesan taklid buta, gambar juga sudah terbukti membawa lebih banyak manfaat dibanding mudharat buat umat manusia.

    Hanichi Kudou:::
    gimana? sudah gemuk? :)

    peyek:::
    ndi? ndi? jarum super karo kopimix, lho :D

  13. Aswaja says:

    Salam wr wb

    Nyebarin TBC ah…

    Wassalam wr wb

  14. antobilang says:

    wah..blum ada yang dateng.

    *balik lagi, ga jadi lempar granat*

  15. Mr. Geddoe says:

    *celingak-celinguk sambil nenteng lightsaber*

  16. Fourtynine says:

    Kafir Kamu™. enak ga di bilang gitu? tersinggung to? makanya lebih baik komentarnya begini saja : Wah, ganteng banget si Joe! Tulisan kamu bagus deh, bener bagus. (*ga nyambug! yang penting komen*)

  17. cK says:

    wah…ekstrem :-?
    *masih pusing abis baca tulisannya panjaaaaang banget*

  18. Assalamu’alaikum, anak muda…
    Semoga Allah membaguskan amalan-amalan kita dan seluruh kaum muslimin Indonesia…
    Juga memberi Hidayah kepada seluruh kaum muslimin.

    Barokallahufikum….

  19. Luthfi says:

    EDYANNNNNNNNNNNNNNN
    DOWO TENAN

  20. Luthfi says:

    koreksi par 22
    Shalafush shaleh, kalau menurut pengertian mereka sendiri adalah orang-orang yang berusaha mengikuti jejak generasi terdahulu, generasi yang diklaim sebagai generasi terbaik dalam Islam.

    ada yang salah dech kayaknya
    salaf = sin, lam, fa, artinya yang sudah lalu/lewat
    ash-sholeh = shod, lam, ha …. pakai al berarti ma’rifat (bukan nakiroh), artinya you knowlah …
    berarti salafush sholeh = orang2 yang sudah terdahulu + sholeh, biasanya ditujukan kepada generasi awal.

    Nah, kalo definisi yang kamyu™ tulis (ketik) itu Joe, kayaknya pengikutnya dech (salafy), ada tambahan huruf mirip kayak huruf ya’

    *ah susah banget kalo kompinya gak ada arabic font*

    *kembali ngerjain TA*

  21. wadehel says:

    WAW, judulnya benar-benar menyeret pembaca untuk mbaca sampe abis :) )
    *tidak terlalu menyesal sih*

    Btw, itu serius ga sih? masa iya pemimpin kharismatik salafy itu dia? Kok kelihatannya agak-agak terlalu sesuai gitu?

    Kalau sampai nongol tulisan pembungkaman terhadap anjing lagi harus cepet2 dibingkai tuh.

    Btw, kenapa ya mereka mau bersusah payah untuk memecah belah?

  22. joesatch says:

    Aswaja:::
    TBC? TBC apaan ya, mas?

    antobilang, Mr.Geddoe:::
    terlaknatlah kalian, wahai para tukang tawur :P

    Fortynine:::
    makaci…makaci…yah, saya memang tampan :P

    cK:::
    ekstrem? semoga cuma kesan dari judulnya aja ya

    mohamad fachrurozi:::
    waalaikumsalam.
    amin, yang lebih tua :)

    Luthfi:::
    wow, trimakasih buat pencerahannya.
    dengan ini, kesalahan ketikan saya anggap sudah terralat :D

    wadehel:::
    sudah dibilangin kalo saya ngawur, kok :P
    wah, saya belum punya cukup kapasitas buat njawab pertanyaan terakhir. coba tanya ke yang bersangkutan aja. mungkin ada di halaman visi-misi di manual-book mereka, hehehehe

  23. kudzi says:

    Hiduuupp Joe…
    Curhat nih joe ??

  24. antobilang bilang, perangnya pindah ke sini. tapi mana perangnya?

    *mencari medan perang*

    *jujur, postnya nggak dibaca :P *

  25. cK says:

    iyaaa… yang ekstrem cuma judulnya aja :)
    tapi kamu berbakat lho bikin tulisan. Kayak lagi baca koran ato artikel internet gitu. Seru coy…

  26. venus says:

    lhaaaa….rameeeeee….
    belom capek, joe? sudah lah, naaaaakkk…. mari kita salam2an, jangan gontok2an, bantai2an, anjing2an, kecuali bawa2 nama ibu. lhoh ini pesan damai apa malah ngomporin? hahahaha…

    tenang, joe… tarik napaaaasss, keluarin. tarik napas lagiiii, keluarin lagi.

    (jangkrik, joe, atiku yo panas sakjane!! hehehe…)

  27. Kang Kombor says:

    Nyiapin tulisan ini berapa lama?

  28. Yudhis says:

    wahahhaa.. dab,makane to nama sampeyan ditambahi abu ne.ben terkesan “piyeee” no loh.hihihi,diganti ae dadi abu gosok.hahahhaa

    ,salam kenal,mas dab

    -yudhi.

  29. Pingback: eh,serius ini blog gue. :: megang mana ? :: March :: 2007

  30. anung says:

    wis ra kuat yo?
    hehehe

  31. manusiasuper says:

    Koment 31!!!! *sing penting bangga*

    Saya kira komande perang lagi, sudah siap-siap bawa panci buat stand by di dapur umum. Taunya malah narsisme joe keparat yang cuma mau cerita kalo dia itu kangen ibunya, dia itu Kyu IV Shorinji Kempo, cewenya banyak, belum kelar skripsi…

    Halah…

    *ngeloyor balik, pancinya saya tinggal, siapa tau perlu*

  32. wirawax says:

    wahai salafy -dan semuanya yang pengin masuk surga, pake sofwer bajakan itu haram tauk!
    setelah keterima di ilmu komputer ugm -dan keluar, sekarang saya lagi berusaha keras migrasi abis ke os gratisan gara-gara tau pake sofwer bajakan itu HARAM.
    jadi kalo pengin jadi muslim sejati dan masuk surga, seharusnya kita menghindari tindakan mbajak alias nyolong walaupun empunya barang yang dicolong atau dibajak itu orang kafir.
    seharusnya ‘salafi’ yang masih pake sofwer bajakan itu cari ilmu dulu gimana hukumnya pake sofwer bajakan. kan al-ilmu qabla qaul wa amal. jangan sudah pake sofwer bajakan malah dipake utk ngumpatin orang.

  33. Lita says:

    Halah. Kupikir aku udah cukup nekat karena lumayan sering bikin tulisan yang panjang di blog. Ternyata ada yang lebih nekat daripada aku. Hihihi…

    Cep… cep… semoga keselnya cepet reda. Kalo mau diturutin, ya jadinya kesel terus. Ya dirimu, ya dia (eh, mereka ding) juga. Napsu saling membalas deh jadinya.

    Kutunggu pilemnya. Satrianto show, toh? Weqeqeqeq…

  34. Ndak ada yang ngalah ya kaya’ gini jadinya….
    Budayakan berkata dengan cara yang baik…ocey…

  35. yudhipras says:

    @Mba lita

    satrianto show,mulai tayang jam brapa ? *anakbaru,soalnya* qeqeqeqe… *duduk manis menanti jam tayang*

  36. nomercy says:

    dari beberapa lama waktu lalu saya berusaha untuk tidak memberi komentar pada beberapa posting berhubungan …
    sabar … sabar … sabar …
    ikhlas … ikhlas … ikhlas …
    terus menerus saya pakemkan dalam hati saya …
    entahlah … mungkin dengan ilmu yang sedikit ini saya sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mengungkap wawasan hati saya …
    hanya saja saya tahu, dengan sedikit pengetahuan ini saya telah berusaha terus menerus untuk menggerakkannya dalam hidup dan kehidupan saya … sedangkan banyak di antara kita hanya dapat bersyair merdu bersuara mendayu sedangkan langkahpun seperti bunga yang layu …

    ada sebuah cerita:
    di suatu kelurahan dan di gang sempit, seorang anak muda sedang asyiknya beradu debat dengan temannya, tetangga sebelah rumah, tentang sesuatu hal berhubungan dengan aturan sholat. betapa asyiknya mereka saling beradu argumentasi, dan ini didukung karena keduanya merupakan lulusan sekolah agama ternama di tempatnya masing-masing. tanpa sadar, seorang lelaki tua telah lama mengawasi mereka, bahkan sangat dekat dengan mereka. sampai ketika lengan dengan jari jemari lusuh itu menyentuh pundak salah satu anak muda itu sambil berkata, “anak muda, hentikan sebentar pembicaraan kalian. coba kalian pikir, bagaimana kalian bisa berbantah-bantahan tentang aturan dan hukum sholat seberapa waktu lamanya, padahal waktu sholat sudah masuk dan kalian masih ribut di sini. ayo, kita sholat berjamaah di masjid di depan sana. ngobrolnya disambung nanti saja. oya, daripada kalian ribut tentang hal itu, lebih baik kalian panggil orang-orang supaya mereka turut sholat berjamaan” ….

  37. ^Y^ says:

    ik weet niet het hoe te te zeggen!
    ik geloof dat niet!
    waarom? (why)
    sesama muslim,,,,, niatna baek eh malah jadi GA BAEK
    kepriben toh?
    gyahahahahahahahahahahaha
    semangad Joe!

    jadi, kapan neh nerus ke S2 FIB?
    gyahahahaha

  38. joesatch says:

    kudzi:::
    saya kangen mama, zi

    cK:::
    apa??? maap, saya bukan tukang koran!!! :P

    venus:::
    teringat ibu, tidak ada kata capek buat saya, mbak :D

    Kang Kombor:::
    spontan, kang. ndak pake persiapan. tapi ngampetnya sih memang sudah lama, hehehehe.

    Yudhis:::
    jangan yang itu, ah. abu gosok kurang menjual. kuran berbau timur tengah. eh, “gosok” bahasa arabnya apa ya? kalo ada yang tau, nanti ta’pake deh nama itu :)

    anung:::
    ngampet…ngampet…wis suwe ngampet janjane. meledak gara2 asmanipun kanjeng ibu

    manusiasuper:::
    bawa aja pancinya, mas. di sini konsumsinya delivery service kok. ndak lepel masak sendiri :P

    wirawax:::
    sesekali saya juga masih mbajak. yah, nasib anak kos…

    Lita:::
    sebenernya kalo dari awal diskusi debatnya elegan, ga pake maki2an, jadinya juga nggak bakal kayak gini lho, mbak. sumpah :D

    Heri Setiawan:::
    setuju, mas. semoga anjuran mas ini didengar oleh semua pihak: budayakan berkata dengan cara yang baik

    nomercy:::
    entah ya, mas. saya udah nyoba kayak gitu juga. tapi ternyata bener, sabarnya manusia ada batasnya, hiks…hiks…

  39. joesatch says:

    ^Y^:::
    yeah, maksudnya mungkin memang baik (sepanjang memang niatnya bukan memang pgn menghujat dan mencaci maki, lho), tapi caranya itu yg ga baik.
    FIB? kayaknya aku mau kawin, eh nikah dulu aja deh :P

  40. dewo says:

    Keren. Selamat berjuang.

    Salam.

  41. antobilang says:

    sepi..
    btw, joe bagaimana kabarmu? hati2 ya kalau di jalan2….
    saya khawatir kamu kenapa2…

    *pulang dengan tangan kosong dan wajah lusuh…..*

  42. Mr. Geddoe says:

    Sudah masuk rumah sakit, mas? :P

  43. Rizma Adlia says:

    siapa yang masuk rumah sakit??

  44. lho,,
    partai oposisi belum nongol ya?

    #deKing
    pak de, aku juga pernah nanya soal bunga,,tp hilang tak berbekas..

