<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>The Satrianto Show</title>
	<atom:link href="http://log.satchdesign.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://log.satchdesign.com</link>
	<description>cuma blog back-up-an dari blog saya yang di WordPress gratisan pas jaman dulu</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 Jan 2010 01:07:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Zaskia Adya Mecca, Gadis Berjilbab, Dunia Malam, Situs Porno, Selamat Tinggal Semuanya!</title>
		<link>http://log.satchdesign.com/?p=246</link>
		<comments>http://log.satchdesign.com/?p=246#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2008 13:46:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joesatch yang legendaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Battle of My Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joesatch.wordpress.com/2008/01/01/zaskia-adya-mecca-gadis-berjilbab-dunia-malam-situs-porno-selamat-tinggal-semuanya/</guid>
		<description><![CDATA[Yeah, frase-frase di atas itu cuma beberapa contoh dari banyak frase yang sering diketikkan oleh orang-orang untuk kemudian mereka nyasar ke blogku. Aku sendiri heran, kenapa rata-rata frase yang diketikkan oleh orang-orang (yang kemudian nyasar ke blogku) itu biasanya tentang adegan maksiat dari gadis berjilbab. Kalo boleh menyimpulkan secara sepihak, mungkin saja apapun yang (kelihatan)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yeah, frase-frase di atas itu cuma beberapa contoh dari banyak frase yang sering diketikkan oleh orang-orang untuk kemudian mereka nyasar ke blogku. Aku sendiri heran, kenapa rata-rata frase yang diketikkan oleh orang-orang (yang kemudian nyasar ke blogku) itu biasanya tentang adegan maksiat dari gadis berjilbab. Kalo boleh menyimpulkan secara sepihak, mungkin saja apapun yang (kelihatan) tertutup itu selalu lebih menimbulkan rasa penasaran ketimbang yang diumbar secara terbuka <img src='http://log.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_twisted.gif' alt=':twisted:' class='wp-smiley' /> </p>
<div align="center"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2272/2153782143_fc8c5dc532.jpg?v=0" alt="" /></div>
<p>Tapi bukan gara-gara frase-frase di atas itu maka kemudian sekarang aku mau cerita kalo aku bakal berhenti nulis di blog ini.<br />
<span id="more-246"></span><br />
Ada <a href="http://diary.satchdesign.com/?p=5">beberapa alasan terkait</a>, sodara-sodara. Semuanya bakal kujelaskan di blogku yang baru di <a href="http://diary.satchdesign.com">sini</a>, atau dengan alamat <a href="http://diary.satchdesign.com"><strong>diary.satchdesign.com</strong></a>. Yang jelas mulai saat ini aku bakal pensiun dari nulis di layanan blog gratis di <a href="http://wordpress.com">WordPress</a> ini. Tapi jangan khawatir, blogku yang gratisan ini nggak bakal kututup. Masih bakal kubuka, kok. Biar postingan-postingan norakku di blog ini masih bisa diakses sama siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Mau dipisuhi juga masih bisa. Cuma saja, sayangnya mungkin aku bakal tidak bisa membalas komentar seintens dulu lagi. Maafkan daku.</p>
<p>Terima kasih atas beberapa waktu yang indah ini. Sekian.</p>
<p>Hormat saya,</p>
<p>Aku</p>
<p><em>P.S. Tolong buat penggemar-penggemar tulisanku, blogroll-nya diapdet, ya! <img src='http://log.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://log.satchdesign.com/?feed=rss2&#038;p=246</wfw:commentRss>
		<slash:comments>83</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bakalane Kondangan Maning</title>
		<link>http://log.satchdesign.com/?p=245</link>
		<comments>http://log.satchdesign.com/?p=245#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Dec 2007 15:54:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joesatch yang legendaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Battle of My Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joesatch.wordpress.com/2007/12/30/bakalane-kondangan-maning/</guid>
		<description><![CDATA[Aku dapat undangan njagong manten lagi. Senin besok, tanggal 31 Desember 2007, aku bakal datang ke akad nikahnya Hana, temenku yang lulusan D3 Komputer dan Sistem Informasi, jam 8 pagi. Siangnya jam 12 aku bakal nyambung ke resepsinya yang di gedung APMD. Jadi, kalo ada blogger-blogger yang mau nunut makan siang gratis, bisa nunggu aku]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="center"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2265/2148511325_d64186e55d.jpg?v=0" alt="" /></div>
<p>Aku dapat undangan njagong manten lagi. Senin besok, tanggal 31 Desember 2007, aku bakal datang ke akad nikahnya Hana, temenku yang lulusan D3 Komputer dan Sistem Informasi, jam 8 pagi. Siangnya jam 12 aku bakal nyambung ke resepsinya yang di gedung APMD.</p>
<p>Jadi, kalo ada blogger-blogger yang mau nunut makan siang gratis, bisa nunggu aku di halaman gedungnya. Nanti kita masuk bareng buat icip-icip makanan, oye!<span id="more-245"></span></p>
<div align="center"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2394/2148511909_dba60faefb.jpg?v=0" alt="" /></div>
<p>Duh, lagi-lagi temenku ada yang mantenan. Rasanya kok ya aku seperti menghitung mundur waktu pernikahanku sendiri. Aku belum siap, John! Nanti kalo di sana ketemu temen-temen seangkatan, aku pasti bakal dibombardir 2 pertanyaan yang paling kuhindari dalam hidupku: &#8220;Kapan wisuda?&#8221; dan &#8220;Kapan nikah?&#8221;</p>
<p>Ah, Dian Sastro aja masih single, kok. Selama Dian belum nikah, aku nggak bakal nikah juga. Aku masih menyimpan harapan bisa menikahinya, soale. Bisa celaka kalo nanti aku nikah duluan. Pasti bakalan repot seandainya aku punya istri sedangkan aku masih tergoda sama statusnya Dian yang masih available.</p>