  45. he he he ono-ono bae kang sampean ini…tapi bagus dech.
    lha wong orang salafy itu gak mau di foto dan moto (mengambil foto), katanya haram…tapi di saku para ulama mereka yang di Saudi sono tuch ada fotonya para raja Saudi…gimana gak, lha wong uang real Saudi semuanya ada fotonya…kalau haram, ya bagi-bagi aja ke orang yang gak percaya foto itu haram, atau buang aja ke lumpur Lapindo gichu…

  46. yudhipras says:

    butuh ambulan,cepat saji ? silahkan hubungi ym saya serdadoe_bejad@yahoo.com.ambulans akan segera datang,sesuai dengan pesanan :D *kekekekekekke*

  47. Mr. Geddoe says:

    aku juga pernah nanya soal bunga,,tp hilang tak berbekas..

    Mas yang salah! Nanya itu yang bisa dijawab! :P

  48. mr.geddoe
    biasanya ada orang yang sewot ni kalo daku dipanggil “mas”,,
    mana ya dia?

    *celingak celinguk cari si…*

  49. bayuleo says:

    joe … mending ke pajeksan aja dulu lotse2 menghangatkan badan …ato nimbrung sama anak2 sastra di bonbin … sukur2 bisa ikut nyimeng …. damai.

  50. joesatch says:

    dewo:::
    trimakasih. salam juga ;)

    antobilang:::
    alhamdulillah, baik2 saja. kayaknya besok senen masih bisa ikutan mid semester manajemen proyek :P

    bayuleo:::
    astaga, kalo pajeksan aku kapok! ngoplosnya ndak ada takarannya, sak senengnya yang jual. sudah pernah hampir sakaratul maut gara2 itu. pertama sih manis…manis…manis…lama2 kok eneg ya…dan diakhiri terkapar di kasur, kekekekeke

  51. joesatch says:

    salafyindonesia:::
    itulah, kang…
    kdg2 saya juga heran dgn inkonsistensi mereka :D

  52. @singduweblog:
    “..your intelligent doesn’t make me scare but stupidity does..”

  53. Mr. Geddoe says:

    @singduweblog:
    “..your intelligent doesn’t make me scare but stupidity does..”

    Whehehe, grammarnya amburadul tuh :P

  54. joesatch says:

    Tholabul Ilmi:::
    lho, antum ngawur :P
    saya tidak berniat menakut2i kok.
    lha nyatanya, memang ndak ada satu komentator pun di atas yang ketakutan, kan?

    dan terimakasih, frase your-intelligent yang antum tulis, setidaknya sudah “sedikit mengakui kemampuan otak saya” :D

  55. joesatch says:

    Mr.Geddoe:::
    huehehehe, mbok tolong dikoreksi sekalian

  56. don’t get the point, do you? ah, nevermind!

  57. joesatch says:

    Tholabul Ilmi:::
    ah, poin2 antum paling2 juga sama dengan poin2 orang2 yang “saya sebutkan di tulisan saya”. iya tak?

    Pokoknya™ saya salah kan? hehehehe ;)

  58. Mr. Geddoe says:

    don’t get the point, do you? ah, nevermind!

    Sudah benar, mas, tapi pemakaian huruf kapitalnya…

    Hahaha, paham Pokoknya™ nih… :(

  59. anung says:

    Ayo gawe SalafyTube..
    piye?

  60. Amd says:

    @ Mr Geddoe
    Itu si Hanamichi jenis kelaminnya perempuan! Bisa-bisanya kau panggil dia Mas! Pasti karena avatarnya ya?!?!
    *Mode sewot ON*

  61. TeknoPertanian says:

    # amed
    bener, hana itu jenis kelamin perempuan, tapi kalau orientasi sih…meragukan..
    wakakakak

  62. yudhipras says:

    hedop salafy !! pokoke salafy !! pokoknya ™ salafy is bedest !! eh de best !!

  63. diditjogja says:

    hahahahaaa………….terus joeeeeeeee!!!!!!!!!!! hajar ajaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!

    joesatch dilawan!

    nek gak kalah edan gak menang…wkaakakakkk…
    salute joe! kapan kui majalah bobo dijak pres konferen?

  64. orido says:

    aseli euy aku sih gak mau ambil pusing ama berbagai golongan ini-itu dalam islam..
    mending aku gembor2kan biar balik kepada pegangan islam, yaitu AlQur’an dan hadist…
    yg penting aku liat bener ato ngga dengan berdasar pada Qur’an dan hadist, klo emang bagus dan sesuai dgn Qur’an dan Hadist, yo uwis aku jalankan… lillahi ta’ala.. semoga Allah swt menerima amal ibadah..

  65. Mr. Geddoe says:

    Bisa-bisanya kau panggil dia Mas! Pasti karena avatarnya ya?!?!

    Huaaah, cewek pakai avatar Hanamichi…!?
    (Biasanya kalau cewek, bukannya pakai avatar Kaede…? -_-’)

    aseli euy aku sih gak mau ambil pusing ama berbagai golongan ini-itu dalam islam..
    mending aku gembor2kan biar balik kepada pegangan islam, yaitu AlQur’an dan hadist…

    Kalau Qur’an no comment deh, tapi kalau hadith, ini sumber masalahnya. Memilih hadith yang valid itu susah… Lain mahzab, lain sumber, lain lagi hadithnya, dan itu kerap kali bertentangan.

  66. Pingback: Satu | dari album dewa « Who am I

  67. Dell's says:

    Aduh bang, sebaiknya kalau ada ketemu orang2 ngaku salaf seperti itu yang malah mlesetin nama sampeyan ( yg jadi bangsat itu), tolong dicuekin saja mas ( atau dilaporin saja ya ? ).

    Para Salafush sholeh terdahulu tidak pernah menjelek2kan ngawur kayak dicerita diatas. Saya juga dulu (dikampus) sering bergaul dengan para salafiyun tapi ya boro2 menghujat, ketemu ya mesam mesem. Pas ngobrol ya biasa saja, haha hihi masalah dosen juga sering2 saja, kalau masalah ibadah memang mereka gak ada toleransi, jika ada hal yang diperdebatkan, ya mereka bicara dengan dalil tapi ya dengan perkataan yang baik/biasa saja. Saya juga pernah mengadukan hal seperti (masalah hujat2 dan nasehat2 “bermutu” lainnya) ini ke rekan2 saya yang salaf, mereka jelas kaget mendengar ada yang ngaku salaf seperti itu
    :)

  68. Raffaell says:

    BUset dah, mas joe, aku mbaca nya dari pagi sampe masuk siang, enak, ajarin dong bahasa penulisanya….

  69. yudhis says:

    piye mas dab ? sepi sepi ae ketoke.opo lagi ngasah arit karo si wadehel ? *wakakakakkaka*

  70. syifa says:

    aku detuju dithik karo tulisan iki. mung aku wegah nek duwe anak koyo kowe Joe, tenan…

  71. joesatch says:

    anung:::
    nggawene sih insya allah iso. tapi isine meh opo? pussycat dolls njoget? helelhah… wong gambar itu hukumnya haram tau, menurut mereka :P

    diditjogja:::
    kemarin bbrp hari yang lalu, di kantin mipa selatan, kekekeke…
    mesti ndak liat tho? makanya yang rajin ke kantin ;)

    orido:::
    sebenarnya saya juga ndak mau ambil pusing sih, pak. tapi begitu personal saya diserang, saya merasa harus menggelinjang, aeh…menggeliat ;)

    Mr.Geddoe:::
    he’eh, kalo masalah hadis susah sih. cuma, rasanya, sumber masalahku dengan mereka selama ini adalah pertanyaanku tentang alasan dan latar belakang hadis itu muncul yang ndak pernah dijawab sama mereka. makanya menurutku dalil mereka rada2 konyol, dan kayaknya memang taklid buta sama ulama2 mereka deh. lhah, sejarah timbulnya hadis itu yang aku tanyain sama mereka nggak pernah dijawab soale

    manusiasuper:::
    ada di bak cuci belakang, mas. kemarin dipake masak indomi sama anak2

    Dell’s:::
    aduh, dik, saya harus ngelapor kemana? ke polisi? lha takutnya barang buktinya sudah dilenyapkan sama mereka :P

    Raffaell:::
    errr…aduh, jangan disuruh ngajarin dunk. aku jadi ndak enak, hehehe…
    tapi aku suka baca2 karangannya seno gumira ajidharma sama bagus takwin. yah, banyak2 mbaca aja kayaknya resepnya ;)

    yudhis:::
    sik2, konsen neng mid semester sik

    syifa:::
    aku yo wegah nduwe simbok koyo kowe :P hwewewe…

  72. wandira says:

    woh judulnya serem mas, omong omong salafy itu opo toh ? *linglung mode on *. Enaknya gomongin “f di kata salafy diganti r” saja.

  73. Pingback: Saya, Kita dan Keresahan Itu « All That I Can’t Leave Behind

  74. anung says:

    ya isine ojo gambar.mung crito2 wae…
    opo nek ora gambar tapiisine pelem2 dokumenter tumbuh2an

    kekeke..nek gambar ora oleh terus foto katepe nggo opo yo?

  75. Mr. Geddoe says:

    Malah kalau membaca kitab-kitab hadith, terlalu banyak cerita yang menurut saya ngawur dan malah merendahkan Rasul :( Padahal katanya shahih. Makanya saya cenderung hati-hati kalau ngelihat hadith :P

    Dan, ya, memang benar, validasi hadith sampai sekarang nggak jelas metode-metodenya :(

  76. wawan says:

    mungkin kurang berbotot ya….
    auch tuchhhhhhhhh

  77. telmark says:

    salafytube ?? paling isinya cumen kata makian buat yg protes.

  78. Fourtynine says:

    Mana perangnya? Manaaaaaa????????? Audience kecewa nich!

  79. joesatch says:

    wandira:::
    penjelasannya ada di tulisan saya di atas kok, mas. salafy ya kurang lebih masih satu lingkup arti dengan salafush shaleh, kok

    anung:::
    nung, kamu tau kan, kalo video dan gambar itu hukumnya “pokoknya” haram! nah, salafytube-nya mau diisi apa coba? hayoooo…..
    mending aku berburu video klipnya pussycat dolls njoget

    wawan:::
    kurang di sebelah mananya e, mas?

    telmark:::
    sekali lagi: gambar dan video itu “pokoknya” HARAM!!!

    Fourtynine:::
    mereka lagi kehabisan amunisi kayaknya. padahal tombak kyai slamet-ku udah diasah lho :P

  80. dihaz says:

    hem……….
    kalo boleh tanya ya….. kira2 yang mengata-ngatai bid’ah dan sejenisnya itu besuk klo mati masuk surga nggak ya? klo masuk masuknya gimana kira2 trus itu jaminan masuknya berapa persen?

    trus kira2 yang ngomong alirannya paling benar itu apa dijamin klo amal dan ibadahnya diterima Allah?
    mbok ya g usah cari menang ato salah. wong belum tentu benar juga. saling hormat apa kaya mbawa batu 1 kwintal se….

  81. erander says:

    Ada hikmah yang saya dapat setelah membaca posting ini. Yaitu istilah SARIP .. wah, ternyata Indeks Prestasi itu termasuk juga ya? hwakakakak :D .. nyantai aja men. Perbedaan itu rahmat kok. Kebenaran hanya milik Allah. Yang penting sudahkah kita membawa kedamaian dimuka bumi ini?

  82. kudzi says:

    Kesel juga sihh ama si Orang Salafy itu joe…
    Menurut saya… Koq bisa – bisa-nya mereka menJudge bahwa mereka adalah yang “Paling benar” dan Orang yang “Diluar Kelompok” mereka “Pasti Salah” ?
    dan Menurutku sekali lagi yang berHak menentukan Benar atau Salah ya nanti di Pengadilan Allah…

    Kangen sama “mama” ?? si Tikachu ?? (itu mah belum jadi “mama” kaleee ??? inget… haram – haram joe ….)

  83. joesatch says:

    dihaz:::
    waduh, kang, saya ndak punya kompetensi yang valid untuk menjawab pertanyaan itu. saya balikkan aja semuanya ke Tuhan saya. coba tanya sama Beliau, deh :)

    erander:::
    selalu mencoba, pak. tentunya sambil berusaha tidak menyalahkan yang berbeda di sekitar saya. doakan saya aja supaya selalu konsisten :D

    kudzi:::
    sama ibuku beneran, BOL!
    toh kalo cuma “kangen”, di jokja juga banyak obatnya. di concat atau gejayan, misalnya…kakakakaka!
    tapi tenang, hati saya cuma buat seorang. yang lainnya? silahkan, tapi cuma sebatas tubuh saya saja ya! :P

  84. aLe says:

    Salam kenal dari aLe mas Joe.
    wah capek bngt bacanya, smp2 lngsung baca koment aja ^_^
    mas mas, mbok ya yg damai aja… piss gt loh’s :P hehe…

  85. lambrtz says:

    saya sharing antar umat beragama joe (wah dah komen kesekian ya? ga pernah ngenet lagi sih)
    gereja katholik juga dulunya (sekitar abad 15-16) kaya gitu, bersikeras kalo matahari mengelilingi bumi, dan mereka pun menghukum galileo galilei.
    tapi toh akhirnya setelah berabad2 mereka mengakui itu dan merehabilitasi nama galileo
    saya pingin nulis di blog mereka tapi nanti dibilang kafir
    malah dikejar2 hehehhe (makanya saya ga kasih nama asli + foto, kalo mau liat ya di FS aja)
    itu kan namanya jump in the fire
    kalo saya milih fight wire with water
    bukan fight fire with fire :D

    **** FUNDAMENTALISM!
    (u know that 4 asterisks, dont u? :D )

  86. lambrtz says:

    btw jadi inget rurouni kenshin. waktu sanosuke mau difoto, dia jadi takut gara2 nanti jiwanya disedot sama kamera :p

  87. Mr. Geddoe says:

    Berarti, sabar, tunggu berabad-abad sampai Salafi-nya sadar? -_-’

  88. Suluh says:

    Cuma sempet baca tulisannya… koment2nya belum…

    Sebagai seorang mantan pengagum salafi (4-5 tahun yang lalu, khususnya di jogja yang berafiliasi ke “Abu Nida” bukan “Jakfar Umar Tholib”, bisa dibedakan dengan majalah As Sunah untuk golongan pertama, dan majalah Salafy untuk gololongan yang kedua), saya cukup tergetar dan terperangah juga membaca koment dan postingan dari para penganut “salafiyah”.
    Keras, dan Keras! Mungkin seperti karakternya Umar bin Khottob yang juga Keras!(Ini sejauh pengetahuan sejarah sahabat saya, mohon dikoreksi kalau salah)

    Saya pernah dan sedang bergaul dengan para pemeluk salaf (terutama karena di keluarga saya juga banyak penganut salaf, rujukannya Syeh Bin Baz almarhum, atau Nasirudin Al Albani), dan sejauh pergaulan dan perkenalan saya, jarang yang sekeras para “blogger salaf”. Mungkin karena karakter yang melatarbelakanginya yang masuk ke dalam diri mereka, atau bisa juga karena hal lain.

    Dengan demikian saya mohon, walaupun para blogger salaf cukup keras dalam koment maupun artikel di blog mereka, jangan lalu menyama-ratakan atau menggeneralisir bahwa itu terjadi di dunia nyata atau dunia sehari-hari. Masih banyak pengikut manhaj salaf yang santun dan sopan dalam berdakwah. Seperti terjadi di lingkungan saya contohnya. Mereka santun dan tidak memaksa sejauh yang saya ketahui (9 tahun mengenal dan bergaul dengan mereka). Bahkan tiap jumat ada giliran khutbah dari khotib kalangan salaf. Masjid yang berdiri di dusun saya (Sewan, SEdayu, Muntilan, Magelang) juga merupakan salah satu sumber dana awalnya dari kalangan mereka (36 juta dari 150 juta total)

    Semoga dimengerti…
    Salam Haru

    Haqiqie Suluh
    (sengaja kopi paste dari komentku yang lain, Maafkan)

  89. manusiasuper says:

    Nyari joe neh, mau nagih biaya sewa panci…

    Perang is perang, tapi bisnis itu kejam boss..!

  90. walah..
    daku ga on 2 hari aja kok udah rame di sini,,

    #buat para manusia (apa iya?) yg ngebahas diriku
    itu si tekno pertanian kurang ajar,,
    yakin lo orientasi gw ga jelas?kyanya lo deh yg paling tau orientasi gw kmana,,
    trus mr.geddoe, emangnya ce ga blh pake avatar hanamichi ya?lha wong saya sukanya sm hanamichi bukan rukawa,,ce2 emang biasanya suka rukawa soalnya ganteng, tp diriku suka hanamichi yg pinter tp bodoh,,
    amd,,ah, terima kasih..senengnya ada yg belain,,

    eh, blm ada ranjau balik dr salafy ya?

  91. sora9n says:

    Damai, damai…. :-”

    *sambil siul-siul*

    Indahnya dunia… m_(^_^)_m

  92. Mr. Geddoe says:

    trus mr.geddoe, emangnya ce ga blh pake avatar hanamichi ya?lha wong saya sukanya sm hanamichi bukan rukawa,,ce2 emang biasanya suka rukawa soalnya ganteng, tp diriku suka hanamichi yg pinter tp bodoh,,

    Maaf, maaf, maaf :(
    Lha, tentu saja Hanamichi lebih ganteng, itu ‘kan sudah jelas :P

  93. abu asad says:

    Wahai joe, anda ini kan berurusan dengan segelintir orang, kenapa anda menggeneralisir keseluruhan salafy.
    Saya sebagai orang salafy tidak terima dengan judul anda, salafy itu lemah lembut dan hanya berdebat dengan baik dan jika manfaatnya baik. Tolong diralat judulnya (karena itu terlalu menggeneralisir). Apabila anda berurusan dengan segelintir orang, langsung sebut saja nama orangnya jangan ajarannya.
    Apakah adil jika ada orang indonesia yang bodoh dikatakan semua orang Indonesia bodoh!
    Terimakasih, tolong perhatiannya.

  94. Mr. Geddoe says:

    Ah, buat mas Suluh, saya setuju. Sebenarnya menurut sumber yang saya baca, gerakan Salafi sendiri sekarang terdiri dari dua jalur yang terkesan malah berlawanan. Yang pertama adalah Salafi yang berkembang biak sekitar satu abad lalu, menyerukan ijtihad dan (ironisnya) sangat kompromis, dan yang kedua salafi kontemporer yang justru keras.

  95. Dimashusna says:

    Eaaalaah bahasan “salafy” ya muter2 situ aja. Mbok ya kalo bisa bicara lebih luas, seperti mengangkat kebobrokan ekonomi umat menjadi maju. Daripada mbahas TBC (tahyul, Bid’ah, Khurofat) melulu.
    Umar Bin Abdul Azis aja sukses dalam waktu kurang dari setahun mengangkat perekonomian rakyatnya. naah yg kaya gitu dicontoh.

  96. joesatch says:

    aLe:::
    salam kenal juga, mas ale

    lambrtz:::
    tentu saja. beberapa saat kkn bareng kamu, sudah cukup buat aku menilai apa isi **** itu :P

    Suluh, abu asad:::
    ohohoho, saya tidak menggeneralisir, lho. isi tulisan saya jelas2 menunjuk pada sekelompok penganut salafy tertentu (berlawanan dengan judulnya). jadi, tolong dibaca lagi aja tulisan saya kalo ndak yakin. tentang judul…yeah, sekedar trik klasik buat ndatengin pengunjung aja :D

    manusiasuper:::
    kelihatannya, tidak ada kesepakatan awal yang menunjuk pada hal itu :P

    calonorangtenarsedunia:::
    sudah ada, kok. bahkan dari salafy versi “yang sesungguhnya” juga ikut ngasi konfirmasi

    sora9n:::
    maunya juga gitu sih. damai…tanpa bawa2 ibu ;)

    Dimashusna:::
    semoga mereka-mereka yang dimaksud, bisa memahami tulisannya mas dimas :)

  97. atheis says:

    nha nek wis koyo ngono…sampai kapan komu mo deket2 Tuhan…semakin kmu deket smakin cepet kamu dipanggil…ha3…

  98. joesatch says:

    lho, ndak pa-pa. asal pas dipanggil saya udah dapet jaminan bakal tinggal di firdaus sambil ditemanin bidadari2 yang katanya keadaannya bakal perawan terus menerus, semakin cpt dipanggil maka saya akan semakin senang ;)

  99. aku ning Jogja..

    koe rung tau dijotosi toh?

    rene, tak jotosine..

    koe cen kemaiki, Joe..

    njaluk dijotosi..

    *ngasah pedang, menghalalkan darah si joe*

  100. dokter keren says:

    sebenarnya salaf merupakan suatu jalan memahami dien ini saja…. benar juga apa yang disampaikan di atas banyak pikiran konyol yang muncul dari golongan yang mengatasnamakan salafy, namun tolong jangan digeneralisir… sebagian mereka memng kolot dan susah beradaptasi dengan dunia modern dan tidak ilmiah! namun banyak pula sebagian dari salafiyun yang sangat berhasil dan cerdas dalam memahami salaf yang sebenarnya. salaf artinya dahulu, secara garis besar begini, saat menisbatkan diri kita beragama islam maka yang harus kita ikuti adalah golongan yang pertama kali terjun dalam islam ini, yaitu salafus shalih ( rosulullah, khulafaur rasyidin, sesudahnya, dan sesudahnya) karena merekalah yang lebih dekat dengan kebenaran dalam memahami dien ini. Namun yang harus digarisbawahi adalah, penisbatan salaf harus juga diikuti dengan perkembangan budaya dan sosial dimana dia berada! budaya dan sosial jaman dulu beda dengan kita! KITA TIDAK BOLEH MENIRU DENGAN PERSIS!!!! karena masalahnya sudah banyak berbeda dengan dahu;lu namun KITA HARUS MENGMBIL NILAI2NYA. yang sya sayangkan dari orang salaf ya seperti ini, sukanya mengaku benar sendiri, suka menjelek-jelekkan pihak lain (bahkan banyak ustad jelekin ustad),MENYAKITI HATI ORANG LAIN DENGAN KATA2NYA (DISERTAI DALIL PULA) membid’ahkan, mengkafirkan dsb! PADAHAL AKHLAK SEPETI ITU SAMA SEKALI TIDAK DIAJARKAN ROSULULLAH DAN PARA SAHABATNYA! nah loo….