<p>Bagemanapun juga, yang jelas besok aku bakal datang ke mantenannya Hana. Makan-makan dan berpesta di sana. Perkara digang-bang dengan 2 macam pertanyaan tiada bermutu di atas, aku masih punya 1001 cara untuk berkelit. Yang pasti, mulai besok Hana sudah nggak bisa kuajak jalan-jalan buat dinner berdua lagi. I&#8217;ll miss those times <img src='http://log.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<div align="center"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2303/2148510837_0212dc4a81.jpg?v=0" alt="" /></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://log.satchdesign.com/?feed=rss2&#038;p=245</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Curhat Lelaki Bejat</title>
		<link>http://log.satchdesign.com/?p=244</link>
		<comments>http://log.satchdesign.com/?p=244#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Dec 2007 04:51:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joesatch yang legendaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Battle of My Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joesatch.wordpress.com/2007/12/29/curhat-lelaki-bejat/</guid>
		<description><![CDATA[Here I stand all alone // Have my mind turned to stone // Have my heart filled up with ice // To avoid its breaking twice Thanks to you, my dear old friend // But you can&#8217;t help, this is the end // Of a tale that wasn&#8217;t right // I won&#8217;t have no sleep]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Here I stand all alone // Have my mind turned to stone // Have my heart filled up with ice // To avoid its breaking twice</p>
<p>Thanks to you, my dear old friend // But you can&#8217;t help, this is the end // Of a tale that wasn&#8217;t right // I won&#8217;t have no sleep tonight</em></p>
<p>(A Tale That Wasn&#8217;t Right &#8211; Helloween)</p></blockquote>
<p>Sedang gundah. Sedang jenuh. Sedang ngambang.<br />
<span id="more-244"></span><br />
Hari ini aku rasanya pengen menghilang aja. Pergi ke pedalaman, menghilang dari duniaku yang kukenal selama ini, mengalami sesuatu yang benar-benar baru yang terputus dari masa laluku sebelum ini.</p>
<p>Beberapa jam sebelum ini rasanya aku sedang jenuh dengan rutinitas harianku. Ya masalah kerjaan, ya masalah kuliah, ya masalah dengan lawan jenisku. Tiba-tiba saja aku pengen lepas dari semuanya. Aku butuh suatu psyche, pembebasan dari rutinitasku selama ini. Aku pikir kalau aku mencoba untuk mengeliminasi semuanya satu demi satu maka energiku bakal kembali.</p>
<p>Dan aku mencobanya. Aku pulang dari kantor lebih awal dari biasanya, waktu semuanya lagi leyeh-leyeh. Skripsi? Sudah sejak Idul Adha kemarin aku nggak memikirkan kelanjutannya meskipun sudah mencapai detik-detik terakhir. Saking jenuhnya, aku kepikiran untuk ganti judul saja karena ternyata selama ini aku mengerjakan sesuatu yang tidak kusenangi dan kukuasai dengan maksimal.</p>
<p>Dengan pacar juga gitu. Aku lagi bosan dengan rutinitas dan ketakutan akan kelanjutan hubunganku sendiri. Beberapa waktu ini aku kebanyakan njagong manten kayaknya. Aku jadi takut kalo dalam waktu dekat ini justru aku yang harus mantenan. Aku belum siap diikat! Aku juga nggak mau terikat dulu. Masih banyak sesumbarku waktu kecil dulu yang harus kupenuhi. Dan aku pikir, diikat dalam sebuah hubungan cuma bakal menghambat cita-citaku, membuyarkan konsentrasiku, mencabangkan tanggung-jawabku.</p>
<p>Maka aku memutuskan untuk istirahat sebentar, putus dan tidak berhubungan untuk sementara waktu dengan gadisku. Aku pikir tadinya itu bakal memenuhi kebutuhanku akan kehadiran sebuah psyche, pembebasan. Tapi ternyata tidak begitu. Semakin lama aku bicara (SMS juga, dink) dengannya lewat telepon selulerku, aku justru semakin merasa seperti laki-laki brengsek yang kurang ajar. Aku merasa cuma membuatnya sedih dengan kata-kataku, keinginanku untuk berhenti sejenak sementara waktu. Aku malah jadi merasa aku ini laki-laki zonder tanggung-jawab yang kepengen minggat setelah mengumbar ribuan janji.</p>
<p>Betapa bejatnya aku ini!</p>
<p>Aku sedang jenuh, butuh pembebasan dari semuanya. Tapi pembebasan buat diriku yang kuperjuangkan justru membuatku merasa semakin dihimpit atas-bawah, kiri-kanan, depan-belakang oleh perasaanku sendiri.</p>
<p>Aku sedang gundah, sedang jenuh, sedang ngambang. Aku ini laki-laki bejat. Aku pengen menghilang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://log.satchdesign.com/?feed=rss2&#038;p=244</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pacarku Mbalik!</title>
		<link>http://log.satchdesign.com/?p=243</link>
		<comments>http://log.satchdesign.com/?p=243#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Dec 2007 10:06:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joesatch yang legendaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Battle of My Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joesatch.wordpress.com/2007/12/27/pacarku-mbalik/</guid>
		<description><![CDATA[Pacarku tercinta, kekasih sejatiku, akhirnya mbalik juga ke haribaanku. Tentu saja aku senang bukan kepalang. Problem-problem yang kemarin terlupakan sudah. Semoga saja besok nggak akan pernah ada apa-apa lagi. Ojo minggat-minggat meneh yo, Nduk. Hidupku selama ini hampa tanpa kehadiranmu. Jadi, beberapa hari yang lalu pacarku mendadak ngadat. Ta&#8217;pencet-pencet semua hal yang bisa dipencet pada]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pacarku tercinta, kekasih sejatiku, akhirnya mbalik juga ke haribaanku. Tentu saja aku senang bukan kepalang. Problem-problem yang kemarin terlupakan sudah. Semoga saja besok nggak akan pernah ada apa-apa lagi. Ojo minggat-minggat meneh yo, Nduk. Hidupku selama ini hampa tanpa kehadiranmu.<span id="more-243"></span></p>
<p>Jadi, beberapa hari yang lalu pacarku mendadak ngadat. Ta&#8217;pencet-pencet semua hal yang bisa dipencet pada dirinya, lha kok nggak ada reaksi. Mejen total dianya. Diamput, batinku! Anak ini kenapa lagi?! Setelah curhat sana-sini ndak nemu-nemu solusi yang memadai akhirnya aku nyerah. Kupasrahkan dia kepada lelaki lain yang mungkin lebih kompeten buat mengurus dia.</p>