    INTINYA BOLEH SAJA KITA MENGAKU SALAF BAHKAN HARUS!!!! TAPI YA HARUS MENYESUAIKAN DENGAN JAMAN DAN KEADAAAN SOSIAL DIMANA KITA BERADA!!! UNTUK SAUDARAKU KAUM MUSLIIIN… JANGAN BERPECAH BELAH… PLIZ… INI AKAN MELEMAHKAN UMAT… PERBEDAAN MEMANG SUDAH DIGARISKAN! NAMUN SIKAPILAH DENGAN BIJAKSANA! SAUDARAKU SALAFIYUN… PERBAIKI AKHLAK2 ANTUM, JANGAN SOMBONG DENGAN ILMU YANG TIDAK SEBERAPA ITU…. DAKWAHLAH DENGAN HIKMAH! MUDAHKAN! JANGAN MEMPERSULIT!!!
    SEMOGA ALLAH SELALU MEMPERERAT HATI-HATI KITA DALAM SATU KEIMANAN DAN KETAGWAAN

    untuk artikel tentang salaf ini silakan kunjungi blog saya, sya akan membahasnya lebih jauh,insya Allah

  101. dokter keren says:

    oya satu lagi, anda kan di jogja,ilmu komputer pula,banyak teman2 anda yang salaf… terutama mahasiswa ugm, coba anda datang ke maskam, masjid pogung raya, masjid teknik ugm, masjid al ashri pogung, dan masjid sekitar ugm lain, disana banyak berkumpul komunitas salaf namun mereka sangat santun dan sy kira banayak dari mereka yang benar-benar memahami salaf dengan baik. ;-)

  102. joesatch says:

    wong salap eh sarap:::
    wegah, lik! aku ra gelem pedang2an karo kowe. saya bukan homo! maap :P

    dokter keren:::
    waduh…itu dia, pak. saya kesulitan memasuki komunitas mereka. mereka pasti terheran2 seperti anak2 masjid kampus itu ketika ada seorang anak muda berambut gondrong berombak dengan anting perak di telinga kiri, dan sebatang jarumsuper di sudut bibir tiba2 mendatangi majlis taklim mereka, hohohoho

  103. klikharry says:

    wah…bahaya neeh..udh maen bantai-bantaian…
    *takut..lari ah*

  104. pramur says:

    Numpang nimbrung nih Mas…
    Hampir saja saya menganggap bahwa tulisan ini bermaksud untuk menggeneralisir sebuah kaum bertajuk salafy. Soalnya pertama kali lihat judulnya sih… :-)
    .
    Bagaimana kalau kita adakan debat terbuka sahaja Mas.. Nanti dari seksi dokumentasi akan membuat versi VCDnya, terus dijual dengan harga murah di Masjid Kampus, dengan tajuk “Mantan Salafy Menggugat”. Eh, ga cocok ya? Pokoknya sama dengan sebagian besar tajuk postingan di blog ini. Sifatnya kontroversial! Kekekeke…
    .
    “sales-mode = ON”

  105. Pingback: Memanusiakan manusia dengan kasih sayang « Catatan Harian Soe Genk Gie

  106. lambrtz says:

    walah joe, emangnya aku bajingan juga ya :p
    sori ye, eike ga kaya ente :p

    btw kalo situ mo menyusup ke dalam golongan mereka, tentu saja situ harus menyesuaikan. situ harus pake jubah putih2, menanggalkan anting, memelihara jenggot…ada yang kurang? oh ya binatang peliharaan tolong dikunci rapat2 di kandang, ok?

  107. chiell says:

    Buat semuanya aj.

    Kalo ada ap2 mas Joe tolong saya dikabari.

    Sapa tahu ak jadi bisa jalan2 k Bali, ke rumahnya mas Joe n ketemu bapak-ibunya.

    Tapi kalo g bisa, y saya cuma bisa bilang: I’m sorry to hear that.

  108. Aswaja says:

    Mana yach si ABU ABU itu…. abu jahal, abu lahab dan abunya abu.

  109. Pingback: Salafy Bikin Ulah Lagi. Dan Kali Ini Saya Tidak Boleh Diam™ « I’m not King, Queen, or Gods. I’m just Slankers

  110. Pingback: Andai Saya Ikutan NT2007, Saya kok Yakin Bakal Jadi Pemenang, Lho! « Taman Berteduh

  111. Kaezzar says:

    Sempet maen ke blog salah seorang diantaranya…
    Di satu bahasan, saya cuman komen

    Pantes aja Islam g maju2…hehehehehe

  112. Pingback: sakit hati ... « Jurig Incorporated

  113. Fran says:

    Assalammu’alaikum Joe…
    Salam kenal nih dari Bandung.
    Lagi wae nemu blogmu mergone yo antosalafy juga.

    Aku ya rada bingung dengan si antosalafy ini…katanya orang yang mengikuti Rasulullah dan para sahabat. Tapi dari gaya dan cara dia menanggapi pertanyaan dan komentar orang yang ingin tau sangatlah bertentangan. Dari yang dapat aku simpulkan, dia selalu merasa paling benar, dan jika ada orang yang bertanya dengan pertanyaan yang bisa bikin dia keblingsatan dalam menjawabnya, maka pertanyaan itu tidak ditampilkan atau diedit habis2an. Takut kalau kebenaran yang dia agung2kan jadi tidak terlihat benar lagi.

    Aku pernah ngasih komen di blog dia…dan juga komen2ku ada yang diedit bahkan ada yang tidak ditampilkan sama sekali. Padahal aku tidak menggunakan avatar apa pun, tidak menggunakan tulisan atau bahasa yang kasar/vulgar dan lain2. Cara dia dalam menjawab sangat tidak menyenangkan. Contohnya di http://antosalafy.wordpress.com/2007/04/23/bidah-mengucapkan-shadaqallahul-adhim-setelah-membaca-alquran/#comment-486

    Kalau menurutku kalau memang sesuatu itu benar, apasalahnya diikuti, dan malah suatu keharusan. Tapi cara dan gaya si anto ini bikin orang2 jadi tidak percaya dengan kebenaran yang dia bawa.

  114. joesatch says:

    nggak cuma anda kok, mas. beberapa rekan blogger juga sering mengalami mutilasi pertanyaan, hehehehe

  115. bams says:

    afwan, saya mau nanya, kamu kuliahnya dimana sih?. setelah saya membaca artikel kamu. saya dapat menyimpulkan bahwa kamu ini pasti mahasiswa filsafat yah… tolong kirim jawaban kamu di email saya ” Abu_asykari@yahoo.com

  116. joesatch says:

    salah, mas…
    (saya jawab di sini aja ya…)
    dulu, waktu saya masih muda, masih jadi staf di org mahasiswa, saya sering jadi staf divisi dana usaha yang tugasnya nyari sponsor kalo kampus ngadain acara.

    biasanya saya berdua sama temen saya, tepe, keliling jokja buat ngider nyari sponsor. dan, nggak jarang mbak-mbak front office di company tujuan saya itu bertanya ke saya setelah nanya ke tepe, “…kalo masnya, kuliahnya juga sama kayak mas tepe ini?”

    “iya, mbak. kenapa?”

    “oh, saya pikir malah anak sastra atau filsafat. habis, tampangnya masnya nggak kayak anak ILMU KOMPUTER!”

  117. akoedw says:

    aku ae sampek bingung
    beh kok iso sampek uadoh ngono tho

    aku sampek lali opo ndek mau judule
    lha iyo sampean iki lo mas, lha kok persis arek filsafat,
    eh tapi spurone sing akeh lho mas,
    aku percoyo nek sampen kuwi cah ILKOMP
    iso didelok teko modele guyon,

  118. saidedwin says:

    hehehe ternyata ada juga yang seperti itu ya…
    bukannya Islam itu rahmatanlilalamin.
    yah semoga mas joe diterima disisinya.

  119. Geddoe says:

    yah semoga mas joe diterima disisinya.

    He??? 8O

  120. eko says:

    asslamu’alaikum…..

    wah..wah…artikel mas ini sangat panjang sekali , mas / mbak.. begini lho,yang namanya salafy itu tetaplah benar. kenapa ? jelas..salafy itu mengkuti yang namanya jejak2 orang salaf. apa itu salaf? salaf ialah orang orang 3 generasi sesuai yang dijelaskan rasulullah shalallahualaihi wassalam, yaitu generasiku,generasi tabi’in , generasi tabiut tabi’in(murid tabi’in). nah salah satu ulama dengan manhajs alaf ialah: syaikh utsaimin,syaikh al-albani,syaikh robi..dan masih banyak lagi mas/mbak. nah saya bleh tebak nih ya,knp kok anda merasa marah dengan salafy:
    1. karena itu bertentangan dengan hati anda yang penuh dengan dosa ddosa,sehinnga hati selalu menggoda anda untuk menyimpulkan hal – hal diatas.
    2. karena anda selelu mangutamakan akal dalam meneliti hadist atau alquran,sehinngga anda seperti salah arah dalam menjalanani dien ini. miriplah dengan orang filsafat..

    nah makanya mas/mbak,intropeksi diri ya..anda berani membantai salafy bererti anda siap-siap saja untuk menghadapi panasnya neraka. wallahua’lam.
    maaf jika ada yang kurang berkenan.
    waslm

  121. joesatch says:

    akoedw:::
    hohohoho, bingung? saya juga bingung kenapa banyak yg bilang kayak gitu :P

    saidedwin:::
    makasih doanya, mas. doa buat jangka panjang kan? :D

    eko:::
    wa’alaikumsalam. wah, masnya salafy juga? salafy beneran kan? manusia kan? bukan tuhan kan? kok tau kalo saya penuh dosa? padahal catatan2 apakah saya penuh dosa atau penuh pahala itu dibawa sama malaikat roqib & atid, lho. apa malaikat2 itu pernah online Y!M sama mas eko? :D
    kayaknya artikel saya nggak bener2 dibaca ya? soalnya pertanyaannya mas sebenernya sudah saya jawab di artikel saya, kok. kalo ttg kebingungan mas atas jati diri saya, semuanya ada profil saya ;) atau malah di tulisan2 saya sebelumnya.

  122. dedex says:

    karena udah malem bacanya ga sampai selesai nih… belakangan ini saya juga merasa pusing karena habis di keroyok yg mengatas namakan salafy… ada 4 orang salafy dan saya hanya seorang diri. awalnya sih ngobrol biasa, ujung2nya sampai juga merasa diri mereka yang paling benar.

    dulu sebenarnya saya simpatik dengan mereka. tapi setelah jauh lebih jauh mencoba untuk mengenal..(niatnya sih mau belajar agama dari komunitas mereka) mereka lebih jauh. tapi apa yang terjadi, semakin hari semakin terasa aura konflik di didalamnya. dan yang saya raakan hanya kesombongan yang ada pada diri mereka yang mengatasnamakan
    salaf(i)… ya sutralah lahh akhirnya.. saya mencari amunisi untuk setidaknya menahan mereka tapi bukan untuk menyerang.

    saya tidak suka menyerang.. tapi apa boleh buat saya terus di serang dan saya juga harus bertahan.. kalo lagi mood serang gantian deh…

    tujuannya bukan agar saya menang, tetapi agar mereka sadar apa yang mereka perbuat. menghujat orang seenak saja. mengoreksi orang lain padahal mereka sendiri belum beres..

    sekali lagi ya sutra lah…
    hehe maaf jadi numpang ngblog.. :)

  123. wong biasa says:

    hmm.

    no comenlah..

  124. Nynjee says:

    assalaamualaikum warahmatullah wabarakaatuh,

    saya bukan siapa-siapa, saya sekedar browsing kebetulan lewat blog kalian ini… saya cuman ingin menasihatkan bahwa apapun pandangan kita, yang salafy tapi akhlaqnya tidak mencerminkan salafus shalih, atau yang benci salafy sebab ulah segelintir pemuda yang mencoreng nama salafy itu… Apapun juga anda, anda semua tetaplah muslimin yang mengimani al-Quran dan as-Sunnah. So mari kita gunakan akhlaq dan adab islam yang diajarkan al-Quran dan as-Sunnah untuk berdiskusi, menulis, berargumentasi dan berbantahan yang baik. Tidak mengapa berbantah, berbeda pendapat, mengeluarkan pendapat asal sejalan dengan adab islam. Dan tujuan akhir adalah mencari kebenaran, bukan mencari kemenangan perdebatan.

    Ingatlah setiap perbuatan kita, ucapan, tulisan, sampai hati kita akan ditanya oleh Allah pada yaumul hisab.