<p>Dan lelaki itu kemarin datang. Untuk informasi pembaca sekalian, nama lelaki itu adalah Mas Yayak. Mas Yayak akhirnya memulangkan cintaku itu. Beres, nggak ada masalah lagi dengan pacarku. Kami berdamai setelah aku membayar tebusan kepada Mas Yayak sebesar Rp. 1.370.000,-.</p>
<p>Tercatat beberapa atribut pacarku yang lama dipreteli. AMD +Barton 2500 miliknya sekarang diganti pake Athlon X2 4000; RAM 2 kepingku yang berjumlah total 384 mega dituker tambah pake DDR 2 yang 1 giga; Lempengan Gigabyte yang jebol IC-nya itu juga sudah diganti pake Biostar seri TF7025 M2. Hanya saja semuanya tetap pake pengorbanan. ATI Radeon 9600SE-nya pacarku terpaksa diikhlaskan untuk dipake buat nambah-nambahin segala keperluan di atas. Jadinya sekarang harus puas dengan Nvidia GeForce 7ribuan (aku lupa pasnya!) yang on board.</p>
<p>Tiada mengapa. Yang penting sekarang kekasihku itu sudah bisa kugauli seperti biasanya. Nggak ada masalah lagi dengan soundcard on board yang selama ini membuat Altec Lansing AVS 300-ku seolah-olah speakernya mati sebelah. Kecepatannya juga otomatis bertambah, meski belum kupake buat njajal game-game kesenanganku. Yang jelas, malam ini aku sudah bisa kembali bersenang-senang dengannya! Horeee!</p>
<div align="center"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2205/2140130931_cc05d356e6.jpg?v=0" alt="" /></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://log.satchdesign.com/?feed=rss2&#038;p=243</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Kesayangan Dewi Fortuna</title>
		<link>http://log.satchdesign.com/?p=242</link>
		<comments>http://log.satchdesign.com/?p=242#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2007 04:49:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joesatch yang legendaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Battle of My Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joesatch.wordpress.com/2007/12/26/anak-kesayangan-dewi-fortuna/</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin malam, selewat Maghrib, aku lagi nongkrong di Stasiun Lempuyangan. Bukan, sodara-sodara! Aku bukan lagi mencoba profesi baru sebagai preman stasiun. Percumah! Di Lempuyangan nggak ada orang-orang (yang keliatan) kaya yang bisa ta&#8217;peras atau ta&#8217;rampok. Kalo mau nyari yang kayak gituan, lebih afdol di Stasiun Tugu. Aku di sana dalam rangka mau balik ke Solo]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin malam, selewat Maghrib, aku lagi nongkrong di Stasiun Lempuyangan. Bukan, sodara-sodara! Aku bukan lagi mencoba profesi baru sebagai preman stasiun. Percumah! Di Lempuyangan nggak ada orang-orang (yang keliatan) kaya yang bisa ta&#8217;peras atau ta&#8217;rampok. Kalo mau nyari yang kayak gituan, lebih afdol di Stasiun Tugu. Aku di sana dalam rangka mau balik ke Solo buat nganterin bapak sama emak yang mau kembali ke rumah dinasnya di Jakarta sana yang rencananya mau berangkat malam itu dari Stasiun Balapan, Solo, jam 10 malam, naik kereta Argo Lawu.<br />
<span id="more-242"></span><br />
Dan di Lempuyangan itu aku ketemu sama mantan pemain bass di band-ku jaman dulu, Bramasto, yang ternyata juga sama-sama mau balik ke Solo setelah dia menghabiskan liburannya buat nyambangin pacarnya yang rumahnya di Jokja (atau Bantul, lebih tepatnya).</p>
<p>Obrol punya obrol, si Bram ini ternyata sekarang sudah kerja di Indosat cabang Solo dan dia bilang, &#8220;Kebeneran banget aku ketemu kowe. Aku lagi nggoleki wong-wong sing koyo kowe.&#8221;</p>
<p>Jadi, menurut pengakuannya, Bram lagi nyari orang-orang buat diikutin jadi tim kreatifnya Indosat Solo kalo Indosat Solo ngadain acara-acara gitu. Kata dia juga, dia agak nggak sreg aja dengan formatnya Indosat selama ini yang dinilai &#8220;terlalu biasa-biasa aja&#8221;. Bram keinget waktu dulu kami sama-sama nggarap sebuah pameran komputer di Jokja bareng Gentho, Septo, Simbah, Manuk, Agung, Tepe, Arind, plus Nita sebagai tim kreatif.</p>
<p>&#8220;Aku butuh wong-wong sing koyo kowe karo cah-cah&#8221;, katanya ketika kami sudah melintasi rel kereta menuju Solo (di dalam kereta, tentunya). &#8220;Ini memang kerjaan sambilan. Pokoknya kalo ada event, kalian ta&#8217;ajak. Cuma ya syaratnya buat jadi tim kreatif ini orangnya harus punya status di Indosat. Minimal &#8211; kasarannya &#8211; kamu jadi salesnya Indosat aja. Tapi nyante wae, kamu mau jualan atau nggak itu terserah kamu. Kalo mau sambil jualan, suruh aja orang lain buat jadi semacam downline-mu. Nggak ada target bulanan, tapi kalo ada barang yang laku kamu malah dapat bonus. Yang penting sekarang adalah punya status dulu di Indosat,&#8221; lanjutnya yang sebenarnya diucapkan menggunakan bahasa Jawa (tapi demi mempermudah pembaca, kayaknya lebih enak kalo langsung kuterjemahkan dalam bahasa Spanyol seperti di atas).</p>
<p>Okelah, jawabku. Toh ini tanpa resiko. Nggak harus daftar sambil mbayar 2 juta buat langsung masuk ke level bintang 3. Jadinya ya tawarannya dia kuiyain aja.</p>
<p>&#8220;Besok, tanggal 27 atau 28, cari aku di kantor. Ngerti kantore Indosat Solo, tho? Itu lho, yang di jalan Slamet Riyadi. Mengko ta&#8217;kenalke karo manajere sisan. Nek kowe pengen ngumbar nafsumu juga bisa. SPG-SPG-ne neng kono&#8230;masyaoloh&#8230;&#8221;</p>
<p>Lagi-lagi aku oke-oke aja. Terbayang di benakku bersenang-senang sama SPG-SPG yang imut-imut tapi nggak ngeluarin duit, malah justru dapat duit!</p>
<p>Jadi begitulah. Entah kenapa aku selalu merasa disayang oleh Dewi Fortuna. Ada aja yang nawarin obyekan ke aku. Kayak misalnya aja di kerjaanku yang sekarang ini.</p>
<p>Aku ngantor di tempatku yang sekarang gara-gara temenku yang punya usaha itu adalah temen akrabku sendiri sejak jaman esema. Jadilah ketika para lulusan Ilmu Komputer UGM pontang-panting nyari kerjaan, aku malah nggak lulus-lulus kuliah gara-gara sibuk kerja.</p>
<p>Dari kecil rasanya aku ini orang yang beruntung terus. Waktu lulus SD dengan santainya aku melenggang masuk di SMP Negeri 1 Denpasar yang konon adalah SMP terbaik di Bali. Pas pengumuman hasil Ebtanas SMP, nilaiku rendah. Aku sempat kalang-kabut selama beberapa saat waktu itu. Tapi ternyata perolehan NEM murid esempe secara keseluruhan waktu itu memang lagi jeblok. Katanya ada kesalahan prosedural Ebtanas pada jaman itu. Hasilnya, ketika pengumuman penerimaan siswa baru di SMA Negeri 1 (ini esema ngetop, meskipun sekarang kunilai lebih kayak esemanya kaum borjuis), namaku masih ada di halaman awal daftar orang-orang yang lulus seleksi buat masuk di situ.</p>
<p>Terakhir, dengan kegoblokanku di bidang fisika sewaktu jaman esema dulu, lagi-lagi gara-gara ada kesalahan prosedural waktu Ebtanas, nilaiku yang rendah itu masih bisa membuatku masuk di jajaran makhluk-makhluk dengan perolehan nilai di atas rata-rata nilai Ebtanas esemaku, yang disambung dengan terdamparnya aku di UGM sialan ini!</p>
<p>Alhasil, kebetulanku bisa kuliah di UGM ini, membuatku pengen memamerkan jas almamaterku kepada Bu Mari, guru fisika yang selalu meremehkan kemampuanku di depan kelas, besok kalo misalnya aku pulang ke Denpasar. Alhamdulillah, niatku sejak semester 1 itu belum kesampaian sampai sekarang.</p>
<p>Dan kupikir, keberuntunganku selama ini lebih disebabkan karena faktor banyaknya teman yang kumiliki. Akhir-akhir ini banyak sekali teman-temanku dari jaman kecil yang mendadak nawarin obyekan ketika aku sedang (lumayan) kesulitan finansial.</p>
<p>Memang, dari kecil aku bukanlah tipe anak yang tertutup. Sebagai anak yang waktu itu dikategorikan sebagai anak pintar (bahkan beberapa kali dinominasikan buat ikutan acara Cerdas Cermat), aku malah lebih sering bergaul dengan anak-anak yang dicap bermasalah. Kegiatan kami yang rutin adalah ngutil jajan di kantin sekolah ketika jam istirahat. Berkali-kali kami ketahuan sampe akhirnya berkali-kali juga digelandang ke ruang kepala sekolah untuk kemudian dihukum disuruh membersihkan seluruh halaman sekolah.</p>
<p>Temen-temen yang pinter dan pendiam bukannya nggak kugauli. Ketika jaman esema toh aku membutuhkan otak mereka ketika ulangan umum. Maka sebagai kompensasinya, mereka sering kutraktir makan meski menurutku tetap lebih menyenangkan ketika berkumpul dengan teman-teman yang dicap sebagai barisan pembuat onar. Beberapa yang bergaya hidup hedon tidak serta-merta kuhindari meskipun sering juga aku agak keteteran menghadapi gaya hidup mereka. Aku tetap percaya, suatu saat mereka akan jadi penyelamatku.</p>
<p>Ketika kuliah sekarang aku juga begitu. Teman-temanku yang sering nongkrong bareng aku banyak juga yang kuliahnya nggak beres-beres, atau malah sekalian nggak diberesin. Ditambah dengan iklim UGM, aku malah jadi tambah percaya kalo mereka itu bukannya nggak bisa menuntaskan kuliahnya. Mereka justru lebih dibutuhkan saat ini oleh dunia luar ketimbang sibuk dengan diktat dan tugas-tugas rutin di kampus. Kreativitas mereka bakal terpasung kalo mereka malah bersikeras untuk jadi mahasiswa patuh, pintar, dan pendiam yang berencana lulus kuliah secepatnya.</p>
<p>Aku menyebut mereka sebagai &#8220;teman-temanku yang cerdas dan ekspresif&#8221;!</p>
<p>Kenyataannya, ketika beberapa teman-temanku yang study oriented pas jaman kuliah akhirnya lulus, banyak juga dari mereka yang &#8220;cuma&#8221; begitu-begitu saja: bekerja dengan normal dengan gaji minimal atau malah masih sibuk ngirim lamaran kerja ke sini-ke situ. Justru teman-temanku yang waktu kuliah pada reaktiflah yang bisa berkembang dengan pesat.</p>
<p>Lebih dari itu semua, teman-temanku yang hobi dolan-dolanlah yang saat ini sering bagi-bagi rejeki sama aku; yang dulu ketika kuliah pikirannya bukan cuma berorientasi lulus secepatnya.</p>
<p>Teman-temanku yang bandel waktu esema sekarang sudah pada punya jenis-jenis usahanya sendiri-sendiri. Aku sering ditawarin obyekan ketika mereka butuh imajinasiku. Temanku tempatku numpang makan di kantornya yang sekarang ini waktu jaman esema juga terkenal &#8220;bandel&#8221; untuk urusan IT. Otaknya memang encer (wajarlah, mantan peringkat 4 TOKI), tapi nggak digunakan buat mematuhi pelajaran di bidang IPA seperti yang seharusnya dilakukan oleh murid-murid di kelas penjurusan kami. Nilai-nilai pelajaran sekolahnya malah lebih hancur dari aku <img src='http://log.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  Tapi seandainya dia itu murid yang patuh pada birokrasi sekolahan, boleh jadi dia nggak bakal seperti sekarang.</p>
<p>Kesimpulannya, mereka-mereka itulah dewi fortunaku. Seandainya aku tidak bergaul dan rajin nongkrong dengan mereka, aku hampir yakin 100% kalo aku tidak bakal bisa seperti sekarang. Maka seperti yang pernah kuresepkan pada <a href="http://joesatch.wordpress.com/2007/08/24/ngilmu-komputer-secara-gadjah-mada/">tulisanku sebelumnya</a>, jangan terlalu asyik dan tenggelam dengan diktat-diktat kuliah kita dan berorientasi mati-matian supaya cepat lulus ketika kita di bangku kuliah, sampai mengorbankan pergaulan kita. Tetaplah bergaul dengan siapa saja, dan jangan berpikir kalo teman yang nampak pemalas dan bandel itu cuma bakal menyesatkan kehidupan kita. Jangan jadi mahasiswa pendiam dan tertutup. Percayalah, suatu saat teman-teman kitalah yang bakal jadi penyelamat kita!</p>
<p><i>P.S. Tapi ingat! Tetaplah memiliki &#8220;sesuatu&#8221; yang khas yang bakal menjadi nilai jual kita</i> <img src='http://log.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://log.satchdesign.com/?feed=rss2&#038;p=242</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ditinggal Terlambat Bulan</title>
		<link>http://log.satchdesign.com/?p=241</link>
		<comments>http://log.satchdesign.com/?p=241#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Dec 2007 04:27:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joesatch yang legendaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Battle of My Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joesatch.wordpress.com/2007/12/25/ditinggal-terlambat-bulan/</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin sore waktu aku lagi ancang-ancang mau mandi (pake aer anget, tentunya), tiba-tiba saja seorang rekan 1 batalyon jaman dulu ngirim SMS: 24/12/07 17:19 Kimbul Jo, r**** mo merit bentar lg. Katanya uda telat 2 minggu Doh! Ditinggal nikah sama cinta pertama aja rasanya, kan, sudah mesti agak gimana gitu. Ini malah ketambahan ditinggalnya gara-gara]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin sore waktu aku lagi ancang-ancang mau mandi (pake aer anget, tentunya), tiba-tiba saja seorang rekan 1 batalyon jaman dulu ngirim SMS:</p>