    “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” [al-Israa 36]

    Demi Allah seandainya saya tidak karena prihatin membaca forum diskusi kalian ini, saya tidak ingin sekali-kali membuka halaman ini apalagi sampai menulis pesan disini.

    jalan salafus shalih sudah nyata benar, bagaimana tidak mereka orang yang langsung mendapat pelajaran islam dari sang pembawa ajaran ini (Nabi shallallahu alaihi wa sallam) kemudian mereka mengamalkan ajaran itu dalam suka dan duka perjuangan yang panjang dari kelaparan diembargo kaum kafirin sampai peperangan, kondisi diperbudak sampai akhirnya mereka dimuliakan Allah dengan Islam. hingga mereka bisa menguasai dunia, membuat keadilan diatasnya…

    tapi sebagai generasi penerus pantaskah adab dan akhlaq kita seperti saat ini ???
    semoga Allah memberi petunjuk

    akhukum fillah.
    wassalaamualaikum

    (alghurahy)

  125. hnim says:

    assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh,

    kebenaran dalam aqidah Islam adalah apa yang dilandaskan pada Al QUran dan Sunnah dengan pemahaman yang benar, bukan dengan akal pikir yang disesuaikan dengan kemauan pribadi.

    Coba Joe ganti kacamata dulu, kalau sebelumnya Joe dongkol dengan kalimat2 yg Joe ceritakan di atas, bisa jadi kacamata yang Joe pakai saat itu sedang ga cocok. Coba ganti kacamata dulu, minus apa silinder Joe? :D

    Segala yang dimulakan dengan basmalah tiadalah sia (insya Allah), namun sesuatu yang dimulai dg amarah pastilah nafsu yang berkuasa…..

  126. abu hanzhalah zevian says:

    BANTAI..BANTAI..BUNUH…
    WAH…ANARKIS NIH!!!

    kalo dah g bisa membantah dengan dalil….maka urusannya adu otot…

    BANTAI….

  127. dedex:::
    nggak pa-pa kok, mas. nggak perlu minta maaf segala :)

    Nynjee:::
    oh, tentu. ajaran salafush shalih sudah pasti benar. tapi interpretasinya bisa jadi tidak benar.
    matahari mengelilingi bumi, eh? ;)

    hnim:::
    silinder 1 yg kanan, minus 0.75 yg kiri.
    wah, kalo “dianjingkan” dan dicap kafir, walopun gonta-ganti kacamata kayaknya ga akan pernah cocok, deh, hehehehehehe…

    abu hanzhalah zevian:::
    memang. anarkis banget, mas abu.
    kalo ga bisa membantah dengan dalil, maka lawan diskusinya langsung dianjingkan, dikafirkan, dicap sebagai ahli bid’ah, dihalalkan darahnya, dan sebagainya, dan sebagainya…
    ckckckckckck…anarkis sekali ya? saya juga heran dengan orang2 (yang suka ngaku sebagai) salafy itu

  128. Annisa says:

    Mas Joes sing sabar mas. Ojo gampang nesu lan uring-uringan.
    Yuk mawas diri, mungkin pemahaman awake dewe sing kurang bener.

    Mas, pahame wong Nasrani kan ora bener to? (opo sampeyan arep mbenerke, yen sampeyan mbenerke, berarti sampean dudu wong muslim, lan sampeyang klebu golongane deweke). Ciloko kan..

    Tapi womg Nasrani iku yen dikandani menowo pahame deweke iku ora bener, deweke yo ndebat mas, malah jarene deweke pahame deweke sing bener, lha pahame wong islam sing gak bener. Cobo direnungke. Ojo-ojo awake dewe iki koyo wong Nasrani iku mas…

    Mas Joes, sesuai kesepakatan Jumhur ‘Ulama Ushul Fiqh, bahwa semua ibadah itu asalnya haram. Kecuali yang dituntunkan/diajarkan oleh Rasulullah. Ingat lho yo hanya dalam wilayah ibadah. Kalau diluar ibadah ya bukan.

    Coba sekarang kita ini kan biasa tahlilan. kalau kita kembalikan ke Ushul Fiqih, pernah nggak Rasulullah mencontohkan. Lha kalau Rasulullah nggak pernah melakukan, itu artinya sampeyan dan saya sudah melakukan bid’ah, dan itu hukumnya haram (kembali ke ushul fiqih lho ya).

    Seandainya “tahlilan” itu baik, sudah pasti Rasulullah dan sahabat dekatnya akan mengamalkan. Lha kalau Rasulullah dan sahabat dekatnya nggak pernah mengamalkan, ya artinya nggak baik.

    Firman Allah:
    ….. telah kusempurnakan agamamu (Islam) dan Aku Ridlo Islam menjadi agamamu…..

    Maksudnya risalah dan contoh-contoh yang dismpaikan oleh Rasulullah itu (yang terkait dengan ibadah/syar’i) telah sempurna, maka jangan mengurangi dan jangan menambahi.

    Kalau kita masih suka nambah-nambahi, bisa diartikan kita mengingkari ayat tsb kan mas Joes…..

    Malah kita sering membid’ahkan orang lain yang suka melakukan “hisab”. Itu artinya kita yang nggak paham agama. Untuk mencari tahu kapan jatuhnya tanggal 1 Ramadhan misalnya, itu bukan masuk wilayah ibadah, bukan masuk wilayah syar’i, tapi ini merupakan usaha manusia untuk mengetahui kapan jatuhnya tanggal 1, lha yang masuk wilayah ibadahnya itu ya shaum Ramadhan itu.

    Itulah sekedar contoh, marilah kita mawas diri, kita sakit hati kalau ada orang lain mengatakan amalan kita itu bid’ah, tapi nyatanya kita melakukannya kan mas…

    Dan kita sendiri juga membid’ahkan orang lain, tapi nyatanya kan bukan kan mas…

    Yuk kita cepat-cepat bertobat, dan kembali belajar dinul Islam sesuai Qur’an dan Sunnah.

    Janganlah kita mengaku-aku Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, sementara banyak sunnah-sunnah yang kita tinggalkan.
    Sementara ini yang kita fahami sunnah adalah sunnah fiqih, yakni apabila kita amalkan kita akan dapat pahala, dan bila kita tinggalkan tidak apa-apa.

    Sedangkan pemahaman yang benar bukan hanya seperti itu. Apa yang diperintahkan oleh Rasul (Sunnah Rasul) wajib kita amalkan/laksanakan.

    Contohnya memelihara jenggot… ya untuk mas Joes wajib mengamalkannya, karena memelihara jenggot itu diperintahkan oleh Rasulullah bagi laki-laki. Kecuali kalau mas Joes bukan laki-laki, ya nggak wajib gitu…

    Gimana mas Joes, nggak muring-muring lagi khan…

  129. hmmm…
    silaturahmi itu baik ga?
    kalo berdoa itu baik ga?
    lebih baik mana, kumpul2 dalam rangka silaturahmi sambil main gaple atau silaturahmi sambil berdoa bareng2?

    wohooo…kumpul2 sambil berdoa itulah yang kami istilahkan dengan tahlilan. jeleknya di mana coba? apa karena nggak pernah dicontohkan rasul? jaman dulu kan memang belum ada istilah tahlilan; sama dengan jaman dulu belum ada istilah ipod. modifikasi ada tataran istilah bukan sesuatu yg haram kan? ;)

    atau ada yg mau bilang kalo rasulullah nggak pernah mencontohkan kita supaya bersilaturahmi? ada yg mau bilang juga kalo rasul nggak pernah mengajari kita berdoa?

    sekarang saya tanya aja, apakah kumpul bareng temen2 trus berdoa sama2 dan mengingat Allah itu termasuk suatu perbuatan dosa? ;)

  130. Annisa says:

    Shelling Ford:
    wohooo…kumpul2 sambil berdoa itulah yang kami istilahkan dengan tahlilan. jeleknya di mana coba? apa karena nggak pernah dicontohkan rasul? jaman dulu kan memang belum ada istilah tahlilan; sama dengan jaman dulu belum ada istilah ipod. modifikasi ada tataran istilah bukan sesuatu yg haram kan?

    atau ada yg mau bilang kalo rasulullah nggak pernah mencontohkan kita supaya bersilaturahmi? ada yg mau bilang juga kalo rasul nggak pernah mengajari kita berdoa?

    sekarang saya tanya aja, apakah kumpul bareng temen2 trus berdoa sama2 dan mengingat Allah itu termasuk suatu perbuatan dosa?

    ?????????????????

    Firman Allah: ……telah Ku sempurnakan agamamu (Islam)…..dst

    Urusan syari’ah/ibadah, yang telah dicontohkan oleh Rasulullah sudah sempurna mas Shell….
    Lha kalau mas Shell masih bikin ibadah baru (yang nggak dicontohkan Rasulullah), artinya selain mas Sheel mengingkari ayat diatas, mas Shell juga merasa lebih pinter dari Rasulullah…

    Mas Shell, baca tahlil itu baik, bahkan diperintahkan, yang nggak baik itu kan “tahlilan”
    “Tahlilan” baik menurut mas Shell, tapi belum tentu baik menurut Allah dan Rasul-Nya.

    Silahkan amalan mas shell tsb diuji dgn kalimat berikut:

    Seandainya amalan (….”tahlilan”….) itu baik menurut Allah dan Rasulnya,sudah pasti Rasulullah dan sahabat dekatnya akan mengamalkan / mencontohkan.

    Trus kita cari di Hadits, kalau ada berarti amalan itu baik menurut Allah dan Rasul-Nya. Lha kalau nggak ada di Hadits artinya mas Shell merasa lebih pinter dari Rasulullah. Guuuuampang banget…..

    Berdoa itu juga juga sangat dianjurkan mas, tapi kalau do’a bareng-bareng mas Shell punya Haditsnya tolong dong saya diberi…

    Mas Shell tahu nggak di desa mertua saya, satu pedukuhan itu merupakan pedukuhan Pancasila. Penduduknya ada yang Islam, Katholik, Protestan, Hindu, Budha. Khong Hu Cu aja yang nggak ada. Tapi kalau ada orang yang meninggal, baik dari agama apapun, selalu mengadakan selamatan 3 hari, 7 hari dst. Ironisnya, kalau yang meninggal dari orang muslim, saat ada acara 3 hari, 7 hari dst itu semua pada datang. Bayangin orang muslim dido’ain orang Nasrani, Hindu Budha dst…

    Dan sampai saat ini yang selalu jadi pertanyaan saya, acara 3 hari, 7 hari dst itu tuntunannya siapa? Kalau itu tuntunannya Islam trus ditiru ama agama lin sih malah baik, celakanya nanti kalau itu ibadahnya orang Budha, trus kita yang meniru…..

    Oleh karena itu marilah kita kembalikan pada Al Qur’an dan Hadits…. insya Allah kita selamat dunia dan akhirat mas…

    Mas Shell nggak perlu malu ama kelompoknya dan nggak perlu takut ama Kyainya, untuk kembali ke tuntunan sesuai Qur’an dan Hadits….. coba tanya pada nurani mas Shell, pasti mereka akan membenarkan apa yang saya sampaikan… silahkan coba

  131. Makanya, agama itu ‘kan yang penting nurut. Mau bengis, intoleran, memecah belah, arogan, barbar, asal nurut, masuk surga. Ndak ada gunanya berbudi pekerti, agama *katanya* ndak peduli yang semacam itu. Agama itu soale *katanya* seni manggut-manggut, bukan berpikir…

    Makanya, yang tahlilan itu nanti bakal masuk neraka. Dibakar selama-lamanya. Ndak peduli apa dia berdoanya ikhlas, sampai menangis, atau apa.