<blockquote><p>24/12/07  17:19<br />
<b>Kimbul</b><br />
Jo, r**** mo merit<br />
bentar lg. Katanya<br />
uda telat 2 minggu</p></blockquote>
<p>Doh! Ditinggal nikah sama cinta pertama aja rasanya, kan, sudah mesti agak gimana gitu. Ini malah ketambahan ditinggalnya gara-gara terlambat datang bulan. Ya alhasil &#8220;agak gimana&#8221;-nya sekarang jadi terpaksa make kuadrat.</p>
<p>Oalah, Mbak, seumpamane memang ndak sanggup ngontrol napsyu, mbok ya pas khilaf itu sampeyan pake pengaman, gitu, Rojer! Bisa dikopi? Ganti! <img src='http://log.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://log.satchdesign.com/?feed=rss2&#038;p=241</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Natal, Dab*</title>
		<link>http://log.satchdesign.com/?p=240</link>
		<comments>http://log.satchdesign.com/?p=240#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Dec 2007 04:10:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joesatch yang legendaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Battle of My Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joesatch.wordpress.com/2007/12/25/selamat-natal-dab/</guid>
		<description><![CDATA[Perdamaian untuk semuanya! *Tentunya buat yang merayakan, dunk, ah! Kalo buat yang nggak merayakan, ngapain aku harus repot-repot mem-publish postingan ini?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="center"><img src="http://lloydyweb.com/blog/_gfx/071224_merrychristmas.png" alt="" /></p>
<p>Perdamaian untuk semuanya!</p></div>
<p><span id="more-240"></span><br />
*Tentunya buat yang merayakan, dunk, ah! Kalo buat yang nggak merayakan, ngapain aku harus repot-repot mem-publish postingan ini? <img src='http://log.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_twisted.gif' alt=':twisted:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://log.satchdesign.com/?feed=rss2&#038;p=240</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Model Resepsi yang Pengen Kuhindari</title>
		<link>http://log.satchdesign.com/?p=239</link>
		<comments>http://log.satchdesign.com/?p=239#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2007 17:09:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joesatch yang legendaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Battle of My Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joesatch.wordpress.com/2007/12/24/model-resepsi-yang-pengen-kuhindari/</guid>
		<description><![CDATA[Bapak dan simbokku datang ke Jokja! Dan setelah shalat Idul Adha kemarin, berlalulah kami sekeluarga buat pulang ke rumah jaman mudanya bapak di Solo. Pulang buat hari Sabtunya balik lagi ke Jokja beramai-ramai bareng pakdhe, budhe, bulik, mas sepupu, dan adik sepupuku sehubungan ada famili yang mau nikah. Familiku yang mau nikah itu sebenernya lebih]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bapak dan simbokku datang ke Jokja! Dan setelah shalat Idul Adha kemarin, berlalulah kami sekeluarga buat pulang ke rumah jaman mudanya bapak di Solo. Pulang buat hari Sabtunya balik lagi ke Jokja beramai-ramai bareng pakdhe, budhe, bulik, mas sepupu, dan adik sepupuku sehubungan ada famili yang mau nikah.</p>
<p>Familiku yang mau nikah itu sebenernya lebih tua dari aku. Cuma ya gara-gara orang Jawa itu suka banget mendasarkan hubungan kekerabatan berlandaskan faktor silsilah, jadilah familiku itu kupanggil sebagai &#8220;Dik Wawan&#8221;, dan dia harus menghormati aku sebagai &#8220;Mas Ditto&#8221;, hohoho!<span id="more-239"></span></p>
<p>Nah, berhubung Dik Wawan ini berhasil menggaet anak putrinya Pembantu Rektor III-nya UGM, maka hari Sabtu kemarin aku sekeluarga besar hadir di acara akad nikahnya di tempat keluarga manten putri, di Bulaksumur D-4. Sempat nunggu berjam-jam juga menanti makanan dihidangkan gara-gara prosesi akad nikah adat Jawa yang lumayan lama. Tapi nggak pa-palah, aku sama Mas Arad sempat ngadain inspeksi kecil, nyari tau mbok menowo ada pagar ayu yang betul-betul berparas ayu. Tapi gara-gara kalo acara mantenan gini semuanya pada dandan dan dimake-up, aku jadi agak kesulitan juga buat menilai siapa yang cantiknya natural.</p>
<p>Dan setelah acara hari itu selesai, semua keluargaku balik kembali ke Solo kecuali aku. Aku masih ada kerjaan yang harus kuselesaikan di Jokja, misalnya aja rencana nyate kambing bareng Septo. Janjinya, mereka mau datang lagi ke Jokja hari Minggunya buat datang ke resepsi pernikahannya Dik Wawan versus Dik Mita itu malamnya.</p>
<p>Tapi seribu topan badai! Sampai lewat adzan Ashar tiada tanda-tanda keluargaku di Solo bakal datang. Malah yang ada simbokku nelepon, ngabarin kalo pasukan dari Solo nggak ada yang bisa hadir dengan alasan kecapekan. Sebagai tumbalnya, aku disuruh mewakili bapakku buat datang kondangan.</p>
<p>Jelas aja aku rada keberatan. Masak iya aku harus clingak-clinguk sendirian di sana. Tapi simbokku bilang, aku boleh ngajak temen, contohnya Komeng atau Septo.</p>
<p>Maka selepas adzan Maghrib tadi, aku mandi dan dandan serapi mungkin (sesuai pesan simbokku yang wanti-wanti supaya aku rapi-jali). Mandinya tentu saja pake aer anget karena, konon, aer anget itu melunturkan lemak. Setelah mandi, celana panjang krem cap Ice Jeans dapat hibah dari tanteku yang kuseterika sebelum mandi segera kukenakan. Kemeja batik tulis lengan panjang warna cokelat muda warisan dari simbah kakungku juga kupakai, rambut semi gondrong yang biasanya jarang kusisir tumben-tumbennya kupakein gel dan kukuncir ala Roberto Baggio, selanjutnya tidak lupa menyematkan kalung (yang bandulnya sebenarnya adalah flash disk merek Kingston dengan kapasitas 2 Gb) di leherku. Terakhir, blazer item yang dijahit dengan dana hibah dari simbokku menambah kegantengan fisikku malam tadi.</p>
<p>Pokoknya, ketika aku ngaca, aku pikir seandainya <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/?p=110">ada yang pengen bikin film James Bond di Endonesa</a>, aku pasti bakal kepilih buat memerankan agen rahasia 007 tersebut. Sumpah, aku sendiri pangling ngeliat tampangku yang ngganteng betul.</p>
<p>Kemudian setelah mengenakan sepatu kulit made in Cibaduyut warna coklat hadiah Lebaran 2 tahun lalu dari bapakku, aku menyetater motorku buat cabut ke tempat kejadian perkara.</p>
<p>Lalu berhubung Septo terpaksa disuruh jaga rumah dan si Komeng ngakunya ada kebaktian, akhirnya aku kepaksa membatalkan rencanaku dan datang tanpa bodyguard. Sebagai pelipur lara akan kebutuhan seorang partner, pilihan sebagai Bond&#8217;s Girl jatuh pada saudari Meli &#8211; nama lengkapnya Melisa Valentine &#8211; temenku waktu jaman esempe dulu yang sekarang berprofesi sebagai mahasiswi pasca sarjana di Notariat UGM. Sengaja aku ngajak cewek, soalnya pasti bakal mencurigakan kalo cowok seganteng aku cuma datang ke kondangan sendirian. Bisa-bisa aku disangka sebagai gay. Aku nggak mau kayak <a href="http://chiw.wordpress.com/2007/12/15/diajak-ml-omaigaaat/">Siwi Pekok yang disangkain sebagai penyuka sesama jenis</a> <img src='http://log.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_twisted.gif' alt=':twisted:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nyampe di tempat kondangan, Grha Sabha Pramana-nya UGM, ternyata desain mantenannya meriah banget. Karangan bunga berisi ucapan selamat menempuh hidup baru berjejer rapi banyak sekali. Sang pembawa acara juga nggak henti-hentinya menyebut nama sejumlah orang top (minimal ngetop se-UGM-lah) yang datang sebagai undangan. Bahkan aku juga sempat ngeliat mobil dengan plat nomer RI 31 di pelataran parkir.</p>
<p>Ini kali keduaku datang ke acara mantenannya anaknya birokrat atas UGM di Grha Sabha Pramana. Yang pertama, di lantai satunya, waktu dulu pas aku masih di jaman pertengahanku sebagai mahasiswa. Aku datang ke acara mantenannya kakak kelasku yang anaknya guru besar Fakultas Kehutanan. Sekarang, di lantai duanya, aku datang ke mantenannya anaknya Pembantu Rektor III.</p>
<p>Dan di sana makanannya memang berlimpah. Aku sama Meli mondar-mandir nyobain mie kocok, spaghetti, lasagna, bakso kakap, chicken teriyaki, peking duck, salad, dan ditutup dengan es krim. Aku sampe kenyang betul; nggak sempat lagi nyobain berjenis-jenis makanan lain yang belum sempat kami icipi.</p>
<p>Tapi, oh, tapi, 2 kali aku datang ke acara mantenannya penggede UGM, 2 kali pula aku nggak sreg sama pola resepsinya: Begitu masuk ke gedung resepsi, seperti biasa aku menandatangani buku tamu untuk kemudian terjebak dalam antrian panjang buat salaman sama mantennya sebelum icip-icip makanan. Mau kabur dari barisan, si Meli nggak mau. Malu, katanya. Soalnya di samping barisan antrian panjang itu berdiri bapak-bapak dan ibu-ibu dengan pakaian adat Jawa yang seolah-olah mengawasi tamu-tamu sang manten supaya nggak kabur dari barisan untuk kemudian nyolong start ngicipin makanan sebelum salaman sama mantennya.</p>
<p>Aku nggak suka pola seperti ini. Tamu-tamu sang manten seolah-olah sengaja dibuat repot berdiri berlama-lama untuk salaman sama mantennya. Mana antriannya lambat banget bergeraknya lagi! Aku ngeliatnya jadi agak gimana gitu, ketika ada tamu yang sudah sepuh terpaksa ikutan berdiri berlama-lama demi bisa salaman sama mantennya. Tamu sepuh itu tadi juga kelihatan tertatih-tatih waktu menaiki undak-undakan ke panggung pelaminan. Kasihan, kan? Kok kayaknya organizer mantenannya itu nggak memperhitungkan hal-hal krusial seperti itu walaupun sebenarnya memang nampak sepele.</p>
<p>Kacau!</p>
<p>Aku sendiri pengennya, besok kalo aku nikah (entah sama Dian Sastro, Zaskia Mecca, atau malah sama salah satu dari pacar-pacarku), tamu-tamuku jangan sampai ngantri kayak gitu cuma buat salaman sama aku. Setelah mereka menanda-tangani daftar hadir, silakan menyebar buat ngicipin makanan dan duduk nyantai dengan tenang. Biar nanti aku sama istriku yang muter buat nyalamin tamuku satu-persatu.</p>
<p>Nggak enak, kan, sama mereka. Sudah bela-belain datang cuma buat hadir di pernikahanku masak iya harus kubuat capek? Jadi, aku cuma kepengen jadi tuan rumah yang baik aja. Biar aku sama Dian aja yang nanti keliling buat menghormati tamu-tamu kami <img src='http://log.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://log.satchdesign.com/?feed=rss2&#038;p=239</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trilogi The 10 Greatest Football Number 10&#8242;s</title>
		<link>http://log.satchdesign.com/?p=238</link>
		<comments>http://log.satchdesign.com/?p=238#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Dec 2007 14:34:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joesatch yang legendaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Battle of My Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joesatch.wordpress.com/2007/12/20/trilogi-the-10-greatest-football-number-10s/</guid>
		<description><![CDATA[Sampeyan suka sepakbola? Yakin suka? Entah itu sebagai pelaku ataukah sekedar penikmat, apakah sampeyan suka sepakbola? Aku suka. Sampai akhir masa esemaku aku adalah seorang pelaku dan penikmat sepakbola. Meskipun lebih sering (dan hampir selalu) duduk di bangku cadangan Smansa All-Stars, tetap saja hitungannya aku ini seorang pelaku sepakbola, tho? Dan aku juga seorang penikmat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sampeyan suka sepakbola? Yakin suka? Entah itu sebagai pelaku ataukah sekedar penikmat, apakah sampeyan suka sepakbola? Aku suka. Sampai akhir masa esemaku aku adalah seorang pelaku dan penikmat sepakbola. Meskipun lebih sering (dan hampir selalu) duduk di bangku cadangan Smansa All-Stars, tetap saja hitungannya aku ini seorang pelaku sepakbola, tho?</p>
<div align="center"><img src="http://www.casafree.com/modules/xcgal/albums/userpics/26020/baggio.jpg" alt="" /></div>