  132. Annisa:::
    eh, yakin rasulullah nggak pernah berdoa bareng sama sahabat2nya? yakin po? ;)
    sekarang, andaikata rasulullah masih hidup, kalau beliau ditanya, “mana yang lebih baik, kumpul2 bareng temen dan mengajak mereka mengingat Allah, atau kumpul2 sambil main gaple?” kira2 rasul bakal menjawab yang mana? :)

    sama saja, “tahlilan” itu nggak baik menurut salafy, tapi apa “tahlilan” itu juga sudah pasti nggak baik menurut Allah dan rasul-Nya? ada jaminan?

    btw, saya nggak pernah takut untuk kembali ke tuntunan qur’an dan hadist. saya tidak takut pada siapapun, entah itu kyai2 NU, cendikiawan muslim muhammadiyah, ataupun syaikh2 salafy. dan islam yang seperti yang saya yakini sekarang inilah yang saya yakini sesuai dengan qur’an dan hadist.

    kalau cuma sekedar ngaku2 bahwa “fatwa golongan kamilah yang paling bener dan shahih” semua orang juga bisa. tapi siapakah yang paling tahu tentang kebenaran mutlak? syaikh2, kyai2, cendekiawan2 muslim itu, ataukah Allah? :) apa jaminannya kalau fatwa dari syaikh2 salafy skrg ini adalah yang paling benar di mata Allah? apa pernah Allah memberi sertifikasi bahwa penganut paham salafy yang ada sekarang ini adalah golongan ahlusunnah murni seperti golongan ahlusunnah jaman sahabat nabi dan murid2 mereka? apakah Allah pernah memberi garansi bahwa penganut paham salafy yang sekarang ini pastilah masuk surga?

    yang nggak saya suka dari sebagian salafy adalah, sambil mengaku-ngaku, mereka juga mencap orang lain (saya, misalnya) yang tidak sepakat dengan mereka sebagai ahli bid’ah? hei, apa mereka itu pernah melihat jumlah amalan dan dosa saya yang dibawa roqib dan atid? ;) yakinkah apa saya ini bener2 ahli bid’ah? apa garansinya?

    tentang orang muslim yang didoakan oleh umat lain, apakah itu salah? anda yakin nggak sih kalo Tuhan itu cuma satu? perkara doa mereka mau dikabulkan Tuhan atau tidak ya itu urusan Tuhan. yeah, kecuali kalo anda punya pikiran bahwa mereka berdoa kepada Tuhan mereka masing-masing yang mungkin di akhirat sana masing-masing Tuhan itu akan berebut mengklaim orang yang didoakan itu sebagai umatnya, barulah anda boleh khawatir :D

    menurut anda, Tuhan itu ada satu atau ada banyak?

    Kopral Geddoe:::
    lho, Tuhan yang kejam seperti itu kan Tuhan yang disembah orang2 yang ngakunya salafy, iya tak? kalo Tuhan saya sih saya yakin nggak seperti itu. Beliau tahu niatan dan isi hati tiap makhluk-Nya, kok. apa itu istilahnya…ah, ya…mahatahu dan mahaadil :D

  133. assalamu’alaikum..
    maaf mas setelah saya baca dan melihat keterangan yang mas sampaikan saya merasa dakwah yang haq janganlah dilihat oleh person-personnya yang melakukan karena mereka bukanlah manusia yang maksum mereka juga manusia. maaf atas tulisan tulisan ini, jika apa yang dikatakan oleh mas anto , abu maulid, abu aqil dan lainnya benar bukan berarti itu menyalahkan ajaran yang dibawa. Jujur mas saya setelah belajar manhaj salaf saya menjadi mengerti hakikat saya ddidunia, meskipun saya masih banyak salah dan dosa, namun setahu saya semenjak saya memahami ttg islam dengan pemahaman salaf ini saya jadi lebih baik dari sebelumnya.Saya jadi tahu bahwa kita dalam beragama itu harus pakai dalil dari Alquran ataupun hadist Nabi yang shohih.jujur mas setelah saya belajar manhaj salaf adalahsaya mendapati bahwamanhaj ini manhaj yang haq yang TIDAK seperti yang dikatakan DIATAS seperti perkataan menghalalkan darah kaum muslimin bahkan para ulama salafushsholih menjelaskan larangan membunuh seorang muslim ataupun orang kafir selain kafir harbi(kafir yang memusuhi kaum muslim. Bahkan kafir yang masih dalam prjanjian dengan kaum muslim saja dilarang untuk dibunuh. jadi perbuatan bom bali dan sebagainya iu terlarang. merusak tumbuhan juga dilarang jika tidak ada manfaatnya seperti untuk makanan hewan piaraan, menyembelih binatang saja harus tajam pisaunya. begitu juga masalah yang lain. saya harap mas admin dan yang lainnya bisa mengerti dan tidak menyalahkan ajarannya. memang saya melihat fenomena adanya orang-orang yang mengaku salafy itu keras tapi itu bukan sebagai dalil bahwa salaf itu seperti orang tadi. semoga tambahan ini meluruskan pemahan yang rancu antara salaf dan orang yang mengaku sebagai salafy.
    wassalamu’alaikum..

  134. tenang saja, mas. yang saya sebutkan di atas cuma oknum2nya aja, kok.
    saya juga yakin kalo setiap muslim pastilah berusaha mengikuti jejak rasul. yang saya tidak suka cuma sekelompok orang yang suka mengklaim bahwa jejak rasul cumalah milik kelompoknya. kayak yang sudah pasti masuk surga tanpa hisab aja. ya, nggak? ;)

  135. TAKERAN says:

    Kalo ketemu orang yg ahli dzikir, maka kita akan terbawa suasana dzikir, melihat wajah ulama menyenangkan hati…
    tp kalo ngeliat wajah salapi…bawaanya pengen nabok mukanya, biar ada senyum dikit…
    Mulutnya bau…
    kebanyakan menghujat…
    ih…

  136. dirantingcemara says:

    Ahlussunnah itu adalah manhaj, tetapi kalau salafy itu bukanlah manhaj, mereka tetaplah firkoh. Siapa saja yang mengaku dirinya pengikut Alqur’an dan Assunnah, serta pemahaman para salafushshaleh baik ia berorganisasi atau tidak, baik ia berpartai atau tidak, maka ia adalah ahlussunahwaljama’ah. Dan tentang penyebutan salafy itu adalah istilah baru. tidak bisa kita sandarkan kepada ucapan Syaikh Albani rahimahullah semata.
    Allohua’lam bishshowab.
    Itu saja.

  137. Eko Ujianto says:

    Apa Itu Manhaj Salaf
    ??? ???? ?????? ??????

    Mengapa Harus Bermanhaj Salaf ?

    Orang-orang yang hidup pada zaman Nabi adalah generasi terbaik dari umat ini. Mereka telah mendapat pujian langsung dari Allah dan Rasul-Nya sebagai sebaik-baik manusia. Mereka adalah orang-orang yang paling paham agama dan paling baik amalannya sehingga kepada merekalah kita harus merujuk.

    Manhaj Salaf, bila ditinjau dari sisi kalimat merupakan gabungan dari dua kata; manhaj dan salaf. Manhaj dalam bahasa Arab sama dengan minhaj, yang bermakna: Sebuah jalan yang terang lagi mudah. (Tafsir Ibnu Katsir 2/63, Al Mu’jamul Wasith 2/957).

    Sedangkan salaf, menurut etimologi bahasa Arab bermakna: Siapa saja yang telah mendahuluimu dari nenek moyang dan karib kerabat, yang mereka itu di atasmu dalam hal usia dan keutamaan. (Lisanul Arab, karya Ibnu Mandhur 7/234). Dan dalam terminologi syariat bermakna: Para imam terdahulu yang hidup pada tiga abad pertama Islam, dari para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tabi’in (murid-murid shahabat) dan tabi’ut tabi’in (murid-murid tabi’in). (Lihat Manhajul Imam As Syafi’i fii Itsbatil ‘Aqidah, karya Asy Syaikh Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab Al ‘Aqil, 1/55).

    Berdasarkan definisi di atas, maka manhaj salaf adalah: Suatu istilah untuk sebuah jalan yang terang lagi mudah, yang telah ditempuh oleh para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tabi’in dan tabi’ut tabi’in di dalam memahami dienul Islam yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Seorang yang mengikuti manhaj salaf ini disebut dengan Salafy atau As Salafy, jamaknya Salafiyyun atau As Salafiyyun. Al Imam Adz Dzahabi berkata: “As Salafi adalah sebutan bagi siapa saja yang berada di atas manhaj salaf.” (Siyar A’lamin Nubala 6/21).

    Orang-orang yang mengikuti manhaj salaf (Salafiyyun) biasa disebut dengan Ahlus Sunnah wal Jamaah dikarenakan berpegang teguh dengan Al Quran dan As Sunnah dan bersatu di atasnya. Disebut pula dengan Ahlul Hadits wal Atsar dikarenakan berpegang teguh dengan hadits dan atsar di saat orang-orang banyak mengedepankan akal. Disebut juga Al Firqatun Najiyyah, yaitu golongan yang Allah selamatkan dari neraka (sebagaimana yang akan disebutkan dalam hadits Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash), disebut juga Ath Thaifah Al Manshurah, kelompok yang senantiasa ditolong dan dimenangkan oleh Allah (sebagaimana yang akan disebutkan dalam hadits Tsauban). (Untuk lebih rincinya lihat kitab Ahlul Hadits Humuth Thaifatul Manshurah An Najiyyah, karya Asy Syaikh Dr. Rabi’ bin Hadi Al Madkhali).

    Manhaj salaf dan Salafiyyun tidaklah dibatasi (terkungkung) oleh organisasi tertentu, daerah tertentu, pemimpin tertentu, partai tertentu, dan sebagainya. Bahkan manhaj salaf mengajarkan kepada kita bahwa ikatan persaudaraan itu dibangun di atas Al Quran dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan pemahaman Salafush Shalih. Siapa pun yang berpegang teguh dengannya maka ia saudara kita, walaupun berada di belahan bumi yang lain. Suatu ikatan suci yang dihubungkan oleh ikatan manhaj salaf, manhaj yang ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para sahabatnya.

    Manhaj salaf merupakan manhaj yang harus diikuti dan dipegang erat-erat oleh setiap muslim di dalam memahami agamanya. Mengapa? Karena demikianlah yang dijelaskan oleh Allah di dalam Al Quran dan demikian pula yang dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di dalam Sunnahnya. Sedang kan Allah telah berwasiat kepada kita: “Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya.” (An Nisa’: 59)

    Adapun ayat-ayat Al Quran yang menjelaskan agar kita benar-benar mengikuti manhaj salaf adalah sebagai berikut: 1. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : “Tunjukilah kami jalan yang lurus. Jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat.” (Al Fatihah: 6-7)

    Al Imam Ibnul Qayyim berkata: “Mereka adalah orang-orang yang mengetahui kebenaran dan berusaha untuk mengikutinya…, maka setiap orang yang lebih mengetahui kebenaran serta lebih konsisten dalam mengikutinya, tentu ia lebih berhak untuk berada di atas jalan yang lurus. Dan tidak diragukan lagi bahwa para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, mereka adalah orang-orang yang lebih berhak untuk menyandang sifat (gelar) ini daripada orang-orang Rafidhah.” (Madaarijus Saalikin, 1/72).

    Penjelasan Al Imam Ibnul Qayyim tentang ayat di atas menunjukkan bahwa para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang mereka itu adalah Salafush Shalih, merupakan orang-orang yang lebih berhak menyandang gelar “orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah” dan “orang-orang yang berada di atas jalan yang lurus”, dikarenakan betapa dalamnya pengetahuan mereka tentang kebenaran dan betapa konsistennya mereka dalam mengikutinya. Gelar ini menunjukkan bahwa manhaj yang mereka tempuh dalam memahami dienul Islam ini adalah manhaj yang benar dan di atas jalan yang lurus, sehingga orang-orang yang berusaha mengikuti manhaj dan jejak mereka, berarti telah menempuh manhaj yang benar, dan berada di atas jalan yang lurus pula.