<p>Dan aku juga seorang penikmat. Jaman dulu, selain <a href="http://www.liverpoolfc.tv/">Liverpool FC</a>, klub manapun yang saat itu dibela <a href="http://www.robertobaggio.com/">Roberto Baggio</a> selalu kudukung habis-habisan, mulai dari eranya Baggio di Juventus, AC Milan, Bologna, Internazionale, sampai akhirnya Brescia. Yeah, Baggio memang dewa buat aku &#8211; selain seorang tokoh fiktif yang bermerek Kubo Yoshiharu. Baggio yang mengubah hidupku yang waktu itu masih kelas 5 esde menjadi seorang penyuka sepakbola.<span id="more-238"></span></p>
<p>Momennya pada waktu itu adalah Piala Dunia 94, menjelang partai terakhir. Di koran yang dilangganani bapakku, selama jangka waktu Piala Dunia itu, nama Baggio sering kali disebut. Bahkan aku mendapatkan kesan kesebelasan Italia itu identik dengan Baggio. Menurutku itu sangat berlebihan. Walaupun aku bukanlah seorang penggemar sepakbola, yang aku tahu, sepakbola adalah olahraga tim dengan 11 orang yang sama-sama bahu-membahu di lapangan. Pengkultusan seorang Baggio menurutku sangatlah tidak adil. Dikemanakan pemain-pemain Italia lainnya? Kenapa cuma Baggio yang disebut-sebut terus oleh koran itu? Kemana rekan-rekan Baggio yang lain, seperti Sol Saleh, S. Diran, atau Darto Helm?</p>
<p>Aku penasaran. Seberapa hebatnya, sih, makhluk yang dijuluki &#8220;Mesias dari Florence&#8221; ini, sampai-sampai perannya di tim nasional Italia seakan-akan tidak tergantikan sama yang lain? Dibandingkan dengan musuh Italia di final besok, Brasil, tim Samba itu menurutku tidak terlalu identik dengan 1 pemain saja. Di Brasil, waktu itu, yang identik adalah duet Romario-Bebeto (tentu saja. Romario &#8211; meskipun adalah pencetak gol terbanyak di timnya &#8211; dia adalah tipe pemain yang egois yang hobi menunggu bola. Bebeto-lah yang lebih rajin bergerak), bukan penobatan berlebih-lebihan kepada seorang individu sebagai tokoh sentral. Dan kuputuskan akan kubuktikan sendiri kehebatan Baggio di depan tivi besok pas final.</p>
<p>Tapi subuh bersejarah itu aku melihat dengan mataku sendiri bagaimana Baggio yang sebelumnya dikabarkan cedera menjelang partai final berkutat di lapangan bahkan sampai dengan habisnya babak perpanjangan waktu. Gerakannya seperti bukan seorang atlit yang sedang cedera. Baggio masih jadi tumpuan Italia di lini depan. Malah, sepanjang Piala Dunia itu, Baggio seakan-akan membuat seorang jenius Italia lainnya, Gianfranco Zola, seperti tidak kebagian peran. Dalam waktu 120 menit aku sudah berani mengambil kesimpulan tentang Baggio. Selain kuncir keritingnya yang unik, orang ini memang dahsyat!</p>
<p>Adu penalti akhirnya dimulai. Baggio adalah penendang terakhir dari tim Italia. Aku berdebar. Sumpah, aku berdebar. Orang ini sedang cedera, tapi kenapa dia masih harus menyandang beban sebagai penendang terakhir? Apa tidak ada pemain Italia lainnya yang sehat? Sejurus aku teringat laporan pertandingan semifinal antara Italia lawan Bulgaria. Pelatih Bulgaria waktu itu berujar, &#8220;Kami tidak kalah oleh Italia. Kami cuma kalah oleh Roberto Baggio.&#8221; Faktanya, 2 gol kemenangan Italia yang tidak mampu dibalas sebiji pun oleh Bulgaria itu memang dibuat oleh Roberto Baggio. Waktu perempat final sebelumnya, Baggio juga yang memperpanjang nafas Italia pada menit-menit akhir pertandingan. Golnya menyelamatkan harapan Italia setelah sebelumnya tertinggal 0-1 dari Nigeria. Ketika babak perpanjangan, lagi-lagi Baggio yang membuat Italia tertawa, 2-1.</p>
<p>Maka kutenang-tenangkan hatiku sendiri. Orang sehebat Baggio tidak mungkin tidak berhasil mengambil penalti. Italia tidak akan kalah.</p>
<p>Baggio melangkah dan mengambil ancang-ancang. 1 sentakan yang menentukan itu tim Brasil seperti meledak! Seluruh anggota tim Brasil dari bangku cadangan berhamburan ke lapangan dan menangis gembira. Ya, Baggio gagal! Tendangannya melambung di atas mistar gawang Claudio Andre Tafarrel. Kontras dengan reaksi Tafarrel, Baggio terdiam tertunduk di lapangan. Kuasa sang dewa Italia itu seolah dikudeta. Aku juga cuma terbengong di depan tivi. Seperti tidak percaya bahwa orang yang kuputuskan menjadi idolaku cuma dalam waktu 120 menit itu gagal menunaikan tugasnya. Brasil menang adu penalti dengan skor 3-2.</p>
<div align="center"><img src="http://www.biw.fhd.edu/alumni/2001/wintermeier/weltmeisterschaft/bilder/rbaggio.jpg" alt="" /></div>
<p>Sejak saat itu aku seolah merasa solider dengan Roberto Baggio. Bahkan dengan noraknya aku dulu sempat berjanji dalam hati kalau kegagalan Baggio di final Piala Dunia bakal kutebus suatu saat nanti. Dan mulailah aku merengek kepada bapak minta dibelikan sebiji bola sepak.</p>
<p>Maka ketika beberapa waktu yang lalu aku jalan-jalan ke toko buku Toga Mas dan melihat sebiji buku dengan judul &#8220;The 10 Greatest Football Number 10&#8242;s&#8221; yang di dalamnya memuat biografi singkatnya Roberto Baggio, tanpa pikir panjang kuputuskan membeli buku karangannya Richard Williams itu walaupun sebenarnya ada yang aneh juga dengan buku itu. Pasalnya, meskipun judulnya cuma menyebutkan 10 orang saja, kenyataannya buku itu memuat 11 orang pemain. 2 orang legenda Italia lainnya, Gianni Rivera dan Sandro Mazzola, diringkas dalam 1 bab tentang mereka berdua. Beda dengan bab-bab lainnya yang memang cuma dikhususkan cuma untuk seorang pemain, seperti Ferenc Puskas, Pele, Gunter Netzer, Michel Platini, Enzo Francescoli, Diego Maradona, Dennis Bergkamp, Zinedine Zidane, dan tentu saja Roberto Baggio. Nomor 10 sendiri, konon, adalah nomor keramat yang cuma boleh dimiliki oleh seorang fantasista, pemain yang kehadirannya di lapangan sanggup mengubah arah pertandingan sekehendaknya.</p>
<div align="center"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2226/2124996768_63d34d107a.jpg?v=0" alt="" /></div>
<p>Tapi meskipun aneh, gara-gara melihat iming-iming di halaman belakangnya yang menyebutkan bahwa Richard Williams adalah seorang kolumnis sepakbola ngetop di Inggris, buku itu akhirnya kusikat juga. Berharap bahwa bahasan di dalamnya memang bermutu.</p>
<p>Dan hasilnya, sampai sekarang buku itu tidak pernah selesai kubaca. Bahasanya aneh. Antara 1 kalimat dengan kalimat lainnya nggak nyambung, seolah-seolah ditulis oleh penulis amatiran yang semaunya aja. Bayu Pepe, seorang sejawat di kampus yang pernah meminjam buku itu sempat urun komentar, &#8220;Kok, bahasane aneh?&#8221; yang disambung dengan, &#8220;Moco buku kuwi marai mumet, Meng!&#8221; ketika doi melihat temanku yang lain, Komeng, memperlihatkan gelagat yang tertarik untuk meminjam buku itu.</p>
<p>Rekan yang lain, yang masih bisa berbaik sangka kepada pengarangnya juga berujar, &#8220;Kayaknya penerjemahnya aja yang goblok. Harusnya buku ini bagus. Tapi jadinya malah nggak bermutu gara-gara tata bahasanya yang amburadul.&#8221;</p>
<p>Memang, lho, kalau berkaca dengan nama Richard Williams yang konon adalah kolumnis olahraga terkenal, nggak mungkin buku itu bakal ngaco tata bahasanya. Satu-satunya kemungkinan yang bisa ditebak adalah bahwa penerjemah buku terbitan <a href="http://www.ufukpress.com">Ufuk Press</a> (ada <a href="http://ufukpress.blogspot.com">blognya</a> juga, lho) itu bukanlah seorang dengan english-skill di atas rata-rata. Bahkan mungkin malah di bawah rata-rata. Lha wong nyatanya bahasa di buku itu kayak cuma diterjemahkan pakai Transtool, kok. Asli nggak nyambung. Malah aku pikir, temanku yang paling bodoh di kampus sekalipun (Komeng, misalnya), kalau dikasih naskah aslinya maka dia akan bisa menerjemahkan dengan 100 kali lebih baik!</p>
<p>Jadi, kalo ada di antara sampeyan-sampeyan penggemar sepakbola yang pengen koleksi tentang cerita-cerita seputar kehidupan sepakbola di luar lapangan hijau, aku sarankan jangan pernah beli buku di atas tersebut. Kalian cuma bakal misuh-misuh aja saking nyeselnya. Lebih baik beli buku judul lainnya aja, misalnya trilogi sepakbolanya Sindhunata yang diterbitin Kompas.</p>
<div align="center"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2048/2124223163_71451438aa.jpg?v=0" alt="" /></div>
<p>Buku yang terakhir itu terdiri dari 3 judul: &#8220;Air Mata Bola&#8221;, &#8220;Bola di Balik Bulan&#8221;, dan &#8220;Bola-bola Nasib&#8221;. Isinya sangat filosofis, menurutku. Asyik dibaca dan perlu. Cerita tentang filosofi-filosofi dalam sepakbola yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dibahas dengan lancar dan mengalir. Isi buku itu sendiri adalah kumpulan esai-esainya Sindhunata tentang sepakbola yang dulu sering dimuat di harian Kompas. Aku untung banget bisa nemu buku itu dengan harga lima rebu rupiah sebijinya waktu ada obral dan pameran buku besar-besaran dari penerbit Kompas-Gramedia di Jokja tempo hari.</p>
<p>Ada beberapa judul yang menarik di dalam buku itu (kalau nggak mau dibilang semuanya memang menarik!). Tapi yang paling menarik menurutku adalah opini berbalas opininya Sindhunata dengan Gus Dur dalam rangka penyusunan kabinet waktu Gus Dur baru terpilih sebagai presiden. Jadi, suatu waktu Sindhunata menulis opini di harian Kompas tentang Gus Dur dalam bahasa sepakbola, dan hebatnya opini itu ditanggapi oleh Gus Dur. Gus Dur menjawab opini Sindhunata itu di harian Kompas lewat bahasa sepakbola juga. Nggleleng pokoknya! Dan tulisan Gus Dur itu menjadi satu-satunya tulisan di luar tulisannya Sindhunata yang ikut dibukukan di salah satu dari ketiga trilogi di atas. Yah, kita tahu, Gus Dur waktu jaman lebih muda dari sekarang kan memang seorang kolumnis sepakbola juga, selain profesinya yang waktu itu sebagai kyai.</p>
<p>Maka kesimpulannya, seperti biasanya, aku sangat merekomendasikan buku trilogi sepakbola itu buat seluruh penggemar sepakbola di tanah air ini. Belilah kalo memang ada kelebihan uang. Kalaupun tidak, jika ente berjenis kelamin wanita dan kebetulan berparas menarik, buku milikku itu boleh dipinjam, kok. Bukan cuma itu saja, aku bakal menawarkan untuk mengantar langsung buku tersebut langsung ke kamar kos/rumah saudari. Terima kasih <img src='http://log.satchdesign.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://log.satchdesign.com/?feed=rss2&#038;p=238</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Met Idul Adha!</title>
		<link>http://log.satchdesign.com/?p=237</link>
		<comments>http://log.satchdesign.com/?p=237#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Dec 2007 14:11:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joesatch yang legendaris</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Battle of My Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joesatch.wordpress.com/2007/12/20/met-idul-adha/</guid>
		<description><![CDATA[Met Idul Adha 1428 H, yo! Damai di bumi, damai di hati!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="center"><img src="http://byotenega.files.wordpress.com/2007/09/goatrealng6.png?w=157&amp;h=148" alt="" /></div>
<div align="center">Met Idul Adha 1428 H, yo!</p>
<p>Damai di bumi, damai di hati!</p></div>
<p><span id="more-237"></span></p>
<div align="center"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2237/2140126599_52aab071c8.jpg?v=0" alt="Ini pas persiapan" /></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2174/2140913474_e0a4b0c326.jpg?v=0" alt="Ini sate mentah" /></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2384/2140127741_392d219341.jpg?v=0" alt="Ini mamahku" /></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2098/2140916110_6cc4dc92b0.jpg?v=0" alt="Ini papahku" /></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2068/2140128285_4ca028419f.jpg?v=0" alt="Ini budheku sama adikku" /></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2194/2140915416_447b666084.jpg?v=0" alt="Ini si ngganteng" /></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2138/2140130217_6c90a17cb9.jpg?v=0" alt="Ini sudah mateng" /></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://log.satchdesign.com/?feed=rss2&#038;p=237</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