    2. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Dan barangsiapa menentang Rasul setelah jelas baginya kebenaran, dan mengikuti selain jalannya orang-orang mukmin, kami biarkan ia leluasa bergelimang dalam kesesatan dan kami masukkan ia ke dalam Jahannam,, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An Nisa’: 115)

    Al Imam Ibnu Abi Jamrah Al Andalusi berkata: “Para ulama telah menjelaskan tentang makna firman Allah (di atas): ‘Sesungguhnya yang dimaksud dengan orang-orang mukmin disini adalah para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan generasi pertama dari umat ini, karena mereka merupakan orang-orang yang menyambut syariat ini dengan jiwa yang bersih. Mereka telah menanyakan segala apa yang tidak dipahami (darinya) dengan sebaik-baik pertanyaan, dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun telah menjawabnya dengan jawaban terbaik. Beliau terangkan dengan keterangan yang sempurna. Dan mereka pun mendengarkan (jawaban dan keterangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tersebut), memahaminya, mengamalkannya dengan sebaik-baiknya, menghafalkannya, dan menyampaikannya dengan penuh kejujuran. Mereka benar-benar mempunyai keutamaan yang agung atas kita. Yang mana melalui merekalah hubungan kita bisa tersambungkan dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, juga dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.’” (Al Marqat fii Nahjissalaf Sabilun Najah hal. 36-37)

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Dan sungguh keduanya (menentang Rasul dan mengikuti selain jalannya orang-orang mukmin –red) adalah saling terkait, maka siapa saja yang menentang Rasul sesudah jelas baginya kebenaran, pasti ia telah mengikuti selain jalan orang-orang mukmin. Dan siapa saja yang mengikuti selain jalan orang-orang mukmin maka ia telah menentang Rasul sesudah jelas baginya kebenaran.” (Majmu’ Fatawa, 7/38).

    Setelah kita mengetahui bahwa orang-orang mukmin dalam ayat ini adalah para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (As Salaf), dan juga keterkaitan yang erat antara menentang Rasul dengan mengikuti selain jalannya orang-orang mukmin, maka dapatlah disimpulkan bahwa mau tidak mau kita harus mengikuti “manhaj salaf”, jalannya para sahabat.

    Sebab bila kita menempuh selain jalan mereka di dalam memahami dienul Islam ini, berarti kita telah menentang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan akibatnya sungguh mengerikan… akan dibiarkan leluasa bergelimang dalam kesesatan… dan kesudahannya masuk ke dalam neraka Jahannam, seburuk-buruk tempat kembali… na’udzu billahi min dzaalik.

    3. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Dan orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) dari kalangan Muhajirin dan Anshar, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, mereka kekal abadi di dalamnya. Itulah kesuksesan yang agung.” (At-Taubah: 100).

    Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak mengkhususkan ridha dan jaminan jannah (surga)-Nya untuk para sahabat Muhajirin dan Anshar (As Salaf) semata, akan tetapi orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik pun mendapatkan ridha Allah dan jaminan surga seperti mereka.

    Al Hafidh Ibnu Katsir berkata: “Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengkhabarkan tentang keridhaan-Nya kepada orang-orang yang terdahulu dari kalangan Muhajirin dan Anshar, serta orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan baik, dan ia juga mengkhabarkan tentang ketulusan ridha mereka kepada Allah, serta apa yang telah Ia sediakan untuk mereka dari jannah-jannah (surga-surga) yang penuh dengan kenikmatan, dan kenikmatan yang abadi.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/367). Ini menunjukkan bahwa mengikuti manhaj salaf akan mengantarkan kepada ridha Allah dan jannah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
    ?????? ????????? ???????? ??? ??????????? ???? ?????? ?????????? ?????? ?????????? ?????????? ???? ??? ??????? Artinya : “Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu).” [QS Al Baqoroh: 137]

    Adapun hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah sebagai berikut: 1. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya barang siapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku nanti maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku, dan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin yang terbimbing, berpeganglah erat-erat dengannya dan gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham…” (Shahih, HR Abu Dawud, At Tirmidzi, Ad Darimi, Ibnu Majah dan lainnya dari sahabat Al ‘Irbadh bin Sariyah. Lihat Irwa’ul Ghalil, hadits no. 2455). Dalam hadits ini dengan tegas dinyatakan bahwa kita akan menyaksikan perselisihan yang begitu banyak di dalam memahami dienul Islam, dan jalan satu-satunya yang mengantarkan kepada keselamatan ialah dengan mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin (Salafush Shalih). Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan agar kita senantiasa berpegang teguh dengannya. Al Imam Asy Syathibi berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam -sebagaimana yang engkau saksikan- telah mengiringkan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin dengan sunnah beliau, dan bahwasanya di antara konsekuensi mengikuti sunnah beliau adalah mengikuti sunnah mereka…, yang demikian itu dikarenakan apa yang mereka sunnahkan benar-benar mengikuti sunnah nabi mereka ? atau mengikuti apa yang mereka pahami dari sunnah beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, baik secara global maupun secara rinci, yang tidak diketahui oleh selain mereka.”(Al I’tisham, 1/118).

    2. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Terus menerus ada sekelompok kecil dari umatku yang senantiasa tampil di atas kebenaran. Tidak akan memudharatkan mereka orang-orang yang menghinakan mereka, sampai datang keputusan Allah dan mereka dalam keadaan seperti itu.” (Shahih, HR Al Bukhari dan Muslim, lafadz hadits ini adalah lafadz Muslim dari sahabat Tsauban, hadits no. 1920).

    Al Imam Ahmad bin Hanbal berkata (tentang tafsir hadits di atas): “Kalau bukan Ahlul Hadits, maka aku tidak tahu siapa mereka?!” (Syaraf Ashhabil Hadits, karya Al Khatib Al Baghdadi, hal. 36).

    Al Imam Ibnul Mubarak, Al Imam Al Bukhari, Al Imam Ahmad bin Sinan Al Muhaddits, semuanya berkata tentang tafsir hadits ini: “Mereka adalah Ahlul Hadits.” (Syaraf Ashhabil Hadits, hal. 26, 37). Asy Syaikh Ahmad bin Muhammad Ad Dahlawi Al Madani berkata: “Hadits ini merupakan tanda dari tanda-tanda kenabian (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam), di dalamnya beliau telah menyebutkan tentang keutamaan sekelompok kecil yang senantiasa tampil di atas kebenaran, dan setiap masa dari jaman ini tidak akan lengang dari mereka. Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendoakan mereka dan doa itupun terkabul. Maka Allah ‘Azza Wa Jalla menjadikan pada tiap masa dan jaman, sekelompok dari umat ini yang memperjuangkan kebenaran, tampil di atasnya dan menerangkannya kepada umat manusia dengan sebenar-benarnya keterangan. Sekelompok kecil ini secara yakin adalah Ahlul Hadits insya Allah, sebagaimana yang telah disaksikan oleh sejumlah ulama yang tangguh, baik terdahulu ataupun di masa kini.” (Tarikh Ahlil Hadits, hal 131).

    Ahlul Hadits adalah nama lain dari orang-orang yang mengikuti manhaj salaf. Atas dasar itulah, siapa saja yang ingin menjadi bagian dari “sekelompok kecil” yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam hadits di atas, maka ia harus mengikuti manhaj salaf.

    3. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “…. Umatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan, semuanya masuk ke dalam neraka, kecuali satu golongan. Beliau ditanya: ‘Siapa dia wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab: golongan yang aku dan para sahabatku mengikuti.” (Hasan, riwayat At Tirmidzi dalam Sunannya, Kitabul Iman, Bab Iftiraqu Hadzihil Ummah, dari sahabat Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash).

    Asy Syaikh Ahmad bin Muhammad Ad Dahlawi Al Madani berkata: “Hadits ini sebagai nash (dalil–red) dalam perselisihan, karena ia dengan tegas menjelaskan tentang tiga perkara: – Pertama, bahwa umat Islam sepeninggal beliau akan berselisih dan menjadi golongan-golongan yang berbeda pemahaman dan pendapat di dalam memahami agama. Semuanya masuk ke dalam neraka, dikarenakan mereka masih terus berselisih dalam masalah-masalah agama setelah datangnya penjelasan dari Rabb Semesta Alam. – Kedua, kecuali satu golongan yang Allah selamatkan, dikarenakan mereka berpegang teguh dengan Al Quran dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mengamalkan keduanya tanpa adanya takwil dan penyimpangan. – Ketiga, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah menentukan golongan yang selamat dari sekian banyak golongan itu. Ia hanya satu dan mempunyai sifat yang khusus, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sendiri (dalam hadits tersebut) yang tidak lagi membutuhkan takwil dan tafsir. (Tarikh Ahlil Hadits hal 78-79). Tentunya, golongan yang ditentukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam itu adalah yang mengikuti manhaj salaf, karena mereka di dalam memahami dienul Islam ini menempuh suatu jalan yang Rasulullah dan para sahabatnya berada di atasnya.

    Berdasarkan beberapa ayat dan hadits di atas, dapatlah diambil suatu kesimpulan, bahwa manhaj salaf merupakan satu-satunya manhaj yang harus diikuti di dalam memahami dienul Islam ini, karena: 1. Manhaj salaf adalah manhaj yang benar dan berada di atas jalan yang lurus. 2. Mengikuti selain manhaj salaf berarti menentang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang berakibat akan diberi keleluasaan untuk bergelimang di dalam kesesatan dan tempat kembalinya adalah Jahannam. 3. Orang-orang yang mengikuti manhaj salaf dengan sebaik-baiknya, pasti mendapat ridha dari Allah dan tempat kembalinya adalah surga yang penuh dengan kenikmatan, kekal abadi di dalamnya. 4. Manhaj salaf adalah manhaj yang harus dipegang erat-erat, tatkala bermunculan pemahaman-pemahaman dan pendapat-pendapat di dalam memahami dienul Islam, sebagaimana yang diwasiatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. 5. Orang-orang yang mengikuti manhaj salaf, mereka adalah sekelompok dari umat ini yang senantiasa tampil di atas kebenaran, dan senantiasa mendapatkan pertolongan dan kemenangan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. 6. Orang-orang yang mengikuti manhaj salaf, mereka adalah golongan yang selamat dikarenakan mereka berada di atas jalan yang ditempuh oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika: 1. Al Imam Abdurrahman bin ‘Amr Al Auza’i berkata: “Wajib bagimu untuk mengikuti jejak salaf walaupun banyak orang menolakmu, dan hati-hatilah dari pemahaman/pendapat tokoh-tokoh itu walaupun mereka mengemasnya untukmu dengan kata-kata (yang indah).” (Asy Syari’ah, karya Al Imam Al Ajurri, hal. 63). 2. Al Imam Abu Hanifah An Nu’man bin Tsabit berkata: “Wajib bagimu untuk mengikuti atsar dan jalan yang ditempuh oleh salaf, dan hati-hatilah dari segala yang diada-adakan dalam agama, karena ia adalah bid’ah.” (Shaunul Manthiq, karya As Suyuthi, hal. 322, saya nukil dari kitab Al Marqat fii Nahjis Salaf Sabilun Najah, hal. 54). 3. Al Imam Abul Mudhaffar As Sam’ani berkata: “Syi’ar Ahlus Sunnah adalah mengikuti manhaj salafush shalih dan meninggalkan segala yang diada-adakan (dalam agama).” (Al Intishaar li Ahlil Hadits, karya Muhammad bin Umar Bazmul hal. 88). 4. Al Imam Qawaamus Sunnah Al Ashbahani berkata: “Barangsiapa menyelisihi sahabat dan tabi’in (salaf) maka ia sesat, walaupun banyak ilmunya.” (Al Hujjah fii Bayaanil Mahajjah, 2/437-438, saya nukil dari kitab Al Intishaar li Ahlil Hadits, hal. 88) 5. Al-Imam As Syathibi berkata: “Segala apa yang menyelisihi manhaj salaf, maka ia adalah kesesatan.” (Al Muwafaqaat, 3/284), saya nukil melalui Al Marqat fii Nahjis Salaf Sabilun Najah, hal. 57). 6. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Tidak tercela bagi siapa saja yang menampakkan manhaj salaf, berintisab dan bersandar kepadanya, bahkan yang demikian itu disepakati wajib diterima, karena manhaj salaf pasti benar.” (Majmu’ Fatawa, 4/149). Beliau juga berkata: “Bahkan syi’ar Ahlul Bid’ah adalah meninggalkan manhaj salaf.” (Majmu’ Fatawa, 4/155).

    Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa membimbing kita untuk mengikuti manhaj salaf di dalam memahami dienul Islam ini, mengamalkannya dan berteguh diri di atasnya, sehingga bertemu dengan-Nya dalam keadaan husnul khatimah. Amin yaa Rabbal ‘Alamin. Wallahu a’lamu bish shawaab.

    (Dikutip dari tulisan Al Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Al Atsari, Lc, judul asli Mengapa Harus Bermanhaj Salaf, rubrik Manhaji, Majalah Asy Syariah. Url sumber http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=82)

  138. dewi says:

    lucu juga tulisannya…
    aku rasa setiap orang punya jalan hidup masing2, termasuk sebagian orang2 salafy yang lebih suka menghiasi akhlaknya dengan menghujat orang selain salafy termasuk keluarganya…
    padahal akhlak adalah buah ibadah…
    tapi sepertinya gak penting juga berdebat dengan mereka, krn berapa kali aku mendengarkan ocehannya, aku hanya berpikir… sepertinya ilmu nya belum nyampe aja, alias bab nya belum habis… jadi wajar kalo mereka berpikir seperti itu haha…

  139. The New Sultan Matarami says:

    begini..sebetulnya salafi itu nama baru!!! nama yg sebenarnya adalah Ahlussunnah wal jama’ah! jadi menurut saya, tdk jadi masalah apabila seseorang muslim bergabung di dalam organisasi/Jamaah Islam, seperti : PERSIS, Al Irsyad, Muhammadiyah, NU, Hizbut tahrir, PKS, dll. maka apabila organisasi2 tsb menjalankan islam sesuai Al Quran dan As sunnah, maka oraganisasi tsb selamat! tapi kalau ada organisasi2/jamaah tsb yg menyeleweng dari Al Quran dan As sunnah, maka organisasi tsb tdk selamat! contoh dari organisasi/jamaah yg sesat adalah Ahmadiyah!! namun kita mengetahui bahwa salafy menyatakan bahwa mereka sendiri bukanlah organisasi, padahal secara tdk langsung, mereka juga organisasi!! dan kerjaan mereka doyan mengkafirkan orang2 muslim! mereka (salafy) ibarat tong kosong nyaring bunyinya!! dan mereka bertindak tanpa berfikir!! mereka mengatakan bahwa demokrasi haram dan orang2 muslim yg berkecimpung dalam jalur parlementer adalah sesat! padahal jikalau tdk terdapat orang2 muslim yg berkecimpung di jalur parlemen Indonesia ini, maka negara ini akan dikuasai oleh orang2 kafir non muslim! mereka para saudara muslim yg berada dalam jalur parlemen juga berjuang agar indonesia tdk terjatuh ke dalam genggaman orang2 kafir dan berusaha memperbaiki sistem parlemen indonesia dari yg kolonial belanda menjadi sistem Islami! coba bayangkan apabila orang2 berada di jalur parlemen Indonesia semuanya terdiri dari orang non muslim? bisa bablas negeri ini! ini butuh waktu! waktu itu adalah sunnahtullah! dan perjuangan tsb tdklah semudah membalikkan telapak tgn, melainkan perlu waktu! menanggapi ttg salafy yg menolak bahwa mereka adalah organisasi, maka terdapat dalam hadits shahih mengenai pentingnya keharusan utk berjamaah! salah satu manfaat dari berjamaah (sosialisasi) adalah apabila suatu saat kita mati, maka saudara2 muslim kita yg akan menyolatkan, menguburi kita sesuai dgn petunjuk Al Quran dan As sunnah.

  140. The New Sultan Matarami says:

    for eko ujianto : Manhaj salaf itu merupakan nama baru!! nama yg sesungguhnya adalah Ahlussunah wal jamaah!! memang orang2 salafi ini terlalu bertaqlid buta dan tenggelam dalam kebodohan! salafi mengatakan bahwa matahari mengelilingi bumi! jelas2 salah!! pemikiran salafi itu berbalik kpd zaman baheula “dark age” yaitu ketika ilmu pengetahuan di tolak oleh para pendeta2 katolik! sedangkan pendeta katolik adalah salah, karena konsep dari kitab suci mereka telah dirubah oleh pendeta yahudi dan juga oleh paulus! sementara itu di belahan bumi timur, yaitu Islam mengalami kemajuan dalam bidang sains dan peradaban! mengenai teori matahari mengelilingi bumi itu adalah salah! yg bener adalah bumi beserta planet2 lainnya dalam bimasakti ini berotasi pada garis edarnya masing2 dan bergerak mengelilingi matahari! sementara matahari pun ikut bergerak dgn lamban, akan tetapi bergerak mengelilingi sebuah objek yg belum diketahui dan bukan bergerak mengelilingi bumi, jikalau matahari yg bergerak mengelilingi bumi, maka sistem galaxi akan kacau, dan akan mengakibatkan kiamat! dan kesimpulannya : pemikiran salafi persis seperti orang2 yg kolot yg bodoh, sebagaimana pendeta2 kristen yg salah!

  141. Saiah says:

    Saya bukan orang SaLaf,
    Tapi saya berani mengatakan, JOE anda saLah satu setan yg nyata di bumi ini….

    Anda meLihat Islam dari sisi anda sendiri.
    Menyebarkannya lewat bLog anda, merasa bangga dg komen2 yg ada.

    Coba berkaca anak muda.
    apaLah hidup ini.. tujuan kita hidup di dunia ini untuk menuju surgaNya.

    Saya jg sLengekan, namun saya justru maLu dg orang2 saLaf.
    begitu taatnya mereka ibadah..
    Coba tanya masaLah agama, aqidah, tauhid pada mereka, mereka pasti jawab berdasarkan Al-Quran & Hadist yg Shahih.
    Dan mereka jg manusia, bisa terpancing emosinya.. apalagi dg orang sperti Anda.

    Saya pribadi sedih sekaLi lihat komen2 tmn2 anda.
    maaf kLo ada kata2 saya yg menyinggung.

  142. cak-sho says:

    kenapa para bloger salafy atau para komentator salafy selalu berbicara keras, mungkin karena karakter orangnya memang keras atau mungkin juga karena yang dinasihati atau orang yang diberi dalil2 agama yang shohih dari Rosululloh shollollohu ‘alaihi wa sallam itu pada keras kepala, taqlid buta kepada para ulamanya (kyainya).
    Jadi yaaa begitulah, kalo bukan dari perkataan kyainya mereka ndak bisa nerima tapi kalo omongan itu dari kyainya meski dalilnya lemah atau bahkan maudhu’ mereka ho’oh saja.
    maaf ya kalo komenku mungkin ndak enak dibaca.

  143. riza says:

    Untuk Cak Sho: Menurut saya bukan pada yang dinasehati itu berkepala keras. Tapi memang karakter penyebar dakwah salafy itu yang memang keras. Soalnya betapapun kerasnya Kaum Kafir Quraisy seperti itu, Rasulullah senantiasa menjaga akhlak dan lisannya sehingga dakwah rasulullah saw tersebar dengan cepat dan jaya. Pada waktunya dibutuhkan sikap tegas dan keras, tetapi itu ditunjukkan oleh Rasulullah dengan banyak peperangan. Rasulullah menandaskan bahwa seorang mulsim itu berkasih saya dan berlemah lembut dan kepada orang kafir keras dan tegas bukan kebalikannya. Seharusnya kalau mereka merasa paling berilmu harusnya terlebih dahulu mencontoh akhlak Rasulullah dengan menjaga lisan-lisan mereka. Demikian.

  144. abdul mufid says:

    nu jelas mah tuturkeun anu bener “anu ahlina” !!! tong loba teuing darebat ! aya masalah mah musyawarah we ! Beres .

  145. abu aisyah says:

    untuk new sultan matarami
    tidaklah salafiyyun berkata masalah matahari menngelilingi bumi kecuali dengan dalil dari Alqur ‘an dan hadits. apabila ada dalilnya maka pemberitaan itu yang dibenarkan tanpa mengagungkan akal akal kita. karena Allah berfirman “Sesungguhnya manusia diciptakan dalam keadaan lemah” jadi ada kaidah penting dlm hal ini yaitu “akal kita yang harus tunduk kepada syariat bukan syariat yang tunduk kepada akal kita’ jadi mohon dipahami Barokallahufik

  146. jarwopabelan says:

    kalau blog-blog keumuman Islam di Indonesia, isinya amburadul. ada yang serius, lucu, aneh, marah, sedih dll. pada akhirnya, tidak ada kesimpulan, kelompok mana yang benar. kalau menurut salafy itu hebat, berani mengaku benar, jadi kita mau tanya apa saja bisa. tapi kalau kelompok lain, “pada” ragu, bahkan terhadap kelompoknya sendiri, ragu, apakah kelompok mereka benar. istilah saya, kelompok non salafy ini “coba-coba”. kalau ditanya, yakin apakah ajaran yang kamu sampaikan ini benar dan akan diterima Allah? pasti jawabnya muter-muter, kemudian memaksakan jawaban, “ya harus yakinlah”. lho kita ini mau yakin ini dari mana? wong kalian ini campur aduk kok, “mana saya bisa yakin?”. Kalau salafy akan jawab gini = syarat diterimanya amalan ada 2 = ikhlas karena Allah, dan sesuai sunnah Nabi SAW, pasti diterima. Jadinya kita-kita ini yang belajar agama mantap, kalau didengarkan sunnah Nabi begini dan begitu, mantap mendengarkan dan tidak ragu. salafy tidak senang melecehkan sunnah, apa yang mereka tahu itu sunnah, maka akan jadi panduan kesehariannya. Jika dikatakan jika jenggot itu sunnah Nabi SAW, maka tanpa banyak alasan, laksanakan. jika dikatakan, celana congklang itu sunnah Nabi, mereka ikuti, dan tidak peduli dengan omongan para pencela, yang mengatakan ini dan itu. Mengapa kita ragu dalam beragama, mengapa kita ragu mengikuti sunnah Nabi? kalaulah sunnah Nabi itu banyak, bukanlah kita mencela yang satu dengan yang yang lainnya. tetapi marilah kita berlomba-lomba menjalankan sunnah Nabi sebanyak2nya. Kalau kita sibuk dengan sunnah Nabi (yang orang bilang, “khan banyak”) maka bid’ah tidak ada tempatnya di segala tindakan kita. semoga Allah memberikan istiqomah kepadaku berjalan di atas manhaj salafy hingga matiku. amin

  147. Omar Salim says:

    Temen-temen.. sayang banget lho kalau pada pinter IT tapi gak bisa memanfaatkan dgn baik. Tapi malah digunakan untuk hal yang sia-sia. Terlebih untuk menjelek-jelekkan ajaran Islam tanpa ilmu. Seyogyanya.. kita berbicara dgn ilmu. Jadi tidak serampangan asal hina orang lain. Bahkan menghina ajaran Islam itu sendiri. Coba deh, tabayun.. datengin majlis ilmu. belajar Islam lebih dalam, dan tanyakan sesuatu yang tidak kita fahami. Insya Allah lebih bermanfaat dari pada membuat tulisan2 yg merugikan kita sendiri.. belajar Islam yuk :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>